Pages

Tampilkan postingan dengan label B-Inspired. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B-Inspired. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 September 2017

Jumpsuit Anak

Latepost, Juni 2017

Menjahit jumpsuit untuk anak sebenarnya tidaklah sulit bila modelnya sudah disepakati bersama. Yang repot memang bila keinginan berubah-ubah sementara waktu terbatas. 

Kali ini, setelah pusing melihat beragam model, saya memutuskan untuk membuat percampuran antara 2 pola yang ada. Pertama, bagian atas jumpsuit yang menggunakan pola sendiri (kimono sleeve top) namun dimodifikasi dengan membuat kancing depan. Kedua, bagian bawah yang memakai pola dari majalah B Inspired (sebenarnya itu pola jumpsuit tapi model bagian atasnya kurang disukai oleh sang klien jadi saya ambil hanya bagian pants-nya), dimodifikasi dengan menambah panjang. Lalu, saya menambahkan ikat pinggang kain sesuai permintaan klien.

Voilà, akhirnya jadi juga dan cepat.

Bahan: 
  • katun motif sepeda, lightweight - cenderung seperti voile, Antiqua Fabrics (Jakarta)
  • katun polos merah, lightweight jenis batiste, Sigrid A Little Mercerie
  • elastik & kancing dari Jakarta




Jumat, 05 Mei 2017

Blazer Anak

Pada saat anak ingin memakai blazer sementara di tiga toko yang kami datangi tidak ada yang menjualnya, yuk ah bikin... Tapi karena agak mepet deadline-nya (ahaha, yang kasih deadline juga si kecil lah...), sementara stok kain yang cocok untuk blazer tidaklah banyak, akhirnya dengan berat hati saya merelakan sepotong kain yang sebenarnya hendak dibuat untuk dress musim dingin, hik... Demi anak, demi anak...

Pola menggunakan sumber majalah B Inspired (sekarang ganti nama menjadi B Trendy) dari Made by Oranges edisi Spring-Summer 2016 size 128.




Kalau dilihat modelnya, kelihatannya sederhana. Namun bagi saya yang belum pernah menjahit kerah blazer, berarti kesulitannya ada pada penjahitan kerah dong ya... Iyaaa... *tertunduk pingsan* Apalagi majalah B Inspired ini tidak memiliki ilustrasi gambar dalam step-by-step penjahitannya. Jadi hanya instruksi tertulis (dalam 4 bahasa: Inggris, Perancis, Jerman, Belanda). Setelah pusing tujuh keliling, akhirnya saya sedikit modifikasi polanya supaya sang kerah terlihat mirip dengan model aslinya, hehehe...

Hasil akhir, ya seperti ini. Tentu saya tidak puas dengan kerahnya. Tapi next time akan lebih baik *berdoa siang malam*. Atau untuk yang berikutnya, kita bikin yang tanpa kerah saza... yang ala-ala Channel gitu...



Bahan kain:

  • Poly cotton flannel dari Mondial Tissus
  • Rayon lining motif kucing dari Antiqua Fabrics (IG dan FB, Indonesia)



Yang jelas, seperti biasanya, si kecil happy dan langsung memakainya untuk ke supermarket, kemudian juga ke tempat Nenek. Berasa seperti wanita karir ya, Dek...


Senin, 11 Juli 2016

Summer Outfits for Kiddo

Dalam rangka menambah isi lemari si kecil plus menghabiskan sisa-sisa dan/atau stok bahan panjang semeter, saya membuatkan beberapa potong baju dari beragam pola. Yang kelar akhir bulan lalu adalah:


Pakaian yang pertama, dibuat dengan bahan kain sisa membuat celemek makan jaman si kecil di sekolah TK. Bahan ini dari katun halus yang dibeli di Mondial Tissus beberapa tahun lalu. Aksen untuk lehernya dari katun potongan kecil yang juga halus, dibeli di satu community garage sale yang diselenggarakan oleh satu sekolah swasta dekat tempat tinggal kami.

Pola ini sebenarnya mudah, tapi terus terang saya agak kesulitan dalam membuat yang pas karena di polanya tidak ada tanda dimana memposisikan bagian leher di bagian bodice. Biasanya kan ada tuh notch... Tapi kok ini engga ya... Apa saya kurang teliti yaa...




Pakaian kedua dibuat dengan sisa kain atasan Saiph Tunic ini dengan aksen kerah dan lengan dari bahan corduroy (sisa juga, dari tiga project). Berhubung sisa kain bunga-bunga tidak cukup lebar, jadi lebar gaun pun diperkecil. Hal ini tidak masalah sama sekali, hanya jadinya mengurangi "kemekaran" si gaun. Hasil akhir, saya sukak! Pingin bikin lagi dari bahan yang lain.

Dari dua project di atas, yang terhitung sebagai percobaan pertama saya menggunakan buku Petites Filles à Croquer, maka saya bisa memberi sedikit review yaitu pola yang diberikan di buku ini kurang jelas (notches, etc) dibandingkan dengan buku Vêtements Amples. Memang beda penulis sih.

Ok, sekarang pakaian ketiga. Ayayay... Agak berat. Majalah B-Inspired ini mirip Burda. Penjelasannya tanpa ilustrasi jadi saya agak kebingungan. Tapiiii... kalau kita sudah biasa menjahit pakaian, pada akhirnya kita akan pakai logika saat konstruksi. Maka saya pun berlogika ria plus memodifikasi sedikit ruffle lengan pakaian ini (diperpendek karena bahannya kurang - sisa bahan dari project Tania Culottes, dibeli dari Antiqua Fabrics Indonesia).



Di project ini, saya pun mencoba lagi narrom hem foot. Dan kali ini saya berhasil berkat video tutorial yang dikirimkan oleh teman saya (makasih, Mbak Ina!). Ternyata cukup mudah asalkan hati-hati tentunya. 



Hasil akhirnya pun tidak mengecewakan hanya saja lubang lengan agak kebesaran untuk lengan anak saya yang krempeng, hik... Selain itu, modelnya yang panjang di belakang dan pendek di depan ternyata kurang cocok untuk anak saya karena kalau dia pakai celana panjang agak hipster sebagai padanannya, udel pun keliatan, heu... Next time harus diperpanjang bagian depannya dan diperkecil rongga lengannya. Ah, kapan ya bikin yang kedua...



Oh iya, majalah B-Inspired itu lumayan lho model-modelnya. Dan bahasa yang mereka pakai ada beberapa, salah satunya bahasa Inggris. Plus, range size-nya cukup panjang, jadi anak sulung saya yang sudah masuk remaja pun masih bisa. Tentunya untuk beberapa model saja ya, ngga semua.