Pages

Tampilkan postingan dengan label pants. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pants. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2018

Alexandria Peg trousers

holla...🙋🏻 hop !
Urgent membutuhkan celpan alias celana panjang untuk musim semi panas-dingin,hihihi.. iya, musim semi mendekati musim panas, yang cuacanya naik turun , kadang panas, kadang semriwing, terkadang hujan petir 🙍.
Singkat kata saya butuh celana panjang warna uni, dikarenakan punya banyak blouse/top yang bermotif.
Pilihan jatuh ke pola Alexandria Peg Trousers dari Named Clothing Pattern , seperti di sini  sudah 3X jahit dengan sukses 💃🏻 di jenis kain yang berbeda, untuk musim yang berbeda, ini adalah Alexandria trousers jeans yang ke-empat. Otomatis menggunakan pola yang sudah sering dipakai itu, tapi kali ini saat potong kain saya tambahkan ¼" di crotch belakang untuk mengantisipasi "smile" lines yang mungkin siap 'menghadang' my bottom 😛dan saya tambahkan panjang 1cm untuk hem.
Kain saya pakai jeans light cotton (140g/m²)  dari toko kain lokal Mondial Tissus (ref. 148921).  Yang kalau saya pegang tanpa melihat label, bisa saya katakan seperti kain chambray atau mid-weight tencel..whatever.. ini kain seperti kain katun warna denim.  So, kain sepanjang 1m30 (yaaaay! irit jadi orang pendek 😅), cut di size 38.
Proses jahit tidak susah menurut saya, karena tidak membutuhkan teknik jahit yang ribet. Di waistband jahit buttonholes untuk tempat lewat drawstring nanti, tetapi bisa di skip buttonholes kalau memilih hanya pakai elastik saja di pinggang.
(old favorite) Inari white linen tee & Alexandria trousers
 Kali ini karena saya lagi rajin, saya pakai keduanya, elastik di pinggang dan drawstring. Di Alexandria peg trouser yang lain, saya hanya pakai elastik saja.

Kamis, 01 Februari 2018

Ruri sweatpants

#latepost 
 Butuh celana panjang  h i t a m  - yang hangat untuk dikenakan di musim dingin.
Pilihan jatuh ke Ruri Sweatpants, salah satu koleksi Fall/Winter 2017 "Earth Science" dari Named Clothing Pattern, indie pattern Finlandia. Ruri merupakan satu-satunya pattern yang saya suka saat pertama lihat koleksi FW17.

Kebetulan kain sudah di potong, sehingga pagi tadi langsung di jahit, prosesnya tidak banyak memakan waktu, hanya bagian saku dan waistband yang memerlukan mesin jahit, sisanya bisa pakai serger saja.. yaaay ! 💃
Kain beli di Self Tissus, 1m20 cukup untuk Ruri ukuran saya  (sometimes I love being petite 👏😜), karena waktu beli kain ada kelebihan, sepertinya sisa kain akan cukup untuk jahit rok.  Jenis kain nya agak susah di describe, pokoknya seperti bahan knit , agak tebal,  tapi bukan jogging sweat 💆. Double face, salah satu sisinya berstruktur seperti kain crepe warna hitam, sisi satunya seperti kain knit warna abu-abu. Menurut keterangan kain  namanya jersey yogi 17€/m, baru kali ini saya lihat kain seperti itu. Apakah mungkin di sebut juga Crepe Scuba  fabric? whatever ! Pokoknya saya suka.
Dari pattern asli, satu-satunya alteration yang saya bikin hanya shortening pant -6cm 🙊, selain itu ikut pola aslinya. aaahh....Saara dan Laura pintar sekali bikin draft pattern yang kebetulan buat saya tidak perlu banyak modifikasi 😍.
Tingkat kesulitan Ruri sweatpants masuk di kategori Simple.  I y a ! Benar sekali, jahit Ruri dengan mengikuti instruksi jahit dari booklet yang lengkap dan jelas, menjadikan Ruri sangat fun di jahit. 
Saat selesai jahit, saya membiarkan tanpa snap button di bagian pergelangan kaki. Lebih suka modelnya seperti itu.  Pakai snap button juga bagus sih ( sudah sempat coba pakai pin), tapi saya lebih suka lihat model tanpa snap button. Selain itu, bagian outside seam saya ambil (kurangi) sekitar 0,5cm masing-masing side.
﹏﹏﹏﹏﹏
  • setelah beberapa kali di cuci karena sering mengenakannya, saya akan mengecilkan lagi pinggang celana yang sedikit kebesaran; karet di pinggang belakang  harus saya kurangi.
    next Ruri mungkin bisa size down sekalian.

Kamis, 15 Juni 2017

Ninni culottes white linen

Tahun 2017 ini saya berkeinginan untuk menjahit lebih banyak bawahan , seperti rok (hmmmh..not my favorit to wear 😏, celana panjang, celana pendek). Yang tidak terpikir untuk di jahit adalah culottes, padahal saya telah tampung pola beberapa culottes yang biasanya saya beli saat launching pertama pola, selain karena langsung suka begitu lihat pola tsb, juga biasanya ada discount saat launching 😉.
Saya ingin sekali jahit bawahan warna putih untuk summer 2017 ini. Beberapa pola yang sudah ready to cut, adalah Tania culottes  versi pendek ( OMG ! Sudah berapa tahun pola ini ? 😹), Muscades jupe culottes,   Emerson crop pant dan Ninni waistband culottes. Pola-pola ini hanya menunggu kain yang cocok dan bisa di jahit & mood untuk menjahit.🙅
Kali ini pilihan jatuh di Ninni culottes. Kenapa ? Karena di antara pola yang sudah siap tsb, Ninni culottes ini adalah pola yang paling simple dan terlebih karena saya punya kain linen warna putih 1m50 yang cukup untuk Ninni culottes. Pola lainnya membutuhkan kain lebih panjang. Yeess !

Kain linen agak sedikit stiff, awalnya saya ingin jahit Kalle shirt dress, tapi tidak cukup kainnya. Selain dua alasan tersebut di atas, saya lebih percaya diri untuk jahit Named Clothing pattern  tanpa harus membuat muslin wearable karena dari pengalaman yang lalu, tidak ada kejutan buruk dengan ukurannya & petunjuk pola yang mudah di ikuti 💃.
Ninni culottes cut di size 40, sejak awal saya tahu culottes ini di desain dengan banyak ease alias very loose fitting. Kalau dilihat dari ease pola, bisa saja saya jahit di size 36 untuk look yang lebih fit, atau size 38 misalnya, tapi saya memang ingin culottes yang  lebar dan hasilnya seperti yang saya inginkan, apalagi ada dua sakunya.
Saya sering pakai Ninni culottes sejak selesai jahit, sangat nyaman di saat cuaca panas seperti belakangan ini.
 
Ninni culottes tidak membutuhkan banyak teknik aka sangat mudah di jahit, karena hanya pake karet di pinggang, tidak ada pleat, zipper atau kancing.
Kali berikut ingin jahit di jenis kain yang "drape", seperti tencel atau viscose dan untuk culottes lebih "formal" di kain crepe.

Selasa, 25 April 2017

Alexandria Peg Trousers

Model celana ini merupakan salah satu dari koleksi pola Spring Summer 2015 "Ticket" Named Clothing Pattern - Finland indie pattern by Laura dan Saara.
Alexandria Peg trousers  ( saya beli versi PDF) ada dua option, pants dan short. Saya memilih jahit pants, kain sudah di potong sejak winter kemarin, tapi belum mood untuk jahit sehingga tertunda.

Di pola origin saya tambahkan rise (crotch depth) di front dan back 1 cm, shorten 1,5 cm, that's all !
Awalnya saya khawatir bakal sedikit kekecilan di bagian paha, ternyata setelah di jahit hasilnya OK , nyaman di pakai. Ketika jahit, saya melakukan fitting dengan mengecilkan 3 cm di center back (hello swayback..) dan 1 cm masing-masing di side waist (total 2cm). Satu hal yang masih menjadi tanda tanya 🤔 adalah bagian depan yang kelihatan agak roomy, apakah karena efek dari model dua pleats di depan celana ? Seharusnya pants yang cocok buat saya adalah yang tanpa pleats, tapi who's care selagi nyaman di pakai. 😜


Sumringah 😊 ketika mendapati kalau pola ini saya tidak melakukan banyak alteration dan fitting-nya cukup memuaskan. Selama ini saya agak 'takut' jahit celana karena takut tidak fit sesuai keinginan, atau harus melakukan sejuta  banyak adjustments untuk mendapatkan hasil yang saya inginkan. Tapi menurut pengalaman saya menggunakan pola Named Clothing kebanyakan tidak ada kejutan yang mengecewakan alias selalu puas dengan hasilnya tanpa membutuhkan banyak adjustment ( kecuali shorten pola adalah wajib buat saya).

Alexandria trouser muslin wearable ini tidak saya pasang saku belakang, jahit di kain sejenis flannele blend  mengikuti semua petunjuk di booklet dengan seksama karena ingin mencoba teknik baru yang belum pernah saya buat, seperti membuat dua buttonholes di front waistband trousers.
Classic Shirt & Alexandria trousers
 Waistband memakai elastik dan drawstring. Kali berikut saya hanya akan menggunakan elastik saja atau drawstring saja.
yaaaay ! Akhirnya ada celana panjang!

Sabtu, 25 Februari 2017

Shelby Pants

Ingat sama project sweat-shirt hitam yang menggunakan pola I am Patterns? Nah, sweat-shirt itu kan menggunakan kain molleton ringan yang dibeli dalam bentuk potongan 3 meter. Jadi dari potongan tersebut, saya membuat juga mini sweat-shirt untuk si kecil dan... satu lounge pants. 

Lounge pants itu bahasa kerennya celana santai kali ya. Yang jelas sih celana ini memang saya buat untuk di rumah karena dua celana sejenis (RTW - ready to wear) yang ada sudah mulai lapuk sesuai usianya yang tua. 

Pola yang saya gunakan adalah Shelby Sweat Pants dari Style Arc. Kalau melihat model aslinya, celana ini lebih cocok digunakan untuk olahraga. Tapi kebutuhan saya untuk saat ini lebih kepada celana rumah yang cukup hangat terutama untuk musim dingin.



Kembali lagi ke model aslinya, celana ini menggunakan rib knit di pinggang dan pergelangan kaki. Lalu ada sepasang kantung di kanan dan kiri dimana kantung-kantung tersebut diberikan zipper. Selain itu, ada juga zipper di pergelangan kaki. Detail satu lagi, bagian pinggang menggunakan tali serut.

Versi saya: tanpa kantong, tanpa zip dan tanpa tali serut. Jadi ya jauh lebih sederhana (dan lebih cepat proses pembuatannya).

Celana ini dijahit dengan menggunakan mesin obras saja jadi seharusnya cepat kelar. Pakai kata "seharusnya" karena pada kenyataannya celana ini mulai dikerjakan di bulan Desember 2016 tapi baru sempat diselesaikan bulan Januari 2017. Padahal gampang banget tuh... heu...

Hasilnya, pants-nya memang nyaman. Sebulanan ini saya sering mengenakannya di rumah. Kadang bareng dengan si sweat-shirt, kadang dengan atasan yang lain. Pokoknya celana ini sudah cuci pakai beberapa kali. Jadi kepingin bikin lagi tapi dengan warna yang lain. Tapi mungkin next time saya tambah panjangnya sekitar 2 cm berhubung kaki saya panjang :D



Bahan:
  • Molleton ringan dari Les Coupons de Saint Pierre
  • Rib knit nitip ke teman

Selasa, 22 November 2016

Boyfriend Jeans in Light Denim

Morgan jeans by Closet Case Patterns

Boyfriend jeans merupakan satu model celana jeans yang sangat diminati oleh banyak orang dan beberapa celebrity internasional suka mengenakannya untuk kegiatan mereka sehari-hari. Modelnya sendiri ringan dan cocok digunakan dengan beragam jenis atasan maupun beragam jenis sepatu. 

Terus terang saya sendiri merasa nyaman menggunakan jeans jenis boyfriend ini, baik untuk kegiatan di luar rumah maupun di dalam rumah (maksudnya, bersih-bersih, beres-beres, masak, nyetrika, hehe...). Dan setelah berdiskusi dengan anak sulung, kami pun sepakat untuk membeli pola boyfriend jeans dari Closet Case Patterns. Nama polanya Morgan.

Untuk Morgan yang pertama, saya menggunakan jenis kain denim yang ringan/light. Bobotnya hanya 200 gram/m2. Di polanya sendiri tertuliskan saran untuk jenis kain denim non-stretch yang range-nya dari light sampai heavy. Saya pilih light dulu deh. 


Secara umum, review untuk polanya:
  • Instruksi jelas sekali. Dari tips-tips menjahit denim, cara memotong kainnya sampai dengan konstruksi/penjahitan. Kalau ada bagian yang kurang jelas pun kita bisa meluncur ke blog Closet Case Patterns karena ada beberapa panduan konstruksi jeans. 
  • Cutting polanya sendiri menurut saya pas. Mungkin lebih tepat dibilang bahwa polanya cocok dengan jenis badan saya. 
Modifikasi :
  • Hem: Sebelum memotong kain denim, saya mengecek panjang jean bagian depan dengan cara menempelkan kertas polanya ke badan saya. Merasa bahwa panjangnya tidak cukup (tinggi badan saya di atas 170 cm), saya menambah 2 cm saat memotong kain. Hemming menjadi sbb: lipatan pertama 1 cm, lipatan kedua 1.5 cm.
  • Waist: setelah fitting dan merasa pinggang kebesaran, saya mengambil masing-masing 2 cm dari sisi kanan dan kiri.
  • Belt loops: Bagian ini tidak saya jahit dua kali (kanan dan kiri) seperti halnya contoh di panduan. Yang saya lakukan hanya membuat satu jahitan di tengah (ini hasil 'ngintip' satu celana jeans milik suami, hihi...).
Selama konstruksi, pengalaman yang saya ambil:
  • Penggunaan dua mesin jahit sangat membantu. Satu untuk menyambung jahitan, satu untuk topstitching. Jadi banyak hemat waktu dalam proses penggantian benang (benang jahit dan benang topstitching).
  • Berhubung benang topstitching lebih tebal, jadi bobbin bawahnya menggunakan benang biasa saja. Kenapa? Karena dalam beberapa percobaan, bila bobbin bawah menggunakan benang topstitching juga, maka hasil jahitan bawah terlihat tidak rapi (dan ternyata bukan hanya kejadian pada saya saja tapi juga pada beberapa sewing blogger lainnya termasuk si bestie). Tapi tetap harus trial dulu untuk melihat hasil jahitan rapi atau tidak. Kalau tidak rapi, tension atas harus disesuaikan. Tips: Saya mendokumentasikan hasil trial di lembaran yang disediakan oleh satu kelas Craftsy dan kemudian saya simpan rapi di satu folder. 


Kantong belakang sedikit mendapat perhatian lebih yaitu:

Stay tape
Interfacing di desain gambar
  1. Diberikan stay tape di bagian atas supaya lebih rapi dan lurus saat dijahit. Sebenarnya ini tidaklah wajib tapi berhubung kain denim saya light, jadi saya ingin lebih terlihat solid di bagian itu.
  2. Desain kantong belakang yang kita lihat di pasaran ada beragam. Untuk membuat yang sederhana namun cukup cantik ternyata tidak terlalu sulit. Hanya bermodal penggaris dan pensil jahit, saya membuat model seperti foto di atas
  3. Untuk membuat jahitan desain kantong belakang cukup solid (seperti halnya embroidery), saya memberikan lapisan interfacing hanya sepanjang desain tersebut (di sini saya pakai Vilene G700). Saya sempat mencoba dengan jenis yang larut di air (Vilene Soluvlies) namun hasilnya kurang memuaskan.
Kantong depan, khususnya bagian lapisan dalam, saya menutup jahitan bawahnya dengan bias binding bunga-bunga berbahan dasar halus. Kemudian salah satu sisi dari fly juga saya berikan bias binding yang sama.


Topstitching fly front harus hati-hati karena ada bagian yang melengkung. Sementara bagian depan ini adalah bagian yang sangat visible saat kita mengenakan jeans-nya. Jadi maksudnya, kalau tidak rapi ya kelihatan gitu... So, buatlah topstitching di bagian ini dengan pelan dan hati-hati supaya hasilnya tidak mengecewakan.


Bagian ban pinggang bagian dalam saya jahit dengan tangan karena sudah terbiasa seperti itu. Setelah itu topstitching dengan pelan juga karena sama halnya dengan fly front, bagian ini akan kelihatan kalau tidak rapi.


Secara keseluruhan, proses pengerjaan boyfriend jeans ini tidak terlalu sulit karena selain instruksinya jelas, bahan kainnya pun ringan (bukan jenis denim tebal). Prosesnya memakan waktu lima hari dari pencucian kain denim sampai selesai topstitching akhir. Namun kemudian saya harus hunting kancing jeans dan rivets yang sesuai selera dan itu memakan waktu sekitar dua minggu (karena tidak dapat di toko terdekat, saya terpaksa hunting online dan berhasil menemukannya di satu seller eBay posisi di UK).


Voila, selesai deh si Morgan percobaan pertama. Sangat nyaman dikenakan tapi berhubung bahannya ringan, jadi agak kurang cocok untuk musim yang mulai dingin ini. Tetap bisa dipakai sih, misalnya untuk jemput anak ke sekolah atau untuk belanja ke supermarket. Tapi kalau untuk mengunjungi misalnya open air market dan mubeng-mubeng di situ selama dua jam... brrr... lumayan juga ya. Apalagi nanti kalau winter. Yo wis, dipakai di rumah wae... sambil nunggu spring summer.


Bahan denim: Tissus.Net
Bahan poplin (lapisan dalam kantong): sisa kain project terdahulu, dibeli dari Les Coupons de Saint Pierre
Benang topstitching: Bruneel
Kancing dan rivets: Silvercoast (eBay)
Bias binding: Salon Loisirs Créatifs Orléans
Stay tape: Marché du Tissus Strasbourg
Vlieseline G700: Patrons de couture