Pages

Tampilkan postingan dengan label RDC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RDC. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Danielle salopette RDC

aka overall aka dungaree alias salopette kata orang prancis.

Sewaktu Republique Du Chiffon  ( french indie pattern) launched pattern Danielle dungarees ini sebenarnya saya agak naksir. Mengingat dulu jaman  overalls lagi trend (tahun 90-an laah)  saya pun ikut-ikutan demam overalls - kormod gitu deeh 😛. Tapi memang suka juga modelnya, nyaman dipakai karena longgar dan bisa dikenakan dengan T-shirt, shirt atau blouse.  Itu overalls warna biru langit menjadi sangat belel dan kusam saking seringnya di pakai 😃,  beberapa tahun kemudian harus di-pensiun-kan paksa. aah...kangen masa-masa itu... 😍 *lhoo kok malah jadi curhat?

Kembali ke 👉 Danielle !
Keinginan untuk punya overalls ( harus warna bi-ru tu-a!) muncul kembali ketika cuaca musim gugur mulai dingin, membayangkan punya overalls untuk dikenakan di rumah pasti nyaman.
Bermodalkan kain denim cotton beli online di LCSP, 12 biji button jeans  PRYM 17mm  😶 ( 10 biji cukup sih), 2 boucle jeans, benang & jarum topstitch, benang polyester biasa & jarum jeans, dimulailah proyek menjahit overalls Danielle (red. Danielle). Yuk baca terlebih dahulu baca tulisan bestie saya tentang Tips menjahit jeans di sini untuk persiapan jahit jeans supaya  sukses menjahit  👖jeans.👌


Beberapa alteration dari pattern original:
  • shorten bodice front dan back 1.5cm,
  • bagian celana shorten 5cm, 
  • bagian strap shorten 1.5cm,  
  • bodice back kurangi wedge 1.5cm supaya tidak terlalu large > lupa untuk bagian depannya.
  • waistband kurangi lebar 1cm karena tidak ingin waistband terlalu lebar.
Proses jahit saya ikuti instruksi di booklet RDC, yang menurut saya kurang lengkap. Ada beberapa gambar, tapi tidak jelas buat saya, mungkin level jahit saya yang masih kurang mencukupi untuk jahit overalls (?)🤔  apalagi petunjuknya menggunakan bahasa prancis  mengharuskan saya membaca berulang-ulang supaya tidak keliru dan tidak membuat ( mengurangi) resiko salah jahit😄.
Di booklet tidak ada tahap jahit saku belakang, sehingga harus hati-hati bila akan membuat overalls lagi. Sebaiknya jahit saku sebelum proses penyatuan bagian depan dan belakang celana.
Karena saya hanya memiliki satu mesin jahit, proses jahit topstitch dan jahit biasa harus rajin bolak-balik mengganti jarum dan benang, untungnya karena Danielle saya jahit dalam tempo yang sangat slow sehingga tidak merasa capek gonta-ganti jarum dan benang. 
Untuk pemasangan button jean - yang banyak itu-,  menggunakan tool pliers Prym vario ( cara pakai) proses pemasangan 14 buttons jeans hanya sekejap.😍  Karena sebelumnya saat jahit Cleo, 'paku' button jeans bengkok saat di 🔨 😒. Di Cleo yang ke-dua tidak masalah pakai 🔨,  saya sempat menyalahkan kualitas button yang saya beli 😛, tapi mungkin teknik saya yang kurang tepat. Sebenarnya saat itu tidak jadi masalah untuk pasang button dan tidak perlu pake 🔨 seandainya ingat kalau punya tool Prym itu 🤦🏻‍♀️, yup saya lupa ada tool itu di laci. Selain pakai Prym vario saya menggunakan awl untuk membuat lubang sebelum pasang button jeans.


Awl selain untuk membuat lubang, saat jahit kain jeans dengan ketebalan tertentu karena lipatan, saya gunakan awl untuk mendorong  kain di bawah foot mesin jahit jadi benang tidak stuck karena kain jeans yang tebal tidak maju.
Faux fly front mengurangi keribetan jahit overalls Danielle- yaay -, tidak ada zipper 😁. Perhatikan & copy semua tanda dari pattern ke kain  yang di perlukan supaya tidak salah melipat fly front - seperti saya, awalnya salah melipat center front untuk fly front.
faux fly
10 buttonholes tidak menjadi momok kali ini dibandingkan saat jahit jeans Safran, karena tidak tebal kain denim yang saya pakai dan liningnya kain katun biasa, sehingga proses membuat 10 buttonholes berjalan sukses.

lining saku
Bagian dalam saku, saya pakai sisa kain  katun yang berbeda warna, motif boneka gitu 😺

Danielle nyaman dikenakan, begitu jadi langsung saya pakai tanpa cuci lagi. Untuk kegiatan di rumah sangat leluasa bergerak dengan Danielle. Jika ingin lebih 'fitted' bisa ✂︎ size down, tapi kok saya suka ya celananya yang large seperti itu 😉. Untuk celana 👖sebenarnya bisa dikurangi sideseam, karena waktu basting fitting saya sudah menyadarinya, sekali lagi saya lebih suka 👖loose fit seperti itu.
Ahhh... jadi pingin bikin tshirt merah biar seperti Super Mario 😁.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Blouse Nadine

woohoooo...Summer mood still here ;) cuaca walaupun kadang menurun, tapi tetap cerah lah. Bikin baju baru yuuk aah.
Di stash masih ada sisa kain katun 'berbunga'  1,6m beli di  LSCP tahun 2015.  Cukup untuk jahit dua top buat summer. Karena saya ingin punya lagi blouse nadine seperti ini, maka jahitlah blouse nadine.
Kain sekitar 1m , pattern size 40, tambahkan panjang blouse 4cm. Butuh 6 biji kancing dan vlieseline H180 untuk pelapis collar. Saya pilih vlieseline H180 karena tidak ingin collar nya terlalu kaku.
Versi pertama saya jahit tanpa modifikasi pattern, agak pendek buat saya.. hohoho..perut bisa masuk angin ;)
blouse nadine
collar
Proses jahit blouse ini terbilang mudah ( untuk saya), karena ini ketiga kalinya saya jahit blouse Nadine. Teknik yang di butuhkan di sini seperti menjahit collar (kerah), buat buttonholes, jahit kancing (handsewn) dan jahit bias binding untuk armholes nya. Bila kalian sedikit menguasai teknik tsb, maka pasti bisa jahit blouse nadine atau blouse sejenis ini.

Sekaligus tambahan, saat jahit blouse nadine kali ini, saya jadi ada kesempatan untuk mencoba pertama kalinya 'gadget' jahit baru, stretch expanding gauge ( coucou,bestie..TFYI), yaitu sewing gauge untuk penempatan lubang kancing, seperti ini. aiiihh...terasa lebih menghemat waktu pakai alat ini. Tinggal meregangkan alat ini sesuai dengan jarak penempatan  lubang kancing yg di inginkan, tandai jarak tsb di baju/kemeja et voilà ! Dalam hitungan detik selesai proses penandaan lubang kancing.
Add caption
Sejauh ini saya belum explore kegunaan angka-angka yang tertera di gauge ini atau cara penempatan yang " tepat dan benar", selain melihat satu video di internet dan googling beberapa review di blog.


Jumat, 13 Mei 2016

Blouse Suzon

Salah satu pattern koleksi musim semi/panas 2016 dari RDC (french indie)yang saya taksir adalah blouse Suzon (15€) .
Sebenarnya bukan modelnya yang saya taksir, karena terlalu "girly" buat saya (ada rimplenya seperti seprei :p ), tapi naksir karena warna merah di gambar depan pattern itu yang bikin saya ingin pattern ini.
Lihat stash kain, pilihan jatuh pada sejenis kain crepe menyebalkan yang ribet untuk dijahit..grrggh..tapi yasud... saya beli beberapa tahun yll karena suka polkadot kecil putih di atas hitam, tanpa memperhitungkan tingkat kemudahan kesulitan jahit  kain seperti ini.
 
Kain dari Mondial Tissu saya pakai 1m40 :
  • potong pattern di ukuran 40 (tanpa grading)
  • kurangi panjang bodice 2cm
  • sew-allowence 1,5cm karena saya pilih french seam finishing. That's all!
Tingkat kesulitan di pattern tertera level 2/4. Teknik dasar yang di butuhkan adalah kemampuan untuk pasang kerah mao (mandarin), bikin gather & lubang kancing. Untuk jahit stand collar  saya pakai metode blind slipstitch, memudahkan pengontrolan sebelum di jahit dengan mesin.

*picts taken before washing & ironing ;)
Sayangnya,di booklet petunjuk kali ini saat proses pemasangan collar tidak di sertai dengan gampang/skema. Saya akan lebih terbantu kalau ada skema. Mengingat ada tutorial saat jahit blouse carme, saya jahit collar mao ini lihat petunjuk lagi di sini.
Di bagian lengan saya gunakan bias tape siap pakai dari toko, agak malas buat bias tape dari kain senada ;)


Saya tidak menemui kendala yang berarti dalam proses teknik jahit kecuali perlu lebih banyak sabar karena jenis kain yang "reseh". Tapi, untungnya ada spray starch homemade yang sangat amat membantu saya untuk bekerja dengan kain jenis ini.
Hasil jahit memuaskan..walaupun bukan model favorit atau model yang cocok buat saya :)

Kamis, 03 Maret 2016

Blouse Nadine

Ini pertama kalinya saya menjahit baju buat orang lain, sebagai kado ulang tahun bulan januari :) iya, b a j u. Bukan pillow cover, bukan serbet, bukan dompet atau pouch, tapi baju yang di pakai ;).  Apalagi ini tanpa mengetahui ukuran badan, saya hanya mereka-reka karena ingin membuat kejutan. Syukurlah ukuran tidak meleset, karena kebetulan pattern dari RDC ini ukurannya hampir sama dengan rata-rata RTW keluaran toko pakaian (di Prancis) . Mungkin kalau saya pakai pattern lain, hasilnya akan berbeda juga.
Nadine blouse ini saya cut di size 34, kain 1m dari Mondial Tissu, tanpa alteration apapun.

Nadine blouse
Blouse nadine kedua yang saya jahit harusnya lancar jaya, tapi rupanya karena kurang teliti, stand collar yang saya potong agak besar ( heeey... ternyata 5mm means a lot utk kerapian). Akibatnya, saat saya jahit collar jadi tidak rapi karena ada kelebihan di bagian stand collar ini. Untungnya masih ada sisa kain, sehingga bisa potong lagi stand collar dengan ukuran yang tepat dan sesuai dengan pattern.


Summer nanti saya ingin jahit lagi Nadine buat diri sendiri aah..setelah edisi pertama tahun kemarin ;)

Rabu, 25 November 2015

Maeva blouse

Pattern PDF blouse Maeva   pattern Prancis,-Republique du Chiffon adalah salah satu pattern yang saya gunakan untuk latihan jahit collar shirt. Saya termasuk yang menyukai model-model kemeja berkerah atau shirtdress, termasuk model Maeva.
Pertama jahit  Maeva ( Juni 2014) di kain diskon dari Mondial Tissu, kalau tidak salah ingat kain sekitar 1m20, langsung saya potong di size 40, tanpa modifikasi apapun.
Maeva sangat simple, tanpa darts. Tantangan ada di jahit kerah dan button holes.
Hasilnya ? huummmh... not bad. TAPI, versi berikutnya akan saya rubah hal-hal sbb :
  • Memperpanjang bodice
  • Memperpanjang lengan
  • Menambahkan lingkar lengan atas :p
Proses jahitnya terbilang cukup mudah,selain proses pemasangan kerah yang membutuhkan sedikit ketelitian supaya rapi.
*Blouse ini telah berpindah tangan saat saya pulang ke kampung :) So, harus jahit lagi nanti . 




Selasa, 14 Juli 2015

Blouse Nadine

Lagi-lagi jatuh cinta pada pattern keluaran Prancis dari Republique de Chiffon (RDC)  :) yang menurut saya mudah, dengan instruksi cara jahit yang lengkap bersama gambar petunjuknya, bila ada yang kurang jelas dapat menghubungi designer RDC, Géraldine - lewat e-mail dan pasti akan di jawab. Selain itu karena model dari RDC simple dan termasuk 'selera' saya.

Kali ini pilihan jatuh pada blouse Nadine ( PDF pattern 8€). Blouse klasik, tanpa lengan, yang bisa di padukan dengan hampir semua celana model panjang atau pendek, rok panjang/mini dan bahkan bisa untuk pelapis bagian luar dress saja. Pilihan bahan kain akan menentukan penampilan blouse ini.
Proses jahit tidak mengalami kendala, hanya butuh kain 1m saja - yaaaaay !! Tapi, tergantung panjang blouse yang di inginkan, kebetulan untuk ukuran saya cukup dengan hanya 1m, mungkin untuk kalian butuh kain lebih ataupun kurang dari 1m.
Mungkin lain kali saya akan coba jahit di kain batik atau viscose.





Pattern saya potong di size 38, tanpa perubahan apapun, kain gingham stok lama, kancing beli di Bali waktu liburan, interfacing di collar saya pake vlieseline H180 karena tidak ingin collar nya terlalu kaku.

Untuk jahit collar, seperti biasanya saya selalu mengikuti petunjuk di blog ini, karena setelah mencoba 3 versi jahit collar yang berbeda, saya lebih suka cara seperti di blog tsb.
Yang selalu saya ingat dan harus ingat adalah, untuk blouse atau kemeja wanita, lubang kancing berada di bagian kanan depan bodice dan kancingnya di jahit di bagian kiri bodice. :p *pengalaman pernah jahit terbalik bagian ini :D

Hasil jahitan menyenangkan :)  mungkin karena saya sudah beberapa kali  jahit kemeja yang sedikit lebih rumit dan bikin mumet kepala, sehingga untuk Nadine semuanya lancar.

Jumat, 29 Mei 2015

Juliette linen

Ahaa..ini Juliette ke-2 yang saya jahit. Yang versi pertama muslin wearable dari kain viscose/rayon aka untuk coba size & fitting  yg sesuai dengan ukuran badan. Kali ini saya menggunakan kain linen yang ada di stash sejak 3 tahun yang lalu. Waktu beli niat awal untuk jahit simple dress,tapi .... ;)

Linen keluaran France duval stalla saya suka tekstur nya yang halus,  warnanya eerrmmhh...bukan warna yang cocok untuk warna kulit saya :p  & bukan warna  favorit pula ( ini pertama kali nya saya punya baju dengan warna nge-jreeeng seperti ini). Kok beli? Karena suka linen, karena suka tekstur kainnya & karena saat itu hanya ini satu-satunya warna yang ada di toko kain lokal yang saya kunjungi. Setelah di atur, kain 1m15 cukup untuk blouse ini - yeesss! versi pertama saya pakai kain 1m50 dan ada sedikit kelebihan kain. 

Kain 1m15 dengan lebar sekitar 145cm 



jahit lengan blouse
 

sempat bingung pilih kancing yang mana

Pattern yang sama seperti versi pertama, size 38-40 (grading).

Sedikit kesulitan waktu pemasangan kancing pression :(. ugghh...Ini teknik baru yang perlu saya pelajari lagi. Saat pasang pression "pearl" sempat retak, hihihi... karena pukulan martil tentunya ;). Tapi karena keterbatasan kancing tsb dan malas  sedikit repot untuk ganti, jadi saya biarkan saya satu kancing retak.
Final Juliette


Selain pemasangan kancing pression, saya kesulitan menempatkan button pression ini. Hasilnya, letak kancing tidak lurus vertikal seperti yang saya harapkan.
Note. Pelajari teknik pasang button pression tanpa retakin/rusakin head button nya ; cari tips dan trik letak button pression yang benar.





Selasa, 05 Mei 2015

Blouse Juliette

Blouse Juliette  (15€) dari République du Chiffon sudah jadi incaran sejak dapat  image teasing dari designer pola nya. Suka model kerah  yang vintage & karena ini blouse --iyeeep..saya suka blouse/kemeja.

kain 1m50




Tertunda karena beberapa hal, akhirnya dapat kesempatan untuk jahit blouse idaman ini. Sesuai kolom ukuran saya jahit size 38- 40 (grading) :p  , tapi untuk cari aman saya jahit wearable muslin duluan.
Pilihan kain jatuh ke viscose dari Les Coupons de St Pierre ,  saya pakai kain 1m50 untuk bikin blouse ini (tentunya beda size beda kebutuhan kain). Kain viscose ini fluid, lemas, sedikit repot saat tracing,potong dan jahit. Tips semprot amidon (di Prancis) atau spray starch, bisa bikin sendiri - biar bisa bikin kaku kain, supaya  memudahkan proses potong & jahit untuk jenis kain seperti ini.
Ada beberapa metode lain, misalnya seperti metode pake kertas ini untuk bekerja pakai kain yang slippery seperti, misalnya kain silk, viscose atau crepe organza, etc.
Modifikasi pola yang saya bikin ;
  • shorten bodice front dan back 5cm
  • Tambahin full arm 1cm , menggunakan metode ini 
  • tambah panjang lengan 1cm, menggunakan metode seperti ini.  (rekomendasi saya untuk panjangin/pendekin pola)
  • Pindah/naikkan posisi bust dart 2cm, seperti ini.
Saat jahit tidak menemukan kendala yang berarti, petunjuk pola cukup jelas dan mudah di ikuti.

Tapi saat jahit kerahnya (yang telah di lapisi vlieseline H180) , saya sangat hati-hati dan pelan jahitnya biar jangan salah jahit yang bisa mengakibatkan kelebihan/kekurangan kain atau kerutan-kerutan di kain, untungnya berhasil dengan mulus.
Saran saya, jangan lupa menyalin dan menandai semua mark dari pola ke kain, akan sangat berguna saat jahit nanti. Kalau mark nya tepat hasilnya pun memuaskan ;)
Selain kerah, saat jahit lengan blouse juga perlahan saja. Jahit lengan baju saya kurang suka :p , very  intimidated! :(
jahit lengan

Modalnya adalah kesabaran dan perlahan jahitnya.
Untuk kancing, saya memilih pake kancing berlubang, sekalian mencoba buttonholler yang saya beli online di German beberapa waktu lalu. Hasilnya memuaskan :)

Taadaaaaa.. ini dia blouse Juliette idaman.

*fotopakainyanantinyusul

Senin, 30 Maret 2015

Dress Vanessa

Dress Vanessa pola PDF dari République du Chiffon kali ini saya jahit menggunakan kain linen agak tebal  dari Marché du Tissu saya beli tahun kemarin. Ini kedua kalinya saya jahit Vanessa, yang pertama pakai kain light wool waktu musim dingin kemarin.
Model nya yang simple bikin saya suka sekali dengan baju ini. Saya jahit versi yang simple, tidak menggunakan variasi kain seperti pola aslinya.

Ikuti petunjuk dengan cermat maka hasilnya akan bagus. Pola baju ini tidak terlalu susah (kalau sudah mengetahui beberapa dasar menjahit ;) ), karena tidak banyak memerlukan teknik "sulit".
Ada pasang bias di neckline, jahit dart, that's all ! Itu bila jahit sesuai petunjuk pola nya. :)
facing neckline

bias neckline di ganti facing & bust dart

Tapi saya bikin beberapa modifikasi di versi kedua ini.
  • Ganti biais dengan facing neckline (self-draft), untuk menghindari jahitan bias di bagian leher. 
  • Tambah satu saku, pola saku saya pakai dari sakunya rok chardon by deer and doe.
  • Pendekin baju 8cm
  • Pendekin lengan 6cm 
Lain kali mungkin saya akan jahit Vanessa ini tanpa jahit lengan, coba tambahin back dart & pendekin beberapa cm supaya bisa di pakai dengan blazer/jaket.
Inilah hasil akhir vanessa dress.

tampak dalam & luar