Pages

Tampilkan postingan dengan label By Hand London. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label By Hand London. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2018

Holly Dress & Jumpsuit

Pertama kali melihat pola Holly Jumpsuit, saya tidak langsung jatuh hati. Modelnya, saya suka. Namun yang menjadi pertimbangan adalah, kaki saya akan terlihat "panjang" sekali bila mengenakan jumpsuit seperti ini (pinggang di posisi natural, celananya yang model palazzo terlihat panjang). Waktu itu saya lebih melirik jumpsuit yang panjangnya tanggung atau selutut, atau yang potongan pinggangnya jatuh di hip/pinggul. 

Suatu hari saat memesan pola untuk teman di salah satu online shop Spanyol, saya melihat ada Holly Jumpsuit versi paper. Pola By Hand London (BHL) saat ini sudah dalam bentuk PDF semua. Jadi printed pattern yang masih ada di reseller itu hanya sisa-sisa saja (BHL tidak mengeluarkan lagi printed pattern). Setelah dipikir-pikir sambil melihat hasil karya beberapa sewing blogger yang menggunakan pola ini, saya ambil lah Holly.

Awalnya, saya ingin membuat wearable muslin tapi dalam bentuk dress yang direncanakan untuk dipakai saat acara ulang tahun seorang teman di bulan April 2018. Size yang diambil adalah 10-14. Setelah polanya dicopy ke kertas transparan, saya langsung melalukan modifikasi bodice di situ. Seperti pada umumnya pola siap pakai, saya harus merubah posisi darts di dada. Lalu, pola di bagian pinggang, saya harus menambah 1.5 cm (jadi in total ada penambahan utk pinggang sebanyak 1.5 x 4 = 6 cm, besar juga ya). Penambahan ini harus dilakukan di bodice dan di bawahan.

Wearable muslin dibuat dengan kain crepe polyester dari Mondial Tissus. Facing menggunakan kain katun voile. Panjang rok dibuat semaksimal mungkin sesuai ketersediaan kain, karena niatnya memang ingin membuat maxi dress.

Di kesempatan ini, saya mencoba gathering foot dan hasilnya lumayan bagus. Kancing yang dipilih adalah jenis bundar seperti biji jagung dan tergolong vintage (dibeli di craft market khusus barang secondhand).





Hasil:

  • Katun voile tidak cocok untuk facing karena kurang stabil. Akan lebih baik menggunakan kain ini utk full lining di bodice.
  • Kain crepe yang condong berat ini kurang cocok untuk model panjang kerut di pinggang karena memberi kesan bahwa saya sedang hamil (alhamdulillah kalau iya, tapi kenyataannya kan tidak, hihi...) Note: Di bulan Agustus, saya memperpendek dress sekitar 20 cm supaya lebih terkesan ringan.

Dress ini sudah selesai sesuai waktunya untuk pesta ulang tahun teman. Tapi saya tidak jadi memakainya. Baju ini baru dikenakan saat acara pertunjukan menari si kecil di bulan Juni. 

Setelah melalui proses di atas, saya menjalankan rencana selanjutnya yaitu membuat jumpsuit dengan pola ini. Kainnya menggunakan crepe viscose dari Sacrés Coupons dan cotton silk Les Coupons de Saint Pierre untuk lining full bodice.

Modifikasi/tambahan:

  • Dua belt loop di kanan dan kiri pants
  • Dari 8 kancing, separuh berwarna merah tua, separuhnya lagi berwarna merah raspberry. 
  • Lalu, kancing merah raspberry itu cuma berisifat dekoratif. Di balik kainnya, saya memasang kancing jepret. Kenapa? Supaya kalau kebelet pipis, saya hanya perlu membuka 4 kancing merah tua. Sedangkan yang lainnya (jepret) tinggal saya tarik.
  • Meniadakan lipatan di lengan. Jadi lengan dibuat simple saja.







Hasil:

  • Nyaman dipakai karena liningnya adem. Kain utama (crepe viscose) juga tidak panas sih tapi sepertinya kain ini sudah dilapis jadi lebih tebal. Untuk jalan-jalan di bawah terik sinar matahari mungkin kurang cocok. Tapi untuk mid season atau di ruangan-bangunan ber-AC, boleh bangets.
  • Note kecil: ada gap di neckline belakang (punggung). Tidak terlalu mengganggu tapi mungkin ke depannya saya harus memodifikasi sedikit.
  • Ada sedikit kesalahan di penempatan darts (kain utama) tapi tidak terlalu kelihatan - tetap diperbaiki di bulan Agustus.


Saya akui memang jumpsuit ini memberi kesan kaki lebih panjang. Tapi saya berpikir bahwa panjangnya kaki ini tidak selalu harus ditutupi. Betul kan ? 

Rabu, 28 Desember 2016

Elisalex Red Dress

Sudah lama saya ingin membuat dress dari pola ini. Tapi memang agak maju mundur karena pertimbangan modelnya. Bodice dengan princess seam, skirt dengan tulip shape. Saya agak khawatir apakah akan cocok di badan.

Akhirnya setelah satu setengah tahun, pola Elisalex ini dipakai juga. Size yang diambil adalah 12/16. Kain utama yang digunakan adalah stretch jacquard berwarna merah. Sedangkan kain lining adalah sejenis viscose navy blue yang sangat adem. Keduanya dibeli sekitar Juni 2015 di Tissus Bennytex (Bobigny).

Berhubung kain utamanya tergolong stretch, saya harus melakukan cukup banyak modifikasi. Pertama, di jahitan samping bodice, saya ambil masing-masing 1.5 cm kanan dan kiri. Kemudian, di bagian princess seam belakang, saya ambil mengikuti lengkungan badan (jadi dicoba dulu bajunya, kemudian di-pin bagian mana yang akan diambil). Modifikasi ini hanya dilakukan di kain utama karena kain lining tidak terpengaruh (tidak stretch). Saya kurang tahu apakah cara saya ini tepat atau tidak (memadukan kain stretch dengan woven). Yang jelas, saya hanya mengkoreksi atau menyesuaikan sesuai hasil fitting yang dilakukan berulang kali. Pada proses tersebut, kain lining tidak memerlukan penyesuaian (mungkin karena tidak sebelumnya saya sudah membuat muslin dari kain katun poplin dimana hasilnya tidak menunjukkan perlunya modifikasi).


Bagian skirt tidak menggunakan pola aslinya karena saya masih kurang pede menggunakan tulip shape. Jadi untuk menggantikannya, saya menggunakan pola buatan sendiri untuk A-line skirt. Pola ini dibuat dengan menggunakan panduan di buku Cal Patch, DIY Clothes: Patternmaking Simplified. Pola dasarnya memasang zipper di samping, jadi untuk dress ini saya merubah posisi zipper ke belakang supaya satu jalur dengan posisi zipper di bodice. Modifikasi pada skirt ini ada pada darts depan dan belakang dimana saya harus menambahkan masing-masing 1 cm. 

Di pola aslinya, lining dipasang hanya di bodice. Tapi saya ingin dress ini lebih nyaman dikenakan jadi lining pun dipasang di skirt

Cara memasang lining di neckline sesuai dengan instruksi pada pola yaitu dijahit bersama sesuai panjang neckline. Kemudian saya jahit understitching supaya kain lining tidak "nongol" ke luar. Lalu di bagian lingkar lengan, saya satukan seam dari bodice-lengan kain utama dengan seam bodice kain lining dengan jelujur tangan. Setelah itu saya obras. Proses penjahitan kain lining ke kain utama pada bagian zipper (black 50 cm) adalah secara manual alias pakai tangan (slip stitch). Juga hemming pada lengan dan skirt dijahit dengan tangan (catch stitch) selebar 2 inches

Hasilnya terlihat jadul ya? Hihi...