Ini adalah kemeja Archer ketiga yang saya jahit, terbukti pattern Archer dari grainline studio merupakan salah satu pattern kemeja loose-fit favorit saya ;)
Bila kesulitan mendapatkan paper pattern nya, ada versi digital yang bisa di print di rumah.
Di blog grainline ada sew along Archer yang sangat lengkap dan detail, sehingga sangat memudahkan buat pemula yang ingin sekali menjahit kemeja sendiri tanpa guru dan takut salah ;). Saya termasuk yang nekad menjahit kemeja di saat belum menguasai teknik-teknik menjahit, berbekal sew along Archer, di jamin lancar jaya.
Archer belum selesai
Suhu mulai menurun dan mendingin di akhir bulan Oktober ini. Di rumah saya suka pake kemeja dan legging/jeans, bisa pake cardigan di luar atau langsung pake jacket kalo mau ke luar rumah. Praktis. Iya, saya suka pakai pakaian yang praktis.
Archer ini kelar jahit awal bulan, sudah saya pakai dan cuci bolak/ik beberapa kali, terasa nyaman di kain katun yang saya beli di Mondial Tissu saat sale summer kemarin.
Seperti sebelumnya, saya potong di kain sepanjang 1m60 ( kali ini saya tambahkan panjang sekitar 4cm), collar pakai interfacing H180 supaya tidak terlalu kaku, kancing sebanyak 8 buah beli di Toko Central ;) mursidah euuy!
Oh iya, salah satu feet mesin yang sering saya gunakan saat jahit Archer, adalah foot 1/4". Karena di petunjuk banyak seam allowence 1/4", sehingga dengan foot ini proses jahit jadi lebih mudah dan cepat.
Untuk jahit kancing, saya jahit tangan saja, walaupun bisa pakai mesin dengan foot button. Tidak lupa benangnya saya wax terlebih dahulu sebelum jahit kancing. WHAT ? di wax ? he'eh. Coba lihat sedikit penjelasan singkat di sini atau silahkan googling :) Beewax saya dari Merchand and Mills ini hasil titip ke bestie saya tahun lalu saat trip nya ke sebuah salon creative di Paris (Thanks,bestie).
Beewax ini yang selalu saya pakai bila harus hand sewing. yaaay !
Size tetap di 8 ( iya, karena memang pakai pattern yang sama, yang sudah ready to cut). Finishing neckline dan armholes pakai bias yang sudah jadi dari toko, warna agak kontras, karena saya tidak punya warna bias senada dan seirama dengan warna linen.
Herannya, dengan pattern yang sama, kali ini keliatan bust dart nya agak jatuh ke bawah. hmmmh.. why ? apa karena jenis linen yang lighter di banding kain katun yang saya jahit untuk dresses ?
Kalau begini hasilnya, next time untuk jahit kain light harus naikkin bust dart sekitar 1,5cm.
Top ini saya jahit lebih panjang dari yang seharusnya demi memaksimalkan kain 80 cm :D, sayang kalo di buang potongan linen. Untuk ukuran saya dengan kain 60cm l(ebar 140cm) bisa untuk jahit top Willow ini.
Menurut saya top jenis ini termasuk garment basic. Bisa di padu dengan hampir semua bawahan, seperti pants, rok, short, kulot dan bila cuaca agak dingin, tetap bisa pakai willow tank dengan cardigan, jaket jeans, blazer/jacket.
Ini salah satu alasan saya suka pattern dari grainline studio yang rata-rata gampang di buat padu padan, easy to wear untuk daily clothing ( menurut pendapat saya lho ya.. ). Selain itu petunjuk di pattern nya sangat jelas dan sering tersedia sew-along buat yang memerlukan panduan lebih jelas lagi.
Sekitar dua minggu yang lalu, saat matahari mulai muncul ( summer judulnya), saya ingin jahit easy dress, simple to wearing di cuaca yang mulai panas. Ada pattern dari grainline studio yang belum pernah dijahit, Willow dress. ,versi PDF 16$ tapi saya sempat dapat disc 20% waktu beli.
Pattern ini aslinya terdiri dari dua pieces, saya hack untuk jadi satu piece saja, semacam A line sleveless dress.
Selain di buat dress, pattern ini bisa juga hanya untuk buat atasan nya saja, jadi simple top.
Seperti pattern grainline studio lainnya, dress ini cucok di pakai untuk sehari-hari, nyaman.
Di site grainline studio ada "step by step" atau sew-along Willow dress, yang memudahkan buat yang baru mencoba jahit dress.
Kali ini pilihan kain saya ambil kain chambray polkadot beli online di LSCP.
Pattern cut di size 8, di bagian atasan (blouse) tidak saya pendekin, tapi bagian bawah ( skirt) saya pendekin 2 cm sebelum di gabung menjadi satu pattern.
1st Willow dress - chambray polkadot
Neckline, armholes finishingnya pakai bias ( bukan finishing favorit saya, tapi demi menghemat waktu) ;)
Willow dress ke-dua, pattern saya modif sedikit, tambahkan dua saku di kiri dan kanan dress.
Selain itu, saya tambahkan 0,25cm di side seam hips ke bawah, karena ingin dress ini lebih lebar lagi di bagian bawah. Kain kali ini pilih kain japan bermotif yang sudah ada di stash sejak dua tahun yang lalu :p
2nd willow dress
Proses jahit tidak ada kendala. Dress ini cukup simple, hanya pakai bust dart, that's all !
Pattern dari grainline studio ( US indie pattern) menjadi salah satu favorit saya. Ukuran nya cocok dan model yang di draft adalah model casual yang bisa di pakai sehari-hari. Kata orang aring," gueee bangeeet" :)
Beberapa waktu yang lalu Jen mengeluarkan pattern Archer popover variation, lanjutan dari Archer shirt ( saya sudah jahit dua Archer button up shirt ini - s u k a). Sebenarnya Archer Popover ini terlihat 'simple' bagi yang pintar utak-atik pattern alias hacking pattern, tinggal modifikasi pattern Archer button up, jadilah versi Popover nya. Tapi karena saya tidak termasuk kategori 'sewing hacker' :p , jadi saya beli saja PDF nya. Untuk jahit Archer popover di butuhkan pattern Archer button-up juga, 2-in-1 gitu deh.
Saya cut Archer Popover di size 8, padahal Archer button-up saya cut di size 6. Kain 100% katun sepanjang 1m60 dari Mondial tissu.
Alteration/adjustment standar :
Shorten bodice
Shorten sleeve
swayback -2,5cm
shorten button placket 3,5cm ( karena shorten bodice dan kalau ikut pattern original button placket nya terlalu panjang ke bawah.
cuff placket kurangi 3,5cm
Saya pakai vlieseline H200 untuk collar,cuff dan placket button di kain katun. Hasilnya agak terlalu kaku, terlebih di bagian placket button nya. Mungkin lain kali kalau saya pakai kain katun dengan jenis yang sama, sebaiknya gunakan vlieseline yang lebih tipis, seperti H180 saja untuk button placket.
Semuanya saya pakai french seam. hohoho, saya ingin mencoba teknik ini. Walaupun proses pengerjaannya agak lama tapi hasilnya rapi dan bagus.
Ah, another free pattern! Kali ini dari Grainline Studio, polanya bernama Hemlock Tee. Sesuai namanya, pola ini untuk membuat tee alias t-shirt. All size. Modelnya sederhana dan longgar. Cocok untuk penggunaan sehari-hari apalagi kalau pas cuaca panas. Bahan kain yang disarankan adalah kain knit (carilah kain yang biasa dipakai untuk membuat kaos).
Untuk percobaan pertama, saya menggunakan kain pre-quilted jersey karena idenya ingin membuat sweater atau pullover (fall-winter). Jadi kain yang saya pilih ini cukup tebal dan sesuai dengan musim. Komposisi kain yang saya pakai hanya mengandung 30% katun. Sisanya polyester.
Modifikasi yang saya lakukan adalah meniadakan bagian kerah. That's all. Sisanya sama seperti pola dan petunjuk, termasuk penggunaan mesin obras untuk menghubungkan bagian-bagian pakaian. Finishing hem dilakukan dengan tangan.
Kemudian, sisa kain saya gunakan untuk membuat copy Hemlock tee tapi versi mini, untuk si kecil :D Lengan pendek karena saat itu tangan si kecil sedang dikasih "hiasan gips". Jadi lebih mudah dipakainya.
Butuh jahit sesuatu!
Setelah lihat stash pattern & kain,pilihan jatuh di Lark Tee model leher V lengan panjang. Saya belum pernah jahit yang ini,walau pattern nya sudah siap.
Dari pattern original saya bikin beberapa adjustment standar :p,swayback,shorthen bodice & sleeve.
Kain knit motif sekitar 1m50,diskonan -70% di Mondial tissu. Yaaay!
Size 6,tapi di bagian waist ke bawah saya grading ke size 8,biar agak loose.
Kain ini agak ribet untuk jahit, tipis & sedikit slippery di bawah jarum.
Awalnya saya agak deg2an jahit neckline band, takut kurang rapi,tapi saya "akalin" terlebih dahulu dengan jahit tangan di bagian V seperti tips di inet & hasilnya rapi setelah pakai mesin. Pakai jarum stretch size 75, straight stitch saja, mungkin harusnya pakai stitch 'zigzag no.4' ?
Selain jahit neckline band & hemming yang pakai mesin, sisanya saya jahit pakai serger, lebih cepat sekaligus rapi.
Petunjuk di booklet grainline studio yang lengkap dan detail ( seperti biasanya, yang bikin saya suka) mempermudah proses jahit tshirt Larktee ini.
Blouse Scout tee dari Grainline studio ini merupakan salah satu pattern favorit saya. Model basic,simple, gampang di jahit dan berpotensi untuk di modifikasi jadi modelain yang menarik (misalnya jadikan tunik, lengan nya di panjangin, model V neckline,etc). Bisa di jahit di berbagai jenis kain,katun,crepe,jersey/knit,tentunya beda jenis kain beda hasil.
Selain
itu, buat saya hanya dengan kain 1 meterpun bisa jahit scouttee :).
Sejauh ini saya sudah jahit 3 scouttee dari kain katun misalnya seperti ini , sekarang ingin coba jahit di kain crepe ( Mondial Tissu).
Ukuran kali ini saya pilih di size 6, tapi karena kain crepe lebih fluid,saya kurangi side seam di bagian waist sekitar 1cm di tiap sisi depan dan belakang, total kurangi 4cm di bagian waist. Sayangnya lengan tidak dirubah, saya lebih suka kalau di panjangin sekitar 4-5 cm. Selain menambahkan panjang bodice 4cm, saya ganti finishing neckline bias binding dengan facing neckline.
Jahit kain crepe ini pakai jarum microtex ukuran 70/10, jangan lupa dengan benang polyester. Saya hampir salah memilih benang cotton, yang sangat tidak di anjurkan untuk menjahit bahan non-cotton. Kalau beli benang, usahakan check benang polyester, lebih kuat jahitannya dan bisa untuk menjahit hampir semua jenis kain.
Pattern size 6 shoulder grading 8 di bust dan waist :p kembali ke size 6 di hips. Kain 1m50, lebar 140cm.
Modifikasi/alteration pattern :
Shorten bodice 4 cm
shorten sleeve length 5cm
swayback -2cm
add width sleeve 1cm in total ( 0,5 cm each side sleeve), antisipasi karena saat blog walking saya baca ada keluhan di bagian sleeve yang sedikit ketat,hohoho
add underarm width bodice 1 cm in total ( 0,25cm bodice front, 0,25cm bodice back) sesuai dengan width sleeve yang di tambah.
Proses jahit mulus kek jalan tol, tidak pake bingung atau nyasar :) Petunjuk pattern Grainline studio sangat jelas, di tambah dengan sew-along yang ada di site nya,tidak ada alasan untuk gagal dalam mengikuti petunjuk. Yang ada hanyalah gagal dalam meng-apply petunjuk sesuai dengan kemampuan teknik,seperti saya misalnya :P
Knit ponte ini termasuk jenis knit yang stable, sehingga saat jahit saya menggunakan straight stitch dan pakai jarum jersey. Kalau bahan knit nya lebih banyak % stretch, tidak di anjurkan pakai straight stitch, tapi harus pakai stitching khusus untuk bahan stretch ( yang sedikit zig-zag) dan pakai jarum khusus stretch ball point.
Teknik baru yang saya pelajari, menjahit sudut, perhatikan saat pivot dan jangan trim sew allowance terlalu mepet dengan sudut. Pindahkan tanda dari pattern ke kain dengan jelas dan tepat, supaya rapi hasilnya.
Secara keseluruhan saya cukup senang dengan hasil akhir blazer di kain knit ponte ini. Tapi... ( tetap ada tapi ;) ) kurang puas dengan hasil depan blazer. Terlihat agak "berat" dan jatuh ke bawah. Saya bandingkan dengan beberapa jahitan sewer lain di inet, ada yang sama seperti blazer saya tapi ada juga yang sangat rapi.. aarrgghhh. why ? why ? why ? di mana letak permasalahannya ? Apakah karena saya tidak lapisi interfacing di bodice front ? Karena facing hem front dan facing neckline front nya semua di lapisi interfacing, sehingga mungkin "berat" saat dijahit di front bodice tanpa facing. ( edit. setelah cari informasi, ternyata sagging di depan ini bisa dihindari bila bagian front bodice di beri lapisan interfacing)
Atau saya yang tidak rapi menjahit nya ? FYI, saat proses menjahit blazer ini, sempat tertunda karena adanya tragedi di Paris 13 Nov 2015, yang sempat membuat saya kehilangan semangat. (opsss..OOT tapi berhubungan)
Next time, saya akan coba jahit di jenis kain yang berbeda.
errmmhh...sudut sini kurang rapi :p
saat jahit ini agak ribet di sudut, tips, jangan trim sew allowence nya terlalu mepet sudut, berbahaya :D
Ahhaaaa..
Yang saya suka dari Grainline studio adalah semua model yang di keluarkan sarat dengan petunjuk, gambar dengan instruksi yang sangat detail untuk setiap model nya, di tambah pula ada sew alongs di blognya Jen ini.
Jen, designer Grainline mengeluarkan printed pattern dan PDF pattern. Sejauh ini saya selalu membeli yang PDF pattern, harga lebih murah dan tidak perlu ongkos kirim yang aduhai itu :) Biasanya saat launching pattern baru ada potongan harga sampai 20% - saya selalu memanfaatkan moment ini untuk isi stash pattern.
Sekarang lagi musim panas, bahkan cuaca sempat sangat panas, saya perlu blouse yang simple dan cepat jahitnya karena untuk makan malam bersama teman ingin pakai sesuatu yang "berbeda" .. haiiizzz :p . Menengok stash pola yang ada, saya pilih blouse Scout tee.
Kain katun polkadot 1m saja :D , biais bikin dari sisa kain untuk jahit necklinenya.
Potong size 4, modifikasi tambah panjang lengan 1,5cm.
Model ini hanya ada 3 potong pieces di tambah biais strip. Simple, cepat, dalam 1 jam blouse selesai.
Sehingga bisa dikatakan Scout tee termasuk 1 hour sewing project - dengan catatan pattern nya sudah di copy duluan ;) Scout tee tingkat kesulitannya di kategori paling kecil aka untuk beginner. So, jangan takut untuk coba kalau tertarik sama model ini.
Suatu waktu saya ingin mencoba jahit jadi dress, tinggal menambah panjang dari blouse jadi dress.