Pages

Tampilkan postingan dengan label blouse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blouse. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2019

Willamette shirt

Sekitar 2 minggu yang lalu di kota saya ada pasar kain dan salah satu kain yang saya beli adalah sejenis viscose atau rayon crepe blend. Kainnya "jatuh" dan halus di kulit sudah saya rencanakan untuk membuat atasan. Sempat ragu saat itu untuk membeli lebih panjang kain tsb karena walaupun rayon tapi tidak transparan, tapi pada akhirnya saya hanya membeli kain sepanjang 1m50 😑 yang cukup untuk jahit willamette shirt ( salah satu model favorit saya). Ini adalah ke-tiga kalinya saya jahit Willamette shirt view A, yang pertama bisa di lihat di postingan ini.
inside shirt
collar dan facing menggunakan interfacing G785


Karena menggunakan pola yang sama, saya tidak membuat perubahan apapun, kecuali pada saat jahit plaket depan, saya memutuskan untuk membuat fake kancing. Plaketnya saya satukan dengan langsung jahit kancing di atasnya untuk menyatukan, tanpa membuat lubang kancing.

Rabu, 01 Agustus 2018

Fringe blouse

yihaaaaa !💃
Setelah menyampingkan proses jahit blouse ini sebulanan, saya selesaikan tahap akhir, jahit 3 biji kancing. Sejak launching pola Fringe blouse & dress ini sudah menarik di mata saya  aka i want it 😍 !

Sebenarnya lebih naksir model dress, tapi sebelumnya saya memilih untuk jahit versi blouse wearable toile untuk lihat fitting & size pola ini, karena ini pertama kalinya saya jahit pola Chalk and Notch.
Kain tencel 1m50 dari LSCSP stok lama, size 8, modifikasi :
  • memperpanjang bodice 1cm 
  • memperpendek bagian 'blouse' 5cm
 Instruksi pola ini sangat jelas  - menurut saya 😉 . Mudah di ikuti dengan skema yang jelas dan tips yang berguna untuk kelancaran menjahit pola ini. 💯
Saya pilih jahit blouse view A yang memiliki model V-neckline dengan tiga biji kancing,  jahit lengan tanpa sleeve tab dan tidak menggunakan tali di pinggang . Front facing saya lapisi dengan vlieseline G785.
Model pola ini mengingatkan saya akan Charlie Caftan 😍 dari Closet Case Pattern, serupa tapi tak sama.😀 note. saya sering kenakan Charlie Caftan summer ini 👍, karena heatwave yang membara, suhu 32-36℃. bref.
Tak sabar untuk jahit dress Fringe ini, mumpung summer masih fanaz membara, sepertinya nyaman mengenakan Fringe dress ini.

Senin, 18 Juni 2018

Mélilot shirt

Tidak dipungkiri, Melilot shirt dari Deer and Doe Pattern ini adalah salah satu pola blouse kesukaan saya.
Ini ke-enam kalinya saya jahit blouse Melilot 🙈. Menggunakan pola yang sama untuk menjahit blouse melilot pertama saya, tapi pada saat potong kain saya tambahkan ¼" di side seam (eerrmmhh... antisipasi ukuran waist dan hips saya yang sedikit melebar🙃)
Bestie sayapun menjahit dua melilot .

Tidak ada perubahan lain di pola.
Kain poplin katun motif perenang beli di toko kain lokal berwarna seperti bendera prancis 🇫🇷 sepanjang 1M30, kancing stok beli di Bali, vlieseline pakai G785 karena kainnya lumayan tipis.
Jahit pakai metode french seam. Sayangnya saat jahit collar saya salah pasang collar inner dan outer nya, terbalik😞. Kurang sempurna hasilnya, karena bagian inner collar tampak jahitan dan lipatan nya dari bagian luar.
Tapi ya sudahlaaah, tetap suka kok dengan blouse ini..😉

Kamis, 24 Mei 2018

Fleur de l'impatiente

Blouse l'impatiente dari MLM Patrons ( Frence indie pattern)  ini adalah satu model blouse yang saya suka. Kemungkinan untuk jahit di berbagai bahan kain seperti viscose/rayon, katun, voile de coton , crepe dan silk.
Rupanya seorang teman juga menyukai model ini. Sebagai kado 🎁 ulang tahun , saya berikan blouse l'impatiente buat dia.
Pilihan kainnya menggunakan viscose motif bunga dari toko kain lokal Mondial Tissus , merupakan koleksi Printemps sekitar 2 tahun yang lalu. Karena suka sama motif ini, waktu itu saya kembali  untuk beli satu potong kain lagi 😉.

Jahit di kain viscose perlu tambahan kesabaran karena kainnya yang 'lemas' ini buat agak sulit di handle bila tidak menggunakan amidon. Jadi seperti biasanya untuk menghandle kain sejenis ini saya selalu pakai spray starch. Bisa beli di toko yang siap pakai atau bikin sendiri seperti ini.
Proses menjahit sama seperti versi pertama, polanya juga pakai yang sama, tidak ada modifikasi lain.

Sabtu, 19 Mei 2018

Keana blouse

Keana pertama yang saya jahit lumayan sering saya kenakan.
Beberapa waktu yang lalu saya jahit Keana blouse ke-dua menggunakan kain viscose/rayon motif burung yang saya dapat di toko kain lokal Self Tissus. Dikarenakan bahannya yang lebih drape di bandingkan kain crepe di Keana pertama, saya 'gambling' jahit satu size di bawah, karena saya pikir kalau kain lebih 'lemas' biasanya terlihat sedikit lebih besar. Alhasil, nge-p a s. 😜 Bagian bahu OK, tapi di bagian bust dan waist saya lebih suka pada longgar nya Keana pertama, walaupun demikian Keana kain viscose ini sudah saya kenakan beberapa kali tanpa masalah.


Proses jahit tidak berbeda dengan versi pertama, petunjuk di Named clothing pattern mudah di ikuti. Di kain viscose saya pakai vlieseline G785 untuk melapisi bagian collar dan front facing . Saya memanjangkan bodice 2cm, karena versi pertama menurut saya agak pendek. Kancing 4 biji dari stock. 
Kira-kira bagaimana yah seandainya di bikin dress ? 🤔 pakai kain tencel, chambray atau rayon lagi ...

Selasa, 10 April 2018

Duo Banksia blouse

Awal bulan April mendadak ingin jahit blouse Banksia, yang  polanya nangkring sejak beli & belum pernah di jahit. 
Pertama bikin toile wearable dulu pakai kain murmer dari toko online LCSP, beli sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, sisa jahit blouse Juliette. Saya pilih version A, lengan pendek, neckline pake binding untuk mencoba bagaimana ukuran pola Megan Nielsen ini.


Saya cut di size M, bikin swayback 1" &  shorten bodice 4cm.
Banksia ke-dua jahit di kain mousseline dari Mondial Tissu - toko kain lokal. Naksir warnanya, tapi kurang begitu suka bahannya. Kain polyester (130g/m²) ini mendapat label Oeko-Tex.
Tetap jahit menggunakan pola yang sama seperti yang warna biru itu, tapi untuk yang versi kuning, center front neckline nya dikembalikan sesuai pola asli, karena waktu jahit yang Warna biru, saya naikkan 1cm CF neckline. Ternyata hasilnya tidak terlalu dalam, jauh dari bayangan saya, jadi saya kembalikan seperti pola asal.

Jahit kedua Banksia menggunakan methode French seam, kecuali bagian sleeve saya pakai serger. Banksia biru neckline nya saya pakai strip binding dan Banksia kuning saya pakai facing neckline, di lapisi dengan vlieseline G785.
Termasuk proyek jahit yang simple, cepat dan tidak menggunakan banyak bahan kain

Sabtu, 21 Januari 2017

Blouse L'impatiente

Ada satu pola dari french indie pattern yang sudah lamaaa di stash dan baru sekarang saya sempat  jahit. Naksir modelnya yang simple sejak di launching oleh MLM Patrons tahun 2015, tapi selalu tertunda untuk merealisasikan blouse L'impatiente ini. Pola yang saya beli adalah versi PDF, lebih murah. Petunjuknya standar, ada skema yang bisa membantu, level jahit kategori Easy.
L'impatiente ada dua versi lengan, pendek dan lengan 3/4.


Kain chiffon sekitar 1m40 dari Mondial Tissu ini termasuk 'reseh' 😜 untuk di jahit. Tapi karena saya suka warnanya, jadi ya apa boleh buat. Untuk membantu handle kain yang lemas ini saya pakai ramuan spray starch andalan nan hemat 😁
bagian dalam depan


Saya cut di size M, seam allowence saya tambahkan jadi 1½cm karena finishing pakai metode 'couture anglaise', tapi di bagian sleeve saya pakai mesin obras 😬 biar cepat ( bertepatan dengan tayangan pelantikan pak Trump 🇺🇸, mau nonton tv) 😉. Model lengan saya pilih lengan 3/4.

Beberapa alteration pola yang saya buat sebelum ✂︎ kain :
  • Swayback 3cm
  • Kurangi 4 cm panjang bodice, kurangi 4cm bagian curve hem, karena ingin tidak terlalu panjang bagian curvenya. Total memperpendek 8cm 
  • Sleeve total kurangi 5½cm ( di atas dan di bawah siku)
Untuk finishing neckline, pada awalnya saya ingin menggunakan facing, tapi bingung bagaimana caranya karena saya berencana pakai sistem burrito untuk membalikkan bagian bahu nantinya.
Sempat diskusi sama my bestie ( coucou 👋) kemudian saya diberi saran dan dibuatkan sketsa back facing. Dengan sisa kain yang tidak banyak, saya coba potong tapi salah potong 🙈, akhirnya dengan sambungan  kain yang masih tersisa saya buat binding tape sekitar 40cm. Rencana awal gagal, saya pake bias binding untuk finishing neckline 😐.  Sebenarnya tidak ada masalah pakai bias, karena bila mengikuti pola memang finishing menggunakan bias tape. Tapi pada umumnya saya lebih suka pakai facing. Ini hanya masalah selera saja 😉
Kunci kerapian jahit bias di neckline bulat ini menurut saya adalah clipping sebelum di lipat di ke bagian dalam/wrong side blouse.


Yang pasti  saya suka blouse l'impatiente ini. Terbayang untuk jahit lagi di jenis kain viscose atau bahkan di buat lebih panjang jadi dress, lengan pendek dan pakai belt 💃🏻.

Minggu, 04 September 2016

Aime comme mordue

ahaaaay..😄

Pattern ACM Mordue  (14€) saya beli kurang lebih setahun yang lalu, tepat saat ACM ganti "kemasan". Berharap lebih banyak "penjelasan" alias instruksi yang lebih detail dan mungkin hand drafted line pattern di ganti dengan digital drafted, ternyata....kenyataan berkata lain.  Bref! intinya, saya naksir pattern ini, saya sempat bikin toile wearable alias muslin wearable tahun yang lalu. Tidak begitu sempurna karena waktu itu saya masih belum tahu cara handle kain viscose yang 'bandel' itu. Bahkan  saya tidak pakai sepanjang summer tahun lalu ( karena lupa), dan baru summer tahun ini saya pakai😄.
Saat cuaca panas Agustus kemarin, saya ingat ACM Mordue dan timbul keinginan  untuk jahit lagi ACM Mordue secara "benar" :)


Kain viscose 1m30 ( beli di Mondial Tissu) , kancing 6 biji ( beli di toko central), thermocollant H180 dan pattern ukuran M, saya gunakan pattern yang sama seperti tahun lalu.
ACM Mordue 2016
Teknik yang di butuhkan, pasang collar, bikin buttonholes, gathering, that's all.
Instruksi di booklet yang "sngkat" dan "padat" 😛 ini membuat saya kadang-kadang harus membuka catatan juga supaya tidak salah jahit.

Minggu, 05 Juni 2016

Dressy Talk Kimono sleeve top

Sudah beberapa waktu saya lirik Dressy Talk patterns, terlebih sejak Tatiana ( designer pattern) mengeluarkan pattern coat 4-in-1. duuuh..naksir! Tapi mengingat tingkat kemampuan jahit saya belum mencapai level untuk menjahit coat tsb :p, saya hanya bisa lirik pattern lain yang gampang saja. Pilihan jatuh di easy kimono sleeve top. Saya beli versi PDF di Etsy, sempat bertukar e-mail dengan designer nya yang siap membantu bila ada pertanyaan soal pattern. Penjelasan Dressy Talk sangat detail, di sertai gambar-gambar yang memudahkan proses jahit, seperti kesukaan saya ;)

Sebenarnya pattern jenis kimono sleeve bisa di dapat dengan mudah secara gratis di internet, membuat polanya sendiri bagi yang piawai atau ada di majalah jahit.

Sewing bestie saya juga sudah mencoba jahit blouse sejenis ini, bisa di lihat di sini tops kimono sleeve cantiknya.

Saya cut di size 48 ( whaat ? hihihi..iya, sedikit beda penentuan size Dressy Talk, size paling kecil di mulai size 42-60). Blouse ini memiliki bust dart, 2 lembar kain untuk bagian depan dan belakang saja. Kain katun butuh 65cm saja, hohoho.. irit kan ? Pattern saya pendekin 4cm, selain itu tidak ada perubahan lain.
bust dart



Saya pakai bias binding warna kontras untuk finishing neckline nya;)

contrast bias & sedikit kelihatan jahitan shoulder kanan
Teknik pemasangan bias binding di instruksi Dressy Talk ini agak sedikit berbeda di banding dengan teknik yang sering saya jumpai. Bias di neckline di jahit sebelum menjahit salah satu shoulder dan side seams. Jadi, setelah menjahit front dan back bodice di salah satu shoulder ( saya jahit shoulder kiri), jahitlah bias di neckline kemudian baru jahit lagi shoulder lainnya ( kanan utk saya).  Proses selanjutnya adalah jahit sleeves, sangat sederhana, hanya di lipat biasa seperti hem, tanpa pakai bias.

Yang saya temukan dengan teknik jahit bias seperti di atas adalah jahitan di shoulder kiri rata di banding shoulder kanan yang ada jahitan. hmmmhh... next time saya akan coba teknik 'normal' alias pasang bias setelah jahit kedua shoulder.



Fitting nya saya suka, lain kali mungkin bisa di panjangin untuk bikin dress.





Kamis, 03 Maret 2016

Blouse Nadine

Ini pertama kalinya saya menjahit baju buat orang lain, sebagai kado ulang tahun bulan januari :) iya, b a j u. Bukan pillow cover, bukan serbet, bukan dompet atau pouch, tapi baju yang di pakai ;).  Apalagi ini tanpa mengetahui ukuran badan, saya hanya mereka-reka karena ingin membuat kejutan. Syukurlah ukuran tidak meleset, karena kebetulan pattern dari RDC ini ukurannya hampir sama dengan rata-rata RTW keluaran toko pakaian (di Prancis) . Mungkin kalau saya pakai pattern lain, hasilnya akan berbeda juga.
Nadine blouse ini saya cut di size 34, kain 1m dari Mondial Tissu, tanpa alteration apapun.

Nadine blouse
Blouse nadine kedua yang saya jahit harusnya lancar jaya, tapi rupanya karena kurang teliti, stand collar yang saya potong agak besar ( heeey... ternyata 5mm means a lot utk kerapian). Akibatnya, saat saya jahit collar jadi tidak rapi karena ada kelebihan di bagian stand collar ini. Untungnya masih ada sisa kain, sehingga bisa potong lagi stand collar dengan ukuran yang tepat dan sesuai dengan pattern.


Summer nanti saya ingin jahit lagi Nadine buat diri sendiri aah..setelah edisi pertama tahun kemarin ;)

Senin, 23 November 2015

Scout tee


Blouse Scout tee dari Grainline studio ini merupakan salah satu pattern favorit saya. Model basic,simple, gampang di jahit dan berpotensi untuk di modifikasi jadi mode lain yang menarik (misalnya jadikan tunik, lengan nya di panjangin, model V neckline,etc). Bisa di jahit di berbagai jenis kain,katun,crepe,jersey/knit,tentunya beda jenis kain beda hasil. 

Selain itu, buat saya hanya dengan kain 1 meterpun bisa jahit scouttee :). Sejauh ini saya sudah jahit 3 scouttee dari kain katun misalnya seperti ini , sekarang ingin coba jahit di kain crepe ( Mondial Tissu).
Ukuran  kali ini saya pilih di size 6, tapi karena kain crepe lebih fluid,saya kurangi side seam di bagian waist sekitar 1cm di tiap sisi depan dan belakang, total kurangi 4cm di bagian waist. Sayangnya lengan tidak dirubah, saya lebih suka kalau di panjangin sekitar 4-5 cm. Selain menambahkan panjang bodice 4cm, saya ganti finishing neckline bias binding dengan facing neckline. 
Jahit kain crepe ini pakai jarum microtex ukuran 70/10, jangan lupa dengan benang polyester. Saya hampir salah memilih benang cotton, yang sangat tidak di anjurkan untuk menjahit bahan non-cotton. Kalau beli benang, usahakan check benang polyester, lebih kuat jahitannya dan bisa untuk menjahit hampir semua jenis kain.



facing neckline






Selasa, 14 Juli 2015

Blouse Nadine

Lagi-lagi jatuh cinta pada pattern keluaran Prancis dari Republique de Chiffon (RDC)  :) yang menurut saya mudah, dengan instruksi cara jahit yang lengkap bersama gambar petunjuknya, bila ada yang kurang jelas dapat menghubungi designer RDC, Géraldine - lewat e-mail dan pasti akan di jawab. Selain itu karena model dari RDC simple dan termasuk 'selera' saya.

Kali ini pilihan jatuh pada blouse Nadine ( PDF pattern 8€). Blouse klasik, tanpa lengan, yang bisa di padukan dengan hampir semua celana model panjang atau pendek, rok panjang/mini dan bahkan bisa untuk pelapis bagian luar dress saja. Pilihan bahan kain akan menentukan penampilan blouse ini.
Proses jahit tidak mengalami kendala, hanya butuh kain 1m saja - yaaaaay !! Tapi, tergantung panjang blouse yang di inginkan, kebetulan untuk ukuran saya cukup dengan hanya 1m, mungkin untuk kalian butuh kain lebih ataupun kurang dari 1m.
Mungkin lain kali saya akan coba jahit di kain batik atau viscose.





Pattern saya potong di size 38, tanpa perubahan apapun, kain gingham stok lama, kancing beli di Bali waktu liburan, interfacing di collar saya pake vlieseline H180 karena tidak ingin collar nya terlalu kaku.

Untuk jahit collar, seperti biasanya saya selalu mengikuti petunjuk di blog ini, karena setelah mencoba 3 versi jahit collar yang berbeda, saya lebih suka cara seperti di blog tsb.
Yang selalu saya ingat dan harus ingat adalah, untuk blouse atau kemeja wanita, lubang kancing berada di bagian kanan depan bodice dan kancingnya di jahit di bagian kiri bodice. :p *pengalaman pernah jahit terbalik bagian ini :D

Hasil jahitan menyenangkan :)  mungkin karena saya sudah beberapa kali  jahit kemeja yang sedikit lebih rumit dan bikin mumet kepala, sehingga untuk Nadine semuanya lancar.

Jumat, 29 Mei 2015

Juliette linen

Ahaa..ini Juliette ke-2 yang saya jahit. Yang versi pertama muslin wearable dari kain viscose/rayon aka untuk coba size & fitting  yg sesuai dengan ukuran badan. Kali ini saya menggunakan kain linen yang ada di stash sejak 3 tahun yang lalu. Waktu beli niat awal untuk jahit simple dress,tapi .... ;)

Linen keluaran France duval stalla saya suka tekstur nya yang halus,  warnanya eerrmmhh...bukan warna yang cocok untuk warna kulit saya :p  & bukan warna  favorit pula ( ini pertama kali nya saya punya baju dengan warna nge-jreeeng seperti ini). Kok beli? Karena suka linen, karena suka tekstur kainnya & karena saat itu hanya ini satu-satunya warna yang ada di toko kain lokal yang saya kunjungi. Setelah di atur, kain 1m15 cukup untuk blouse ini - yeesss! versi pertama saya pakai kain 1m50 dan ada sedikit kelebihan kain. 

Kain 1m15 dengan lebar sekitar 145cm 



jahit lengan blouse
 

sempat bingung pilih kancing yang mana

Pattern yang sama seperti versi pertama, size 38-40 (grading).

Sedikit kesulitan waktu pemasangan kancing pression :(. ugghh...Ini teknik baru yang perlu saya pelajari lagi. Saat pasang pression "pearl" sempat retak, hihihi... karena pukulan martil tentunya ;). Tapi karena keterbatasan kancing tsb dan malas  sedikit repot untuk ganti, jadi saya biarkan saya satu kancing retak.
Final Juliette


Selain pemasangan kancing pression, saya kesulitan menempatkan button pression ini. Hasilnya, letak kancing tidak lurus vertikal seperti yang saya harapkan.
Note. Pelajari teknik pasang button pression tanpa retakin/rusakin head button nya ; cari tips dan trik letak button pression yang benar.





Selasa, 05 Mei 2015

Blouse Juliette

Blouse Juliette  (15€) dari République du Chiffon sudah jadi incaran sejak dapat  image teasing dari designer pola nya. Suka model kerah  yang vintage & karena ini blouse --iyeeep..saya suka blouse/kemeja.

kain 1m50




Tertunda karena beberapa hal, akhirnya dapat kesempatan untuk jahit blouse idaman ini. Sesuai kolom ukuran saya jahit size 38- 40 (grading) :p  , tapi untuk cari aman saya jahit wearable muslin duluan.
Pilihan kain jatuh ke viscose dari Les Coupons de St Pierre ,  saya pakai kain 1m50 untuk bikin blouse ini (tentunya beda size beda kebutuhan kain). Kain viscose ini fluid, lemas, sedikit repot saat tracing,potong dan jahit. Tips semprot amidon (di Prancis) atau spray starch, bisa bikin sendiri - biar bisa bikin kaku kain, supaya  memudahkan proses potong & jahit untuk jenis kain seperti ini.
Ada beberapa metode lain, misalnya seperti metode pake kertas ini untuk bekerja pakai kain yang slippery seperti, misalnya kain silk, viscose atau crepe organza, etc.
Modifikasi pola yang saya bikin ;
  • shorten bodice front dan back 5cm
  • Tambahin full arm 1cm , menggunakan metode ini 
  • tambah panjang lengan 1cm, menggunakan metode seperti ini.  (rekomendasi saya untuk panjangin/pendekin pola)
  • Pindah/naikkan posisi bust dart 2cm, seperti ini.
Saat jahit tidak menemukan kendala yang berarti, petunjuk pola cukup jelas dan mudah di ikuti.

Tapi saat jahit kerahnya (yang telah di lapisi vlieseline H180) , saya sangat hati-hati dan pelan jahitnya biar jangan salah jahit yang bisa mengakibatkan kelebihan/kekurangan kain atau kerutan-kerutan di kain, untungnya berhasil dengan mulus.
Saran saya, jangan lupa menyalin dan menandai semua mark dari pola ke kain, akan sangat berguna saat jahit nanti. Kalau mark nya tepat hasilnya pun memuaskan ;)
Selain kerah, saat jahit lengan blouse juga perlahan saja. Jahit lengan baju saya kurang suka :p , very  intimidated! :(
jahit lengan

Modalnya adalah kesabaran dan perlahan jahitnya.
Untuk kancing, saya memilih pake kancing berlubang, sekalian mencoba buttonholler yang saya beli online di German beberapa waktu lalu. Hasilnya memuaskan :)

Taadaaaaa.. ini dia blouse Juliette idaman.

*fotopakainyanantinyusul