Pages

Tampilkan postingan dengan label Tilly and the Buttons. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tilly and the Buttons. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2017

Sewing Cleo

wohoooo!
Cleo dungaree  kali ini bukan untuk saya, tapi request dari seseorang. Untungnya ukuran hampir sama, beda sekitar 2-3cm dan yang pasti dia lebih tinggi dari saya 😄. 
Pola saya pakai pola yang sama seperti Cleo versi pertama, tapi ditambah panjangnya 7cm.
Kain denim dari Mondial Tissu, awalnya saya niat untuk jahit celana jeans buat saya, tapi karena malas mencari denim lagi, sehingga Cleo saya jahit di kain denim ini. Lebar denim 150cm, sehingga untuk Cleo ini cuma membutuhkan kain sekitar 1m10. Irit !
Kesulitan sangat minim, karena dungaree ini termasuk mudah di jahit, tidak ada teknik khusus. Sedikit kendala saat pasang button jeans itu 😣 Sepertinya button jeans yang saya beli itu kualitasnya tidak terlalu bagus, saat saya 🔨 lubang di bawah kancing tsb ( bahan plastik keras), tidak terbuka aka paku nya tidak masuk. Setelah 2-3X saya 🔨, yang ada pakunya bengkok tanpa masuk ke bawah lubang button itu. 😤 Ini terjadi juga saat saya pasang button jeans di Cleo versi pertama saya.
Akhirnya saya ingat kalo saya punya stok button jeans beli di supermarket, eehh.. begitu di 🔨 1X, button tsb langsung nancap dengan manis dan rapi nya. 🙌 Horreeeee ! Aah, next time pakai button jeans yang dari supermarket aja aah..Karena yang saya beli di toko alat jahit lokal   dah sempat merusakkan sekitar 5 biji button jeans. Nanti saya akan beritahu pemilik toko jahit itu, kalau pengalaman saya dengan produk dari tokonya kurang sukses.


Kamis, 01 Desember 2016

Cleo dungaree dress

Pattern Cleo dari Tilly and the Buttons ( indie pattern di Inggris ) adalah ' korban' last minute black friday sale  😪 . Sebenarnya saya sempat naksir saat awal lihat pattern ini di launching. Mengingat di saat jaman SMA 😙, saya punya overall warna biru langit yang suka saya pakai dengan kemeja kotak-kotak 😋 dan terbawa sampai awal kuliah saya ada dungaree dress dengan warna yang sama seperti overall 😄.
Terdorong oleh black friday sale  nostalgia,  akhirnya saya beli digital pattern, mumpung lagi disc 25%, jadi sekitar 8€-an.


Cleo tergolong mudah di jahit, karena tidak banyak pieces.
Instruksi pattern sangat jelas dengan skema photo yang langkah-langkah menjahit.
Di site Tilly and the Buttons ada petunjuk sizing, tips dan trik supaya kalian bisa sukses jahit dungaree dress bisa lihat di sini .
Selain itu bestie ada juga posting informasi menarik untuk membantu jahit kain denim di blog kami ini.
notions
Setelah lihat kain di stash, saya temukan kain denim medium-weight warna biru tua  yang cocok untuk jahit Cleo. Butuh kain sepanjang kira-kira 1m10 ( width 145cm)  saya cut di size 4, tanpa ada alteration, kecuali tambahkan panjang dress 1cm.
kiri atas : press facing, kanan atas : front facing
kiri bawah : benang jeans di atas, benang biasa di bobbin,
kanan bawah : hem 3,5cm cm ( 1cm +2,5cm)


Proses jahit sebenarnya bisa cepat, setengah hari pun bisa selesai jika pattern nya telah disiapkan. Tapi karena saya selang-seling dengan kegiatan lain, jadi sempat tertunda.
Untuk pemasangan dungaree clip atau pengait kancing ( pakai lebar ukuran 3cm)  tidak ada kendala sama sekali, tapi saya agak kesulitan saat pasang kancing jeans nya 😓. Sempat bengkok "paku" kancing tsb saat di 🔨, tapi kemudian saya berhasil meluruskan kembali dan pasang kedua kancing jeans tsb.  Note.  pelajari lagi cari pasang kancing jeans yang benar.
Cleo
Fitting Cleo saya suka 😍.  Di saat musim dingin bisa di pake dengan turtle neck ( klasik banget 😉) atau mungkin sweatshirt, kemeja plus legging dan boot💃. Bisa suhu mulai hangat, bisa di padukan dengan tshirt lengan pendek pula. Kali berikut mungkin akan saya jahit model A-line.

Jumat, 15 Juli 2016

Sewing Coco with Funnel Neck

Ceritanya pingin kelarin jahit Coco dress yang sudah disiapkan dan dipotong sejak kapan tahu. Memang jadinya tidak sesuai dengan musim saat ini karena selain warna kainnya termasuk gelap, lehernya pun dikasih kerah seperti yang ada di salah satu model dari Coco (tipe funnel neck). Untuk musim panas bisa kegerahan :D

Seperti pada Coco sebelumnya, saya pakai ukuran 5 dan tidak ada modifikasi. Penjahitan seam samping dan pundak menggunakan mesin jahit jenis stitching untuk bahan stretch. Setelah itu baru diobras. Tak tahu kenapa saya melakukan itu. Biasanya saya langsung cus pakai mesin obras dan mesin jahit baru digunakan pas finishing. 


Untuk bagian kerah, saya topstitching sesuai instruksi dari polanya. Jenis stitch-nya juga yang untuk bahan stretch.

Dan seperti biasanya juga, finishing tetap dengan bantuan stay tape dan double needle spesial kain jersey. Berhubung jenis kain yang saya pakai termasuk agak tebal (jenis kaos), saya agak kurang hati-hati dalam menjahit finishing ini. Akhirnya saya dedel lagi dan jahit ulang dengan slow motion dan sesekali berhenti untuk mengangkat sewing foot (then dirapikan kainnya supaya lurus).



Bahan kaos dari Marché du Tissus 2015 (thanks, again Bestie!)

Hehey, udah ada satu garment siap untuk musim dingin semriwing...



Selasa, 21 Juli 2015

Bettine dress

Ada email menarik dari Tilly and the Buttons, launching dua pattern baru. Dan salah satu nya langsung menarik hati saya, yaitu Bettine dress. Baju model simple yang saya suka. Langsung saya beli digital pattern nya - 13€-an ( mehong juga nih). Di print dulu, potong pinggiran kertas, selotip sana sini, jadilah bentuk pattern yang sesungguhnya.

Untuk versi pertama, pilihan kain jatuh pada viscose, butuh sekitar 1m70 untuk ukuran saya ( Haaahh ?!) . Pattern saya potong di size 4, memendekkan bodice 2,5cm ( pada akhirnya agak menyesal, seharusnya tetap seperti pattern original saja, karena agak pendek di bagian pinggang), memendekkan rok 2cm,selain itu tidak ada adjustment lain aka ikut pattern original. Saya jahit yang versi ada saku.
Facing di kasih interfacing favorit H180 seperti biasanya ( paling ringan/tipis yang bisa saya temukan di mercerie).

H180

neckline depan & belakang

senang kalo neckline & facing bisa rapi begini :)

rok dan saku nya
Bettine dress ini sangat nyaman di pakai, saya yakin akan jahit beberapa bettine lagi di kemudian hari dengan bahan kain yang berbeda.
Kesulitan hampir tidak ada, karena tidak ada teknik khusus yang di perlukan untuk jahit baju ini. Tapi, di sini saya belajar jahit casing elastic, ternyata gampang. Bettine versi pertama ini saya skip bagian tab di lengan, karena menurut saya kain viscose yang saya pilih akan lebih bagus gampang tanpa tab, bisa di pake untuk acara semi-formal. hiayaaah :p
tadaaaa ! 1st bettine done !

hihihi..habis jahit langsung di pake pergi

2 hari kemudian, saya ingin jahit bettine lagi karena suka sekali dengan kenyamanan baju versi pertama. Tapi, kali ini saya tambahkan kembali bodice yang saya kurangi di versi pertama ( akhirnya mengikuti total pattern original, kecuali skirt yang tetap kurang 2cm), Selain itu, di versi kedua saya tambahkan tab di lengan dan pakai kancing "nacre".
Pada saat jahit elastik, hati-hati supaya tidak terbalik kedua ujung elastik, bertemu dalam posisi yang sama, supaya nyaman di pinggang.

pasang karet

lengan, tab dan kancing

handbag di ganti 2 saku
Versi kedua , pilihan kain jatuh di kain "look-liked chambray" blending cotton-polyester 2€/m saya beli 2 tahun yang lalu di Marchè du Tissus. :)
Proses jahit versi kedua lebih cepat karena masih ingat semua langkah jahit dengan tepat :)
Habis jahit langsung di pakai ke taman,  cuaca  di luar sangat panas sekitar 35°C, walaupun demikian tapi saya tetap nyaman dalam bettine dan apalagi tanpa perlu bawa handbag karena ada saku yang siap menampung..;)  yeessss ! praktis !

Seminggu kemudian, kembali saya ingin jahit Bettine yang ke-tiga ! Kali ini jahit di kain viscose dari Bennytex. Proses jahit tidak memakan waktu yang lama, karena saya menggunakan pattern yang sama. Kali ini sya hilangkan tab dari lengan, karena viscose cukup light dan drapery,sehingga menurut saya tanpa tab akan lebih aman bagus :)

Akan adakah Bettine ke-empat ? ;) OMG ! How can I stop to sew Bettine ?!





Senin, 18 Mei 2015

Sewing Coco

Ini bukan tentang Coco Chanel ya.. :D Coco yang dimaksud adalah satu pola dari Tilly and the Buttons (silakan lihat di sini). Pola ini untuk membuat t-shirt dan dress dari bahan knit yang sangat cocok untuk dipakai sehari-hari.


Dalam instruksinya, Tilly menjelaskan cara pembuatan Coco dengan menggunakan mesin jahit rumahan. Jadi tidak harus dengan serger. Namun untuk Coco pertama yang saya buat ini, saya menggunakan serger untuk menjahit seam dan mesin jahit (dengan twin needle) untuk hem.


Dalam project ini, untuk pertama kalinya saya menggunakan twin needle untuk knit fabric. Untungnya banyak tutorial di YouTube tentang cara penggunaan twin needle di mesin jahit rumahan Brother. Jadi proses pemasangan dan penggunaan jarum kembar ini terbilang mudah.

Selain twin needle, saya juga menggunakan stay tape untuk pertama kalinya. Kegunaan dari stay tape ini adalah untuk membantu kain knit tidak banyak bergerak (krn elastis) saat kita menjahit bagian hem. Hasilnya pun jadi lebih bagus, hem terlihat lebih crisp di bagian lipatan.

Dalam foto di atas, hem bawah tanpa stay tape sehingga hasil kurang rata.


Coco sangat cocok untuk segala musim. Kita tinggal menyesuaikan: panjang lengan, bentuk kerah dan/atau panjang baju. Karena menurut saya, kita pun bisa membuat knit maxi dress dengan pola ini dan menggunakan bahan knit atau jersey yang tidak terlalu berat.



Bahan dan material:

  • Kain knit dari Marché du Tissus, Strasbourg 
  • Schmetz stretch twin needle 
  • Vlieseline stay tape