Bulan lalu saya mendapat kesempatan untuk mencoba pola Mélilot Deer and Doe Patterns milik Elle (Yihuy! Terima kasih sekali lagi ya, Bestie!). Dan akhirnya terwujud dua potong kemeja Mélilot bermotif yang bisa saya kenakan di musim dingin ini, tentunya di bawah pull atau sweater. Duluuu sekali saya suka memakai kemeja dan saat ini pun masih ada sekitar 5 kemeja lama di lemari. Tapi sudah pada sempit euy dan dilungsurkan ke anak. Jadi bikinlah ya yang baru... O iya, project kemeja sebenarnya adalah salah satu target belajar 2017 yaitu: membuat kemeja dengan standing collar, sleeve cuffs dan french seam. Dan saya senang karena target ini akhirnya terwujud berkat Hermes dan Mélilot.
Kedua Mélilot saya berukuran 42 dan sama-sama berlengan panjang. Perbedaannya ada di kerah dan button placket. Yang pertama, dengan kerah kemeja, hidden buttons (cuma kelihatan satu paling atas) dan satu kantung, sementara Mélilot yang kedua dengan kerah berdiri, penempatan kancing normal (kelihatan, tidak ngumpet) dan 2 kantung. Bahan kain untuk kemeja pertama dari katun Jepang, sementara yang kedua dari katun serupa dengan voile (vintage, lebar 90 cm).
Modifikasi:
- posisi darts, diturunkan sesuai puncak dada
- memperpanjang sleeves 2 cm
Rasanya saya tidak perlu bercerita banyak tentang pola ini karena Elle sendiri sudah membuatnya beberapa kali (misalnya di sini dan di sini). Secara umum, instruksi pada polanya jelas bagi saya kecuali di proses penjahitan sleeve placket & slit dimana saya harus googling ke sana kemari untuk lebih bisa memahami prosesnya. Kenapa? Karena metodenya lebih kompleks dibanding waktu saya membuat Hermes. Tapi setelah membuat dua potong Mélilot, saya mulai lebih paham.
Proses penjahitan hem yang curved juga jelas. Dibandingkan dengan Hermes yang tidak detail di bagian ini, Melilot memberikan informasi cara penjahitan yang bisa menghasilkan lengkungan yang lebih rapi.
Setelah jadi, perbedaannya yang terlihat:
- Kemeja pertama lebih enak dilihat, jatuhnya ok. Mungkin juga karena warnanya yang cenderung gelap.
- Kemeja kedua terlihat agak kaku di bagian lengan. Mungkin karena bahannya yang kurang cocok. Tapi warnanya cerah dan bahannya terasa adem di kulit (lebih cocok untuk spring summer).
Saya jadi penasaran ingin membuat satu lagi dari bahan yang jatuh, misalnya viscose atau crepe. Kalau bisa warna gelap dan lengan pendek. Kapan ya...
Bahan:
- Kain katun Jepang dari Toko Suryadi Textil Tanah Abang
- Kain voile katun vintage dari mertua
- Kancing dari stok (yang hijau dari Ps Sunan Giri)
- Pelapis untuk kerah, plaket kancing dan cuff: Vlieseline G740 hitam untuk Mélilot pertama, Vlieseline G785 untuk Mélilot kedua - Note: G740 harusnya diganti G700 atau G710 (salah ambil di stok)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar