Pages

Kamis, 09 Maret 2017

Belajar Menjahit dengan Kelas Online

Saat ini kegiatan menjahit menjadi populer kembali di kalangan kaum hawa baik dari tingkat remaja sampai dengan tingkat dewasa. Untuk itu, cara belajarnya pun ikut berkembang dari segi kemudahan waktu dan akses. Yang saya maksud di sini adalah cara belajar menjahit dengan kelas online.

Kenapa dibilang mudah? Karena kelas online sangat membantu kita yang memiliki keterbatasan dalam bergerak dikarenakan oleh kewajiban lain yang tidak bisa ditinggalkan. Kalau kita mengambil kelas menjahit konvensional (yang mana lebih ideal dalam proses pembelajaran), kita harus investasi waktu untuk pergi ke tempat belajar. Untuk beberapa kondisi, hal ini tidak memungkinkan (macet, anak masih bayi, harus mengurus orang tua, tidak ada tempat kursus terdekat, dan lain-lain). Nah, kelas online ini menjadi solusi bagi kondisi-kondisi di atas. Apa saja sih pilihannya?

Berikut ini tiga platform kelas online yang sudah kami coba.

Craftsy https://www.craftsy.com



Craftsy mengeluarkan beragam kelas online dari menjahit, merajut, memasak, fotografi, menggambar, pokoknya segala aya dah... Kalau kita ingin belajar ketrampilan tertentu, Craftsy ini bisa dicoba karena selain pilihannya banyak, kualitas video dan pengajarnya pun termasuk top. Semua pengajar menggunakan bahasa Inggris. Sistem penggunaannya adalah dengan memilih kelas yang kita mau, kemudian kita bayar secara online (by card). Setelah itu, kita bisa mengikuti kelas yang kita beli kapanpun kita ada waktu. Tidak ada batas waktu, alias selamanya bisa dilihat.

Untuk menjahit, Craftsy mempunyai beragam tema, dari menjahit tas sampai pakaian. Pakaian pun ada yang pakaian luar dan ada yang pakaian dalam (bra, korset, etc). Anda bisa memilih belajar dari membuat pola atau langsung menjahit menggunakan pola jadi. Eh jangan lupa, menjahit quilting juga ada lho... Jadi bagi yang memiliki minat luas dalam dunia menjahit, lumayan kan pilihan kelasnya.


Bila pada awalnya Anda ragu untuk membeli kelas, cobalah dulu kelas gratisannya. Ada beberapa kelas yang bisa diikuti secara gratis. Kemudian ada tips dari kami, bila Anda tidak terburu-buru untuk belajar sesuatu, tunggulah sampai Craftsy membuat periode diskon. Karena pada periode ini, harga-harga kelas menjadi lebih murah, bahkan untuk beberapa menjadi jauh lebih murah (contoh diskon bisa dilihat di foto atas). Mendaftarlah dulu untuk mendapatkan kelas (atau pola) gratisan, nanti kalau ada info sale, kita akan menerima email dari mereka.

Review dari kami: Kualitas video bagus, pengajar juga ahli di bidangnya, tingkatan menjahit sampai menyentuh haute couture. So, Craftsy tidaklah mengecewakan, bahkan menjadi platform favorit kami dalam belajar menjahit. 

Burda Academy https://academy.burdastyle.com

Sebagai salah satu pionir dalam fashion sewing, Burda pun memiliki kelas-kelas online bagi yang ingin belajar secara jarak jauh. Memang pilihannya mayoritas adalah menjahit untuk fashion alias garmen. Tapi ragamnya banyak, dari membuat pola sampai dengan menjahit sesuai pola yang ada di majalah Burda (alias sew-along, tapi tidak untuk semua pola, hanya beberapa saja). Pengajarnya tidak sebanyak di Craftsy bahkan cenderung ditangani oleh satu orang yang sama. Bahasa pengantar adalah bahasa Inggris untuk sebagian besar kelas. Sisanya dalam bahasa Spanyol. 

Seperti halnya Craftsy, Burda Academy juga memberikan beberapa kelas gratis bagi yang ingin mencoba. Jadi pertimbangkan untuk mengambilnya dulu sebelum membeli kelas. Periode diskon juga ada walau tidak sesering Craftsy. Biasanya beberapa kelas (dan pola) di-diskon pada saat Black Friday.

Sejauh ini kami hanya mencoba dua kelas saja, tidaklah banyak. Secara umum tampilan kelas mereka standar, tidak semanis tampilan kelas Craftsy. Pengambilan videonya pun masih kurang artistik dibanding Craftsy. Namun hal tersebut tidak mengurangi kemampuan video mengajarkan materinya kepada kita.

Review: Berhubung belum banyak mencoba jadi belum berani review. Namun bagi yang serius dalam menjahit garmen, kami rasa kelas-kelas di Burda Academy sangat cocok.

CreativeBug https://www.creativebug.com

Seperti halnya Craftsy, Creativebug memberikan beragam kelas terkait craft dengan bahasa pengantar Inggris. Namun ada beberapa kelas di Creativebug yang tidak ada di Craftsy, misalnya desain tekstil dan art textile. Kekurangannya dibanding Craftsy, Creativebug menyajikan kelas-kelas yang cenderung basic. Kelas menjahit yang ada, seingat kami hanya ada satu kelas yang levelnya agak tinggi (kelas Simplicity). Itu pun tidak bisa disamakan dengan kelas Couture Dress yang ada di Craftsy (haute couture style).

Sistem yang digunakan Creativebug juga berbeda, yaitu lebih ke langganan (bayar per bulan sekitar 5 dollar). Selama sebulan itu kita bisa melihat semua kelas yang kita mau. Kemudian tiap bulan kita mendapat "jatah" satu kelas yang bisa kita simpan di library kita. Jadi kalau suatu hari kita berhenti berlangganan, kelas-kelas yang ada di library pribadi tetap bisa kita akses.

Tiap bulan Creativebug mengeluarkan beragam kelas baru jadi tidak membosankan. Dan di Facebook Page mereka juga ada "live" secara berkala.

Review: Menarik, beragam topik (tidak hanya menjahit), kualitas video bagus, pengajar juga lumayan. Levelnya saja yang kurang menantang khususnya bagi kita yang sudah cukup lama malang melintang di dunia jahit. Namun bila ada anggota keluarga yang bisa memanfaatkan juga, tidak ada salahnya kita berlangganan Creativebug. Misalnya bila sang ibu mau belajar menjahit dan knitting, sang anak sulung minat belajar menggambar (sketch, doodle, etc), sang anak bungsu minat paper craft, nah... Berlangganannya jadi untuk semua.

***

Selain tiga di atas, kami belum pernah mencoba yang lain. Di Perancis sendiri ada Artesane https://www.artesane.com yang relatif baru namun sudah mengeluarkan beberapa kelas menarik dari pengajar-pengajar profesional di bidangnya. Konsepnya mirip dengan Craftsy namun tema-tema kelasnya hanya dalam bidang yang terkait benang dan jarum. 
Sedangkan di Indonesia, kami melihat sudah ada kelas menjahit online di Sekolah Pintar dan Fitinline. Kami belum pernah mencoba keduanya. Mungkin ada yang bisa share? 




Sabtu, 25 Februari 2017

Shelby Pants

Ingat sama project sweat-shirt hitam yang menggunakan pola I am Patterns? Nah, sweat-shirt itu kan menggunakan kain molleton ringan yang dibeli dalam bentuk potongan 3 meter. Jadi dari potongan tersebut, saya membuat juga mini sweat-shirt untuk si kecil dan... satu lounge pants. 

Lounge pants itu bahasa kerennya celana santai kali ya. Yang jelas sih celana ini memang saya buat untuk di rumah karena dua celana sejenis (RTW - ready to wear) yang ada sudah mulai lapuk sesuai usianya yang tua. 

Pola yang saya gunakan adalah Shelby Sweat Pants dari Style Arc. Kalau melihat model aslinya, celana ini lebih cocok digunakan untuk olahraga. Tapi kebutuhan saya untuk saat ini lebih kepada celana rumah yang cukup hangat terutama untuk musim dingin.



Kembali lagi ke model aslinya, celana ini menggunakan rib knit di pinggang dan pergelangan kaki. Lalu ada sepasang kantung di kanan dan kiri dimana kantung-kantung tersebut diberikan zipper. Selain itu, ada juga zipper di pergelangan kaki. Detail satu lagi, bagian pinggang menggunakan tali serut.

Versi saya: tanpa kantong, tanpa zip dan tanpa tali serut. Jadi ya jauh lebih sederhana (dan lebih cepat proses pembuatannya).

Celana ini dijahit dengan menggunakan mesin obras saja jadi seharusnya cepat kelar. Pakai kata "seharusnya" karena pada kenyataannya celana ini mulai dikerjakan di bulan Desember 2016 tapi baru sempat diselesaikan bulan Januari 2017. Padahal gampang banget tuh... heu...

Hasilnya, pants-nya memang nyaman. Sebulanan ini saya sering mengenakannya di rumah. Kadang bareng dengan si sweat-shirt, kadang dengan atasan yang lain. Pokoknya celana ini sudah cuci pakai beberapa kali. Jadi kepingin bikin lagi tapi dengan warna yang lain. Tapi mungkin next time saya tambah panjangnya sekitar 2 cm berhubung kaki saya panjang :D



Bahan:
  • Molleton ringan dari Les Coupons de Saint Pierre
  • Rib knit nitip ke teman

Inari Crop Tee

Akhirnya saya tergerak juga untuk jahit Inari crop tee, kain jersey milano yang sudah lama saya potong tapi kurang mood untuk jahit 😑.

Pola dari Named Clothing yang terbilang basic dan mudah ini datang dalam 2 option, crop tee dan dress. Simple dan saya suka. Kalau googling di inet, banyak sekali versi yang telah di jahit menggunakan kain woven ataupun non-woven. Kain yang di sarankan menggunakan knit/jersey, sehingga sayapun untuk pertama kalinya ingin jahit di kain jersey milano warna camel yang ada di stock , sekalian di jadikan toile wearable karena saya berencana untuk jahit Inari dress di kain linen 💃💃.
Inari shirt ini agak sedikit roomy untuk Inari tee ini, tapi OK menurut saya. Saya pilih tidak crop, sehingga panjang pola saya tambahkan 1,5cm demikian juga panjang sleeve 1,5cm. Kain sepanjang 90cm yang saya pakai, bisa masuk kategori proyek jahit kain 1m nih .👌

Proses jahit terbilang mudah, karena tidak  ada teknik khusus yang di perlukan.
Pola aslinya finishing neckline pakai facing, tapi saya ganti pakai bias, metode yang harus saya jadikan 'teman' 😏, karena sejujurnya saya kurang suka finishing pakai bias binding 😜.

Kamis, 16 Februari 2017

Frances Shirt

Pola Frances Dress dari Green Bee Patterns sudah ada di tangan sejak tahun 2015 dan dibeli dalam bentuk kit (pola dan kain) dari Craftsy Shop. Bulan lalu saya baru sempat menjahitnya dan karena kainnya beda (bukan yang dari kit), maka saya harus memodifikasi menjadi kemeja. Kain dari kit panjangnya hampir 3 meter sedangkan kain saya yang pink ini hanya 2 meter *menunduk*.


Size yang dipakai adalah L dan tidak ada modifikasi selain panjangnya. Tingkat kesulitan termasuk mudah karena kainnya pun mudah (katun poplin bermotif sederhana). Yang sempat lama adalah pada waktu pemilihan kancing. Yang mana yaa... Pilihan antara kancing metal, kancing jepret dan kancing bungkus.


Akhirnya pilihan jatuh pada kancing jepret (eh, benar ngga ya namanya itu?). Pada foto di atas, kancingnya di posisi tengah. Nah, proses pasangnya ternyata menyebalkan. Saya beberapa kali mengulang pasang kancing karena copot, heu... Mungkin karena alat pemasangnya jenis plier dimana kurang kuat (baca: saya yang menekannya kurang kuat).

Hasil akhir, hm, terus terang saya kurang sreg dengan bentuk kerahnya. Mungkin karena saya ingin belajar membuat kemeja dengan kerah klasik sedangkan kerah ini termasuk mudah, tidak ada tempat berdirinya kerah melainkan langsung ke bodice. Tapi, berhubung warna bajunya cerah ceria, saya pun akhirnya suka karena membuat wajah terlihat cerah (alias bisa menyamarkan muka kusut).

 

Note: Bahan kain dari toko Sigrid di A Little Mercerie, kancing dari Tissus Jaures.

Menjahit Pakaian Dalam

Pakaian dalam? Waks! 

Ya, begitulah... Kami berdua sedang belajar tentang cara menjahit pakaian dalam (wanita) dan tahap pertama adalah mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan pola siap pakai, bahan baku serta tutorial (termasuk kelas online). Berikut ini hasil rangkuman kami:


Bagi pemula seperti kami dan menggunakan pola siap pakai, kebutuhan bahan kain akan mengikuti saran dari polanya itu sendiri. Hal ini lebih mudah karena kami memiliki keterbatasan pengetahuan akan bahan kain special untuk pakaian dalam. 

Pada umumnya, kain untuk membuat panties lebih sederhana daripada kain untuk membuat bra. Jadi tergantung jenis pakaian dalamnya juga. Menjahit panties untuk penggunaan sehari-hari malah lebih simpel lagi karena bahan bakunya bisa menggunakan kaos yang tidak dipakai (jadi recycle). 

Beberapa penjual pola juga mengeluarkan kit bahan baku jadi kita tidak repot lagi mencari. Tapi biasanya kit ini tidak termasuk pola ya. Jadi perhatikan baik-baik deksripsi produk kit yang ditawarkan.

Untuk bra, tampaknya bahan kain dibagi menjadi bahan untuk bagian cup, bagian lining dan bagian wing/band. Kemudian kalau kita ingin membuat muslin dari percobaan pertama, ada juga bahan lain yang biasanya lebih mudah dan murah, misalnya jersey atau popeline stretch.

Daftar kebutuhan dasar untuk menjahit pakaian dalam bisa dilihat di tulisan Cloth Habit ini

Sewing patterns:
  • B Wear: http://www.bwear.se/en/patterns/patterns/
  • English Couture: http://englishcouture.co.uk/product-category/bra-making/patterns/
  • Make Bra: https://www.makebra.com/product-category/bra-patterns/
  • Ohhh Lulu: https://www.etsy.com/fr/shop/OhhhLuluSews
  • Merckwaerdigh: https://www.etsy.com/fr/shop/merckwaerdigh
  • Lekala: https://www.lekala.co/catalog/women/lingerie?page=2
  • Mrs Depew Vintage: https://www.etsy.com/fr/shop/Mrsdepew?section_id=5626403&ref=shopsection_leftnav_1
  • Orange Lingerie: https://www.etsy.com/fr/shop/OrangeLingerie
  • Knip Mode: https://knipmode.nl/shop/patronen/kanten-bh-en-slip/
  • Madalynne: http://www.madalynne.com/amerson-the-details-pattern
  • Cloth Habit: https://shop.clothhabit.com/collections/all
  • Monsieur est une trainée: https://www.mrestunetrainee.com/shop-patrons/ 
  • Je fais mes dessous: https://jefaismesdessous.com/patrons/ 
  • Faites votre propre lingerie: http://leblog.faites-votre-propre-lingerie.fr/les-patrons-de-lingerie/ 
  • Bravo Bella: http://bravobellabras.com/collections/patterns-books-dvds 
  • Evie la Luve: https://www.craftsy.com/profile/evie-la-luve-diy
  • Elise Patterns: http://elisepatterns.com/sewing-patterns/ 
  • Jalie: https://jalie.com/sewing-patterns/loungewear/underwear
  • The Corset Making Shop: https://www.corsettraining.net/shop/

PS. Some big brands also have lingerie patterns (Kwik Sew, Burda, etc).

Free Patterns:

Supplies (online stores):
  • B Wear (Sweden): http://www.bwear.se/en/
  • Bra makers Supply (Canada): https://braandcorsetsupplies.com/#shop
  • English Couture Company (UK): http://englishcouture.co.uk/products/
  • Make Bra (Finland): https://www.makebra.com
  • Merckwaerdigh (NL): https://www.etsy.com/fr/shop/merckwaerdigh
  • Kantjeboord (NL): http://www.kantjeboord-amsterdam.nl
  • Sewy (DE): http://www.sewy.de
  • Black Bird Fabrics (Canada): http://www.blackbirdfabrics.com/lingerie/ 
  • Alysse Créations (FR): http://alysse-creations.info/corseterie.html 
  • Bravo Bella (US): http://bravobellabras.com/collections/all
  • Tailor Made Shoppe (US): https://www.etsy.com/fr/shop/TailorMadeShoppe
  • Vena cava Design (UK): http://www.venacavadesign.co.uk/shop/17-bra-making-supplies
  • Sweet Cups Bra (US): http://www.sweetcupsbrasupply.com
  • Elise Patterns (UK): http://elisepatterns.com/bra-making-supplies/
  • Studio Costura Shop (ES): https://www.etsy.com/shop/StudioCosturaShop
  • Lijfgoed (NL): http://www.lijfgoed.nl/webshop/
  • Booby Traps (AU): https://boobytraps.com.au


Tutorials/sew-along:


Free videos:
  • Ohhh Lulu (Sarah Norwood): https://www.youtube.com/user/ohhhlulu1/videos
  • Lain-lain di Youtube (cari sendiri)


Paid online classes:

Craftsy https://www.craftsy.com
  • Sewing lingerie: Essential techniques, by Alison Smith
  • Sewing bras: Construction and fit, by Beverly Johnson
  • Sewing panties: Construction and fit, by Beverly Johnson
  • Sewing bras: Designer Techniques, by Beverly Johnson
  • Sewing bras: Foam, lace & beyond, by Beverly Johnson
  • Sewing swimsuits, by Beverly Johnson


Burda Style Academy
  • DIY: Bra https://academy.burdastyle.com/courses/diy-bra-on-demand
  • Sew and draft your own 10-piece lingerie collection https://academy.burdastyle.com/courses/sew-and-draft-your-own-10-piece-lingerie-collection-on-demand
  • Bras 102: Basic construction https://academy.burdastyle.com/courses/bras-102-basic-construction-on-demand
  • Sew your own personal 8-piece lingerie collection https://academy.burdastyle.com/courses/sew-your-own-personal-8-piece-lingerie-collection
  • Lingerie: Sew your own undergarments with ease https://academy.burdastyle.com/courses/lingerie-sew-your-own-undergarments-with-ease

Jumat, 03 Februari 2017

Tuuli V-neck bodysuit

hohoho..💃
Keinginan pertama bikin bodysuit sudah ada lama, sejak Heather dari Closet Case Files pattern launched Nettie Bodysuit beberapa tahun yang lalu. Intinya, saya ingin jahit bodysuit.Tapi karena  berbagai alasan, malah baru winter- Desember 2016 kemarin sempat jahit Tuuli V-neck bodysuit dari Named Clothing Pattern.

Untuk ke luar rumah  saat udara Desember sangat dingin harus  berlapis bajunya untuk menjaga kehangatan , ahh iyaa..saya tidak tahan dingin 😣. Daripada pakai sous-pull, saya sebenarnya lebih suka pakai bodysuit, sepertinya lebih praktis,ringkas dan tentu saja melindungi dari suhu dingin itu.
Bodysuit  bisa di pakai juga sebagai atasan/pengganti T-shirt.
Bodice favorit saya ( utk musim dingin) perlu di ganti. Saya beli beberapa tahun yang lalu & tidak menemukan lagi bahan yg sama seperti itu ( jersey wool) dan karena usang keseringan di pakai, jadinya aus 😛.
Memanfaatkan  black friday sale, saya beli pattern PDF Tuuli bodysuit yang memiliki dua pilihan, bodysuit dan dress. Jenis kain jersey/knit yang tepat untuk Tuuli V-neck ini belum saya temukan yang cocok, walaupun tak sabar ingin coba jahit versi dress nya.

Untuk toile bodysuit, saya pakai kain jersey cotton beli online di LCSP dua tahun yang lalu ( saya beli 6 meter 😆, dengan tujuan memang jahit toile bahan jersey).
Kembali ke 👉 Tuuli V-neck bodysuit.
Kain jersey cotton warna hitam dengan level elastisitas dua arah sepanjang 1m30, saya beli online di LSCP. Sempat saya jahit juga Lark Tee dari Grainline studio.
Size 38, swayback 3cm, shorten bodice '4cm dan shorten sleeves 2cm.
Proses jahit agak sedikit hati-hati waktu jahit facing neck (V-neck) . Kalau mengikuti petunjuk di booklet, harusnya di topstitch facing front neckline, tapi saya biarkan begitu saja, hanya jahit di bagian bahu supaya posisi facing tidak berubah.
Saya sempat bingung dengan pemilihan interfacing untuk kain jersey ini 😒. Di stok, saya hanya ada interfacing knit warna putih, akhirnya pilihan jatuh di interfacing warna hitam yang bukan knit, vlieseline G785, katanya bisa untuk bahan stretch juga 👌, betul ada sedikit stretch di G785 ini, untungnya sangat tipis sehingga facing neckline V tidak begitu kaku.

Sabtu, 21 Januari 2017

Blouse L'impatiente

Ada satu pola dari french indie pattern yang sudah lamaaa di stash dan baru sekarang saya sempat  jahit. Naksir modelnya yang simple sejak di launching oleh MLM Patrons tahun 2015, tapi selalu tertunda untuk merealisasikan blouse L'impatiente ini. Pola yang saya beli adalah versi PDF, lebih murah. Petunjuknya standar, ada skema yang bisa membantu, level jahit kategori Easy.
L'impatiente ada dua versi lengan, pendek dan lengan 3/4.


Kain chiffon sekitar 1m40 dari Mondial Tissu ini termasuk 'reseh' 😜 untuk di jahit. Tapi karena saya suka warnanya, jadi ya apa boleh buat. Untuk membantu handle kain yang lemas ini saya pakai ramuan spray starch andalan nan hemat 😁
bagian dalam depan


Saya cut di size M, seam allowence saya tambahkan jadi 1½cm karena finishing pakai metode 'couture anglaise', tapi di bagian sleeve saya pakai mesin obras 😬 biar cepat ( bertepatan dengan tayangan pelantikan pak Trump 🇺🇸, mau nonton tv) 😉. Model lengan saya pilih lengan 3/4.

Beberapa alteration pola yang saya buat sebelum ✂︎ kain :
  • Swayback 3cm
  • Kurangi 4 cm panjang bodice, kurangi 4cm bagian curve hem, karena ingin tidak terlalu panjang bagian curvenya. Total memperpendek 8cm 
  • Sleeve total kurangi 5½cm ( di atas dan di bawah siku)
Untuk finishing neckline, pada awalnya saya ingin menggunakan facing, tapi bingung bagaimana caranya karena saya berencana pakai sistem burrito untuk membalikkan bagian bahu nantinya.
Sempat diskusi sama my bestie ( coucou 👋) kemudian saya diberi saran dan dibuatkan sketsa back facing. Dengan sisa kain yang tidak banyak, saya coba potong tapi salah potong 🙈, akhirnya dengan sambungan  kain yang masih tersisa saya buat binding tape sekitar 40cm. Rencana awal gagal, saya pake bias binding untuk finishing neckline 😐.  Sebenarnya tidak ada masalah pakai bias, karena bila mengikuti pola memang finishing menggunakan bias tape. Tapi pada umumnya saya lebih suka pakai facing. Ini hanya masalah selera saja 😉
Kunci kerapian jahit bias di neckline bulat ini menurut saya adalah clipping sebelum di lipat di ke bagian dalam/wrong side blouse.


Yang pasti  saya suka blouse l'impatiente ini. Terbayang untuk jahit lagi di jenis kain viscose atau bahkan di buat lebih panjang jadi dress, lengan pendek dan pakai belt 💃🏻.

Rabu, 18 Januari 2017

Keana piped blouse

Satu lagi dari Named Clothing pattern, Keana Piped Blouse PDF version yang ingin saya jahit.
Blouse ini hampir sama dengan tiga blouse Juliette yang pernah saya jahit, di sini, ini  dan ada satu Juliette yang belum saya posting. Entah kenapa, model seperti ini selalu cathing my eyes. Beberapa perbedaan antara Keana dan Juliette adalah, Keana pakai piping,  ada vent di samping kiri dan kanan, lengan 3/4 plus cuff dan di center back ada pleat. Sedangkan blouse Juliette tidak ada semua yg saya sebutkan itu, lengan pendek.

Satu lagi pattern mirip seperti ini yang belum sempat saya jahit adalah piyama Carolyn. hohoho.. pattern nya sudah siap sejak 2 tahun yang lalu, tapi belum saya garap. Alasan nya,belum ketemu kain yang cocok.
Kembali ke keana !
Seperti semua pattern Named Clothing yang sempat saya jahit, pola Keana ini very well drafted. "Jatuh"nya cocok di saya. Petunjuk menjahit yang sangat jelas, sangat membantu dan benar-benar relaxing saat jahit.

Kain sepanjang crepe stretch 1m20 saya beli di Self Tissus jadi pilihan kali ini. Cut straight di size 40, tidak ada alteration sama sekali.yaayy 💃🏻 . I 💘 Named Clothing Pattern! 😉 Proses jahit lancar jaya, karena petunjuk yang sangat jelas.
Nama polanya ada piped, tapi saya pilih tidak jahit piping dengan alasan biar cepat selesai, padahal saya sudah sempat jahit piping di saku , yang akhirnya tidak saya pasang juga.


Motif kain yang sudah cukup "ramai" takutnya tambah ramai dengan piping biru lagi. Kancing 4 biji stok beli di toko central, vlieseline yang saya pakai di collar dan facing adalah H180.
Kali berikut mungkin saya akan coba jahit lengkap dengan piping di kain tencel.

Sabtu, 14 Januari 2017

Paola Turtleneck Tee

Satu lagi pola dari Named Clothing yang sempat saya beli saat blackfriday sale kemarin, adalah Paola turtleneck Tee.
Kaos sangat basic, yang bisa di dapat dengan mudah di departemen store apalagi saat winter seperti sekarang ini , tapi sejak lama saya ingin bisa jahit sendiri dong 😉. Dengan pilihan kain sesuai keinginan, panjang lengan dan shirt sesuai kebutuhan. Tadinya saya ingin copy pola dari shirt turtleneck shirt Petit Bateau yang ada di lemari saja dengan sedikit proses hacking dari pola tshirt yang sudah ada juga, namun seiring dengan waktu kok malas ya 😷, jadi ya beli pola saja.

Kain jersey katun sepanjang 1m20 beli di Self Tissus ( toko kain lokal), bila ingin tee nya lebih panjang, tambahkan lagi panjang kain. Kainnya agak spesial menurut saya, halus tapi cukup tebal di banding kain jersey katun yang pernah saya punya/jahit.
Pilih size 38, jahit 90% pake mesin obras saja,  kecuali hemming saya jahit pake mesin jahit.
Petunjuk/instruksi di Named Clothing Pattern sangat jelas, detail dan lengkap dengan images yang jelas. Ini salah satu alasan kenapa saya suka beli pola dari mereka 😁.

Alteration pola :
  • swayback 2cm
  • shorten sleeve 4cm 
 Khusus untuk Paola Tee ini, bisa untuk pemula yang ingin menjahit sendiri turtleneck tee. Mungkin kali berikut saya ingin jahit dress turtleneck dari kain yang ada di stash.

Jumat, 13 Januari 2017

Buku Menjahit 1

Dalam postingan kali ini saya hendak membagi informasi tentang dua buku menjahit yang sesuai untuk pemula yaitu :



  1. Sewing Machine Basics oleh Jane Bolsover
  2. Sew Step by Step oleh Alison Smith (versi yang saya miliki adalah yang berbahasa Perancis jadi untuk mengetahui cover depan buku versi Inggris-nya, silakan klik ke sini)


Sewing Machine Basics 

Buku Sewing Machine Basics memberikan perkenalan kepada kita tentang bagian-bagian dari mesin jahit, prinsip kerja dan cara menggunakan mesin jahit portable yang standar (mekanik) serta beberapa teknik dasar menjahit. Topik-topik seperti ini umum ditampilkan dalam satu buku menjahit tingkat pemula. Tapi yang membedakan buku ini adalah adanya beberapa workshop atau project yang kesulitannya meningkat sesuai dengan materi atau teknik yang dipelajari misalnya: workshop pertama lebih untuk memperlancar dalam menjahit lurus jadi project-nya masih sangat sederhana yaitu membuat sarung bantal. Kemudian workshop terakhir adalah menjahit blus dengan pleats (lipit). Pola-polanya sudah disediakan dalam buku ini jadi kita bisa langsung pakai.

Daftar isinya:


Buku ini adalah buku pertama saya saat mulai belajar menjahit. Walaupun saya belum melakukan semua workshop yang ada, saya sudah membaca semua teknik yang dijabarkan di dalamnya. Menurut saya, sistemnya yang menggunakan workshop bisa lebih membantu kita untuk memahami teori. 


Sew Step by Step

Buku kedua, Sew Step by Step, lebih mirip seperti buku ensiklopedia teknik menjahit karena di dalamnya berisi banyak teknik (dasar-menengah) dari beragam jahitan tangan sampai dengan jahitan dekorasi dengan mesin jahit. Kelebihan dari buku ini adalah ilustrasi foto yang sangat jelas dan benar-benar step by step

Buku Alison Smith yang saya miliki ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis jadi baik cover maupun judul sudah berubah. Namun isi tetaplah sama walau ada beberapa istilah yang disesuaikan dengan bahasa setempat. 

Lalu daftar isinya: 


Dalam bahasa Inggris (bila tidak jelas, bisa dilihat juga di Amazon):



Kalau saya tidak salah, buku Alison Smith yang berjudul The Sewing Book lebih lengkap dibanding buku yang saya miliki ini. Kemudian ada juga bukunya yang lain namun lebih fokus pada dressmaking. Judulnya Dressmaking Step by Step. 

***

Kedua buku ini (Sewing Machine Basics dan Sew Step by Step) sudah mencukupi bagi saya dalam mempelajari beragam teknik dan informasi seputar menjahit. Namun sebagai bahan pertimbangan bila Anda ingin mencari buku pemula yang sesuai, coba cek juga review buku menjahit sbb:

  • Reader's Digest Complete Guide to Sewing 
  • Vogue Sewing

Di Amazon, kita masih bisa menemukan kedua buku ini (edisi lama namun lengkap) dalam kondisi bekas dan tidak mahal.

Selamat belajar!