Pages

Tampilkan postingan dengan label NewLook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NewLook. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

Dua gaun di bulan Juni 2016

Pesanan yang selesai bulan Juni ini adalah dua potong dress dengan menggunakan pola yang berbeda. Dress pertama, pola Lekala nomor 4360 yg modelnya fit, ukuran 40 (size Eropa, bukan size Perancis). Sedangkan dress kedua menggunakan New Look 6145 yang modelnya lebih ample (shift dress), tampilan D ukuran 38 (size Eropa juga, bukan size Perancis).

*tabel ukuran New Look 6145

Berhubung pola Lekala yang digunakan ini lebih ditujukan untuk bahan kain jenis knit, maka saya harus membuat muslin terlebih dahulu mengingat bahan kain yang akan dipakai adalah woven (medium weight cotton jenis quilting).



Muslin pertama Lekala menggunakan ukuran 38. Saya mencocokkan semuanya (lingkar dada, lingkar pinggang dan lingkar pinggul) dengan ukuran baju teman (tidak ada proses fitting langsung dikarenakan posisi teman yang jauh). Ternyata terlalu kecil. Saya menghubungi Lekala untuk menanyakan tentang pola tersebut, tepatnya tentang konversi ukuran pola pakaian dengan knit fabric dibandingkan dengan woven fabric. Mereka menjawab dengan jelas dan memberikan kesempatan pada saya untuk berpikir dan mengecek lagi apakah saya mau menukar pola ke ukuran yang lebih besar. Mereka bilang saya bisa tukar tanpa biaya. Cool! Jadi setelah mengecek ulang, saya tukarlah pola tersebut dengan satu ukuran lebih besar (40). Print ulang, trim, tempel, gunting... haemmm... PDF pattern... I'm not a fan.

Muslin kedua, semuanya sesuai ukuran kecuali di bagian under arm. Jadi saya ambil sekitar 1.5 cm kanan dan kiri. Kemudian setelah mempertimbangkan posisi zipper yang di samping, tampaknya kantong harus digeser lebih ke tengah.

Ah iya, desain awal seperti ini :


Pra-penjahitan, seperti biasa kain harus dicuci dahulu, dijemur dan disetrika. Sambil menunggu proses ini, saya memesan kain lining alias furing. Beberapa hari kemudian, kain tersebut sampai dan langsung saya cuci. Ok, yuk, mulai potong kain sesuai pola. Mulai dari kain-kain utama dulu.

Kemudian muncul lah kekhawatiran pertama. Setelah saya meletakkan potongan kertas pola di atas kain polkadot, ternyata saya baru sadar kalau kedua kain lebarnya 110 cm dimana untuk dua dress yang direncanakan bisa tidak cukup. Kenapa? Kerah untuk kedua dress tersebut dipotong secara bias alias diagonal sehingga memakan kain lebih banyak (menyisakan potongan yang tanggung juga ukurannya). Besar kemungkinan, kain untuk dress kedua tidak akan cukup karena ada pieces dari dress pertama yang mengambil juga dari kain untuk dress kedua (untuk kerah dan kantong itu). Jadi saya memodikasi dress kedua dengan menambahkan kain katun lain (popeline Mondial Tissus) berwarna merah. Dengan pertimbangan ini, akhirnya saya mengerjakan dress kedua dulu.

Kekhawatiran kedua, kain untuk dress kedua yaitu katun kotak-kotak merah memiliki garis horizontal yang tidak lurus. Idealnya, bila kita menggunakan kain kotak-kotak, jahitan di belakang dan lengan menyambung rapi, atau istilahnya pattern match. Dan idealnya lagi, bila kita menggunakan kain motif seperti ini, panjang kain harus lebih banyak dari yang seharusnya karena harus matching kotak/print tersebut. Namun bila garis horizontalnya tidak lurus, bagaimana kita bisa menyambung di jahitan? Impossible. Untuk hal ini, saya terpaksa mengabaikannya. Baju tetap dijahit sesuai kain yang sudah dipotong dan diusahakan lurus secara vertikal.

Kekhawatiran ketiga, dress pertama yang akhirnya dikerjakan belakangan :D Model kerah dari dress ini memiliki bukaan di samping kiri leher. Untuk itu pola asli dari Lekala memasang zipper di samping, bukan di belakang punggung, dan lengannya pendek model cap (cap sleeves). Contoh gambar baju yang diinginkan teman saya (hanya tampak depan) memiliki lengan pendek standar. Awalnya saya pikir bisa saja menggunakan ide tersebut (lengan pendek standar) dengan zip samping. Tapi... setelah dipikir-pikir, dengan tidak adanya proses fitting, saya khawatir teman saya tidak bisa masuk ke dalam dress tersebut. Sedangkan kalau saya mengikuti pola asli dengan cap sleeves, ujung zip berakhir tepat di bawah cap kanan jadi ada bukaan yang lebar supaya badan bisa masuk. Akhirnya saya bikin cap sleeves saja daripada beresiko, apalagi model dress-nya fitted, bukan loose.

Kerah di dress pertama (polkadot) pada akhirnya tidak dipasang kancing karena saya khawatir bobot kancing akan membebani kerah. Mungkin akan berbeda bila kain yang digunakan memiliki kandungan wol dimana strukturnya lebih solid.


Proses pemasangan lining dilakukan dengan tangan. Karena sudah sempat coba dua kali, jadi kali ini saya lebih yakin-kin. Yang penting liningnya disetrika dulu sesuai batas seam allowance. Jadi nanti pas dijahit dengan tangan ke dress, kita tidak repot. Kain lining untuk dress pertama adalah katun jadi relatif lebih mudah dikendalikan. Sedangkan dress kedua, liningnya dari satin polyester sehingga agak lebih sulit. Intinya, setrika dulu dengan melipat sesuai seam! *a big reminder*

Secara umum, berhubung saya sudah pernah dua kali membuat baju menggunakan pola New Look 6145 (satu dengan denim, satu lagi dengan batik plus lining), tentunya dress dengan pola Lekala 4360 lebih sulit, apalagi pieces dan darts yang ada lebih banyak dibanding pola New Look. Namun setelah jadi, saya pun naksir pola Lekala ini. Manis. Kayak gulali :)









Selasa, 31 Mei 2016

Batik Shift Dress

Untuk satu acara yang jatuhnya hari Sabtu lalu, saya ingin membuat satu dress sederhana namun dengan menampilkan identitas Indonesia. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat lagi dress NewLook 6145 namun dengan bahan kain batik Solo kiriman dari ibunda beberapa bulan yang lalu.

Untuk dress ini, saya masih menggunakan ukuran yang sama dengan yang ada di post denim dress. Namun ada sedikit penyesuaian dart dada supaya jatuhnya lebih agak rapat. Kain batik yang digunakan terbuat dari bahan katun yang kualitasnya di atas kain-kain batik yang pernah saya jahit sebelumnya. Dan, supaya jatuhnya lebih nyaman lagi, saya menambahkan lining di dalamnya. Penjahitan lining ke kain batik menggunakan tangan alias hand sewing. Sebelum lining dijahit ke outer dress, bagian facing leher harus diselesaikan dulu sampai understitching plus press.



Dari pengalaman memasang lining di Laurel dress kotak-kotak plus dari sharing dengan sewing bestie, intinya saya hanya menyambungkan dua bagian besar yaitu bagian outer dress dan bagian lining-nya (tanpa lengan maupun facing leher). Jadi, kedua bagian besar itu harus dijahit dulu satu per satu. Setelah selesai, baru digabungkan, dijahit dengan tangan di bagian seam allowance (pundak, kerung lengan, ritsleting sampai bawah) dan pada penyambungan facing dan lining yang langsung ke kain lining.

Bingung? Saya mencari-cari blog atau artikel yang membahas lengkap tentang pemasangan lining pada dress berlengan, tapi saya belum menemukannya. Pokoknya hasil lining di facing dan zipper spt di foto bawah ini.



Note untuk self reminder: mengingat sebagian kain batik memiliki motif yang besar, jadi sebaiknya  motif di bagian jahitan belakang menyambung. Namun berhubung biasanya kita membeli kain batik hanya sepotong, jadi akan ada kesulitan menyambung motif seperti yang terjadi pada dress batik ini. Sambungan jahitan di bagian belakang, terlihat di foto, tidak menyambung secara sempurna. Sepotong kain batik yang digunakan untuk dress ini sudah tergolong pas-pasan untuk membuat shift dress selutut, jadi agak sulit untuk membuat sambungan yg sempurna. Lain kali, kalau ada kain batik yang bagus, belinya langsung dua! Eh ini kain hadiah ding, ngga enak minta dua :D


Sisa kain yg dibuat utk lengan, masih bisa diupayakan untuk mendapat bagian yang pas di sisi (lihat foto, motif besar pas ada di sini). 


Dan ini foto pemakaian dress yang kedua kalinya pada hari Minggu 29 Mei 2016 saat kami makan siang di Bercy Village, Paris. Love it! Thanks, Mom for the fabric!




Kamis, 28 April 2016

Denim Dress dengan pola NewLook 6145

Pola untuk membuat shift dress sudah cukup banyak ditemukan di pasaran. Dan sebenarnya cukup mudah membuat pola sendiri untuk model seperti ini (sotoy ceritanya :D ). Shift dress itu hanya lurus dan loose (tidak pas di badan alias tidak fitted). Namun ada dart di dada dan di bagian pinggang belakang. Standar kan ya... Walau terkesan basic banget namun model shift dress ini banyak yang menggemari. Dari produsen pola bernama besar sampai yang indie, mereka mengeluarkan model seperti ini. Yang sudah pernah tampil di blog Sewing Besties tentunya Laurel dari Colette Patterns. Nah, kali ini kita melihat pola yang lain yaitu NewLook 6145.



Bahan yang saya gunakan pada project ini adalah denim dari Merchant and Mills. Waktu saya mengunjungi pameran Salon Aiguille en Fête pada bulan Februari yang lalu, salah satu penjual di stand Merchant and Mills mengenakan simple dress berbahan denim ini. Jadi saat itu saya bilang ke mereka bahwa saya mau juga bahan denim seperti yang dipakai si Mbak itu. Jadilah satu setengah meter bahan denim dibawa pulang. Dan baru sempat dijahit sekarang >_<

Seperti biasa, dalam menjahit bahan denim kita perlu memperhatikan:
  • Jenis benang 
  • Jenis jarum
  • Tension atas (perlu disesuaikan)
Jadi, sebaiknya pakailah benang dan jarum khusus untuk menjahit denim (sekedar saran...).


Ukuran yang saya ambil untuk pakaian ini: 16. Modifikasi yang saya lakukan hanya di bagian dart dada. Kemudian, saya memperpanjang pola dress ini sebanyak 8 cm supaya tidak terlalu pendek. Terakhir, saya menambahkan kantong yang menurut anak saya terlalu jauh ke bawah tapi saya memang sengaja membuatnya begitu.


Sebenarnya sih, kita bisa memberikan aksen berupa jahitan topstitch dengan benang warna kontras di bagian-bagian tertentu, misalnya di sekeliling kantong, di keliman lengan atau di sepanjang lubang masuk leher. Saya sudah menyiapkan benang topstiching berwarna fuchsia, tapi akhirnya batal. Topstitch dilakukan hanya dengan benang biru tua, seirama dengan warna denimnya. Not bad lah... Sekarang saya menunggu cuaca membaik supaya bisa mengenakan dress ini saat menjemput anak ke sekolah atau saat belanja ke supermarket *ah ini masih dingiiiin...*

Update: Perdana dipakai keluar rumah, 15 Mei 2016