Pages

Tampilkan postingan dengan label la maison victor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label la maison victor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2018

T-Shirt Odette La Maison Victor

T-shirt! Siapa yang tidak senang mengenakan t-shirt. Selain nyaman, pakaian yang satu ini juga termasuk mudah dipadupadankan. Bahan t-shirt yang paling saya suka tentunya yang dari katun karena menyerap keringat dan adem. Selain itu, bahan ini mudah dikendalikan saat proses membuatnya menjadi pakaian, hihi.... 

Nah, kali ini saya membuat t-shirt sederhana menggunakan pola Odette dari majalah La Maison Victor edisi Mei-Juni 2017 dan kain cotton knit dari Mondial Tissus. Size yang saya pilih adalah 40 dan mesin yang saya pakai hanya mesin obras (portable) 4 benang.



With Ottobre skinny jeans

Simple, cepat, nyaman. Cocok untuk saya!


Kamis, 15 Maret 2018

Projects Half Done - Maret 2018

Jadi seperti yang terjadi pada sebagian penjahit yang membuat pakaian untuk diri sendiri, saya juga suka memulai satu project dan kemudian meninggalkannya karena berbagai alasan. Maksudnya, ya project tidak selesai. Minggu lalu saya menyelesaikan dua karena mulai "begah" dengan projects half done yang berserakan di rumah.

Yang pertama adalah atasan simple dengan pola yang sama seperti di postingan ini. Bahannya menggunakan sisa lining (satin polyester) dari project trench ini. Kebetulan minggu lalu saya menemukan toko yang menjual bias binding in satin dalam warna yang sesuai dengan keinginan. Maka, selesailah finishing atasan ini.

Note: bahannya yang licin dan super lemas agak menyulitkan jadi harus dikerjakan dengan hati-hati.



Kedua, light jacket dari bahan tenun Bali Endek dengan lining dari katun vintage. Pola aslinya dari veste Mona tapi saya modifikasi sedikit di bagian dekat leher (dibuat melengkung). Berhubung kain utama memiliki motif, jadi saya berusaha mencocokkan supaya harmonis dan itu tidak mudah, heu... 

Note: jahitan yang saya buat untuk menyatukan kain utama dan lining di bagian pergelangan tangan tampaknya harus dibuka lagi dan dibuat lebih baik (jatuhnya jadi tidak kaku, harus terlihat lebih organik).


Rabu, 19 Agustus 2015

Short Stone

Sekali-kali kita menjahit untuk pria yuk! Short Stone ini merupakan celana pendek pria yang sesuai untuk musim panas. Polanya dari majalah La Maison Victor edisi Mei-Juni 2015. Reviewnya sebagai berikut:

Short ini menggunakan button fly sebagai penutup (bukan fly front zipper). Bagi saya ini merupakan pengalaman pertama dan sempat membuat deg-degan. Tapi ternyata instruksi di majalah La Maison Victor sangatlah jelas. Memang saya sempat bingung tapi mungkin karena waktu itu sudah terlalu malam sehingga saya lelah, tidak dapat mencerna instruksi pembuatan dengan baik. Keesokan harinya, saya membaca lagi dan ternyata mudah (ingat-ingat, kalau capek ya istirahat dulu daripada hasil jahitan tidak memuaskan).

Jadi, konsentrasi penuh dibutuhkan hanya di bagian konstruksi button fly dan kantong. Selebihnya mudah dan simple. Hanya saja, hampir semua jahitan diberikan double stitching untuk efek hiasan seperti layaknya celana pria di pasaran. Jadi, harus diingat juga bahwa tahapan double stitching cukup penting bila kita ingin hasilnya lebih indah.


Di model aslinya, ada bagian untuk menyisipkan tali/pita pengikat di depan (lihat foto asli dari majalah di atas - pita hitam di bagian depan perut). Saya pun membuat lubang masuk dan keluar tali tersebut. Tapi kemudian saya melihat bahwa ikat pinggang biasa sudah cukup untuk mengencangkan short (dan lebih terlihat normal/standar dibanding ikatan pita di depan). Jadi lubang pita tidak dipergunakan. Namun yang perlu saya ingat untuk ke depannya (kalau mau bikin lagi) adalah: lubang ikat pinggang diperbesar supaya belt suami bisa masuk :D Memang karena hal ini (lubang tidak cukup besar), suami saya harus membeli ikat pinggang baru yang lebarnya lebih kecil. Tadinya saya pikir ada kesalahan di proses konstruksi. Tapi sewaktu saya cek di Instagram dengan hashtag #ShortStone, saya melihat bahwa semua celana dari pola ini memiliki lubang ikat pinggang dengan lebar yang mirip (agak lebih kecil dari standar).

Jadi, suka atau tidak? Saya suka, suami juga suka. Tahun depan saya rencana bikin satu lagi dengan warna yang berbeda (dan lubang belt lebih besar) :D

Bahan: gabardine beige dari Les Coupons de Saint Pierre



Bahan: gabardine beige dari Les Coupons de Saint Pierre
Size: XXL tanpa modifikasi


Sabtu, 11 Juli 2015

La Maison Victor: Veste Mona

Majalah La Maison Victor (LMV) adalah majalah pola menjahit dan merajut dari Belgia. Majalah ini terbilang baru, terbit pertama kali di musim semi 2014. Awalnya mereka menerbitkan per musim (spring, summer, fall, winter). Namun sejak tahun 2015, LMV terbit per dua bulan. 

Berhubung negara Belgia menggunakan tiga bahasa (Belanda, Jerman dan Perancis - tergantung area ya), maka majalah ini pun mempunyai tiga versi bahasa. Terbitan yang masuk ke negara Perancis tentunya adalah yang berbahasa Perancis. Dan saat ini terbilang mudah untuk mendapatkannya. Bisa di kios majalah dan koran, atau di supermarket besar seperti Carrefour dan Auchan (bagian majalah dan koran). Bagaimana bagi konsumen yang lebih memakai bahasa Inggris? Saat ini LMV memang belum mengeluarkan versi berbahasa Inggris. Namun suatu hari nanti, siapa tahu?

Majalah LMV memiliki model-model pakaian yang lebih simple dibandingkan dengan majalah Burda. Namun kesederhanaan ini justru banyak menarik hati para pembaca (dan penjahit). Sebagian penjahit rumahan lebih memilih model pakaian yang bisa dikenakan sehari-hari. Oleh karena itu LMV berhasil masuk di pasaran dengan cepat. Apalagi bentuk fisiknya pun menarik dan menggunakan kertas yang tidak terkesan murahan. Memang dari segi harga, majalah ini lebih mahal daripada Burda. Namun dari sisi instruksi menjahit, LMV ini lebih jelas.



Dalam tulisan ini, saya akan membahas tentang "kontak" pertama dengan satu pola LMV. Jadi first trial nih ceritanya. Pola yang saya pilih adalah veste (vest) Mona dari terbitan Januari-Februari 2015. Kenapa saya memilih pola ini? Karena level kesulitannya rendah dan modelnya basic sekali, bisa dipadupadankan dengan mudah. Jaket pendek yang ringan ini cocok untuk dikenakan sehari-hari khususnya pada musim semi dan panas. Terkadang cuaca di musim panas itu tidaklah terlalu panas. Bahkan berangin sekali. Untuk itu, saya menilai bahwa veste Mona ini sesuai dengan kebutuhan sekarang. Ditambah lagi, saya memiliki sisa kain gabardine hitam kurang lebih satu meter. Saya sempat membaca di satu blog bahwa kain satu meter (lebar antara 140 dan 150 cm) bisa digunakan untuk membuat veste Mona. 



  • Kain: Gabardine katun semi stretch warna hitam dari Les Coupons de Saint Pierre
  • Size: 40


Review di bawah ini akan banyak menggunakan perbandingan dengan majalah Burda Style karena majalah Burda ini lebih banyak dikenal di pasaran.

REVIEW Kertas Pola




Kertas pola LMV terbilang lebih simple dibanding milik Burda karena model yang ditampilkan dalam majalah ini memang tidak sebanyak Burda. Jadi tumpukan gambar dan garis di kertas pola tidaklah terlalu melelahkan di mata dan tidak pula membuat takut (yah, banyak yang takut dengan kertas pola majalah Burda lho). Selain itu, bahan kertasnya sendiri sangat solid. Tidak seperti bahan kertas koran yang digunakan untuk pola majalah Burda. Di bagian sisi kertas pola ada petunjuk tentang nama pola yang ada di tiap lembaran. Jadi ini pun lebih memudahkan kita.

REVIEW Instruksi

LMV ini tidak pelit instruksi. Plus, ada beberapa ilustrasi yang menggambarkan bagian mana yang dikerjakan sesuai petunjuk tertulisnya. Oleh karena itu proses konstruksi menjadi lebih menyenangkan dibandingkan bila kita bekerja dengan pola majalah Burda.

REVIEW Konstruksi

Selain hal yang sudah dibahas di atas, bagian review ini juga memfokuskan pada ketepatan garis pola pada saat konstruksi. Menurut saya, ada bagian yang kurang pas saat dijahit untuk pola veste ini. Saya sempat berpikir bahwa kemungkinan saya yang tidak meng-copy pola secara tepat sehingga ada bagian-bagian yang tidak sesuai. Hal ini tidak dapat dikonfirmasikan sekarang karena tentunya saya membutuhkan second trial yang dimulai dari nol (copy pola lagi). Namun, saya tidak pernah mengalami hal seperti ini dengan pola di majalah Burda.

REVIEW hasil akhir

Terus terang, saya kurang puas dengan teknik dan instruksi pemasangan lengan. Hasilnya pun menjadi kurang pas. Setelah didedel dan dijahit lagi, hasilnya menjadi lebih baik. Ke depannya harus menggunakan teknik memasang sleeve yang baku.

SUMMARY

Secara umum, pola LMV cukup sederhana dan jelas. Tapi mungkin karena model pakaian veste Mona ini terbilang mudah. 


NEXT STEP : Membuat lining/furing. Tapi jadi PR nih karena saya (selalu) bingung kalau memilih kain lining yang bermotif. Untuk sementara ini, saya memakai veste Mona tanpa furing.


Note: Kalau kamu ingin melihat hasil jadi dari para sewing blogger untuk veste Mona, coba googling dengan keyword "veste mona la maison victor". Beberapa karya mereka lebih bisa menampilkan kesederhanaan dan keindahan veste ini.