Pages

Tampilkan postingan dengan label scrap project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scrap project. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2019

Baby Bibs

Wah, sudah lama ya saya tidak menjahit baby bibs. Jadi begitu ada teman yang melahirkan, langsung deh saya menawarkan untuk membuatkan beberapa baby bibs plus burp cloths. Semangat 45, hihi...



Pola-pola yang dipakai adalah gratisan (thank you !). Sedangkan bahan kain (katun biasa, katun jersey dan katun terry) dari sisa-sisa yang ada di rumah. Inilah salah satu fabric scraps project yang saya suka. Bongkar tumpukan sisa kain, pilih-pilih, jahit, jadi deh. Oh iya, untuk kancing snap plastik, kebetulan saya masih ada stok dari jaman membuat popok kain. Sedangkan kancing snap plastik transparan yang saya pakai untuk bib berbahan jersey, saya membelinya online dari Rascol. Kancing seperti ini cocok untuk jenis kain cenderung lemas. Untuk model bib dengan tali, saya menggunakan sisa bias binding yang ada di rumah.

Link untuk pola bib sederhana seperti yang saya buat : The Monday Blog.
Link untuk burp cloths : So Sew Easy.

Rabu, 04 April 2018

Sewing Machine Needle Organizer

Halo ! Masih tentang organizer untuk jarum tapi kali ini khusus untuk jarum mesin jahit. 

Seperti yang kita tahu, secara berkala kita harus mengganti jarum mesin jahit dengan yang baru karena ujung jarum yang dipakai berulang kali akan berkurang ketajamannya. Jarum yang tumpul akan mempengaruhi hasil jahitan. Tentunya kita sendiri yang harus aware kapan waktunya mengganti jarum terutama bila kita melihat ada yang salah dengan hasil jahitan. Namun ada beberapa sumber di internet yang mengatakan bahwa sebaiknya mengganti jarum setiap 8-10 jam pemakaian, atau setiap habis dua gulung benang di bobin, atau ada juga yang bilang setiap selesai project (nah, ini akan tergantung project-nya karena kalau project kecil-kecil rasanya ya sayang untuk mengganti jarum segera, lain soal bila kita bicara tentang project patchwork quilting yang memang panjang dan lama). Pokoknya kalau menurut saya akan lebih baik kalau kita sendiri yang aware akan kebutuhan mengganti jarum karena pasti kita mengenal dengan baik si mesin jahit dan hasil jahitannya. Bagi newbies dan baru mulai berkenalan dengan mesin jahit, mungkin ada baiknya berpatokan dengan berapa lama jarumnya bekerja. Nanti lama-lama Anda akan bisa menilai dan menyesuaikan sendiri.

Nah, berhubung jenis jarum mesin jahit pun beragam, ada yang universal, jersey, jeans, topstitch, dan lain-lain, saya belakangan ini suka pusing sendiri kalau mencari jarum yang saya butuhkan karena tercampur di satu wadah. Demikian juga bila saya harus memeriksa apakah stok jarum tertentu masih mencukupi atau tidak. Sebisa mungkin saya mempunyai stok jarum untuk satu tahun dan ada beberapa jenis jarum yang stoknya lebih banyak dibanding yang lain karena lebih sering dipakai, misalnya jarum universal dan jersey.

Di internet ada beberapa model organizer untuk jarum mesin jahit. Pada intinya: transparan, sederhana dan rapi. Akhirnya saya membuat seperti ini.


Kain yang digunakan adalah sisa-sisa saja. Lalu plastik transparan menggunakan plastik sampul buku anak saya. Dalamnya ada dua lapisan yaitu Decovil Light dan quilt polyester batting tipis. Decovil light disetrika ke kain interior (bunga-bunga), lalu di atasnya ditempatkan quilt batting, lalu kain eksterior (jumputan biru namun tidak kelihatan di foto ini). Supaya rapi, organizer di-binding dengan bias tape warna senada.


Proses menjahit bagian yang berplastik menggunakan teflon foot yang kebetulan baru saya adopsi dari sesama penggemar sewing. Penjahitan akhir untuk bias yang biasanya saya lakukan dengan tangan, kali ini langsung pakai mesin saja karena saya ingin project ini tidak memakan banyak waktu dan organizer bisa segera digunakan. Oh iya, supaya bisa digantung, saya kasih dua D-ring dan short straps. Rencananya akan saya tambahkan juga kancing jepret supaya organizer ini bisa dilipat rapi dan disimpan di lemari.


Semoga menjadi ide untuk merapikan jarum Anda ya... Happy sewing !

Rabu, 21 Maret 2018

Needle Case untuk Menyulam

Ah, ini project kecil yang kelupaan diposting yaitu needle case atau needle organizer, khususnya untuknya jarum embroidery atau sulam. Saya mengikuti video tutorial yang ada di satu kelas di Creativebug, yaitu Keepsake Needle Case by Rebecca Ringquist.


Polanya mudah saja, hanya memanjang dan nantinya bisa dilipat menjadi 3. Di bagian dalam dipasang pita untuk menyisipkan jarum, lalu satu ujung pita akan menjadi loop yang fungsinya untuk menggantung needle case di tempat yang kita mau. Untuk case saya, saya menambah kancing snap plastik untuk penutup jadi akan lebih aman saat dibawa-bawa. Needle case ini bisa saya sisipkan di tengah organizer yang saya buat di postingan ini.

Case ini berguna untuk merapikan semua jarum sulam bila kita menggunakan beragam warna dan tentunya banyak jarum.



Kamis, 15 Maret 2018

Projects Half Done - Maret 2018

Jadi seperti yang terjadi pada sebagian penjahit yang membuat pakaian untuk diri sendiri, saya juga suka memulai satu project dan kemudian meninggalkannya karena berbagai alasan. Maksudnya, ya project tidak selesai. Minggu lalu saya menyelesaikan dua karena mulai "begah" dengan projects half done yang berserakan di rumah.

Yang pertama adalah atasan simple dengan pola yang sama seperti di postingan ini. Bahannya menggunakan sisa lining (satin polyester) dari project trench ini. Kebetulan minggu lalu saya menemukan toko yang menjual bias binding in satin dalam warna yang sesuai dengan keinginan. Maka, selesailah finishing atasan ini.

Note: bahannya yang licin dan super lemas agak menyulitkan jadi harus dikerjakan dengan hati-hati.



Kedua, light jacket dari bahan tenun Bali Endek dengan lining dari katun vintage. Pola aslinya dari veste Mona tapi saya modifikasi sedikit di bagian dekat leher (dibuat melengkung). Berhubung kain utama memiliki motif, jadi saya berusaha mencocokkan supaya harmonis dan itu tidak mudah, heu... 

Note: jahitan yang saya buat untuk menyatukan kain utama dan lining di bagian pergelangan tangan tampaknya harus dibuka lagi dan dibuat lebih baik (jatuhnya jadi tidak kaku, harus terlihat lebih organik).


Handy Stitching Organizer

Tahun ini, saya mulai belajar bordir dengan tangan. Niatnya sih hanya untuk menghias pakaian yang saya buat, misalnya sedikit bordir di kerah, di kantung atau di dada. Lalu bulan ini ada kelas dasar yang saya ikuti untuk persiapan kelas bordir tradisional Brittany di bulan Mei. Semua kebutuhan stitching untuk kelas tersebut dimasukkan ke satu pouch yang harusnya untuk kosmetik. Cukup memadai, tapi setelah dipikir-pikir, saya merasa butuh satu organizer ber-pocket yang bisa menampung beberapa kebutuhan dasar dan bisa dibawa-bawa. Maka dibuatlah organizer ini.


Kain yang digunakan adalah sisa-sisa dari project menjahit sebelumnya kecuali kain utama (dulu beli di garage sale - jadi itu sisa kain yang aslinya punya orang lain). Bias binding juga dari sisa project  yaitu selimut patchwork quilting di postingan ini. Kebetulan warnanya "nyambung" dan panjangnya pas dengan kebutuhan. Pelapis dalamnya adalah Decovil Light dan kain batting yang suka dipakai untuk project patchwork (bukan yang fusible ya, kebetulan saya ada sisa yang ukurannya pas). Jadi organizer ini cukup solid untuk menampung kebutuhan saya, namun tidak kaku. Soft organizer lah...

Detail di dalam organizer :
  • Pocket besar berkancing untuk menaruh apa saja. Di sini saya memasukkan beberapa benang bordir yang sedang digunakan untuk project bordir
  • Lalu di pocket berelastik di bawah, saya memasukkan needle threader, gunting bordir, jarum bordir & jahit dan benang untuk basting. Kantung ini memang terbatas ukurannya jadi benang basting disisipkan saja di elastik tanpa masuk ke pocket. Di pocket ini bisa dijepitkan beberapa clip (merah) dan kebetulan saya butuh dua saja
  • Karena kadang sewing pins juga dipakai, maka saya membuat 2 fitur tambahan, yaitu kain putih (sisa fleece) untuk menyimpan pin serta satu mini pincushion yang dipasang kancing (jadi bisa dilepas dan disimpan di pocket besar bila perlu
  • Di sisi sebelah pincushion, saya menaruh D-ring untuk menggantung satu thimble karena kadang berguna juga untuk bordir tangan


Jadi kalau Anda ingin membuat personalized & customized organizer untuk menjahit, sesuaikan desain dengan kebutuhan Anda. Listing dulu semua kebutuhan dasar yang diperlukan. Lalu nanti saat mendesain, Anda lihat lagi list itu.



Lumayan deh, saya sekarang kalau membordir atau menjahit tangan di depan tivi atau di perjalanan, saya bisa ambil organizer ini dan mulai bekerja. Paling saya tinggal menambah lampu & kaca pembesar saja, maklum mata tua.

Sekilas tentang project bordir saya ada di foto di bawah ini. Nanti Insya Allah akan diposting lagi kalau sudah jadi. Ini bakal lama karena, hiks, kecil-kecil stitching-nya. 


Senin, 25 September 2017

Fabric Masks

Sekitar bulan Juni lalu, saya mengerjakan project sederhana namun sangat berguna untuk kami sekeluarga. Apa itu? Menjahit fabric face masks

Jadi saat liburan ke Indonesia kemarin itu, kami berencana mengunjungi Kawah Putih di Ciwidey. Sebelumnya, saya membaca beberapa blogpost terkait dengan kunjungan ke tempat ini dan semua menyatakan perlunya menggunakan masker karena bau belerang di area ini cukup menyengat. Jadi saya pun memutuskan untuk membuat beberapa fabric masks.

Project ini tergolong mudah dan kita bisa menggunakan sisa-sisa kain yang ada. Pola yang digunakan di sini adalah dari Craft Passion dimana ada 3 ukuran yang bisa dipilih. Pembuatannya tergolong sederhana, panduan cara menjahitnya pun jelas. Modelnya agak melengkung di bagian hidung sehingga ada sedikit ruang (tidak rapat di bagian tersebut).


Ternyata masker ini tidak hanya berguna untuk kunjungan ke Kawah Putih namun juga untuk di Jakarta dimana tingkat polusi sudah tinggi. Ada kalanya kami harus naik kendaraan umum maupun berjalan di trotoir. Masker ini sangat membantu.

Wah, pokoknya terima kasih banyak untuk Craft Passion !