Pages

Tampilkan postingan dengan label linen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label linen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2020

Linen Top with Embroidery

Another linen. Dulu kain ini dibeli di toko Eurodif dan sebagian digunakan untuk membuat craft. Sisanya untuk membuat rok bawah project muslin Burda tapi rasanya tidak pernah saya foto. Lalu baju Burda itu jarang sekali dipakai. Nah, daripada mubazir, saya dedel dari atasannya dan saya buat menjadi atasan sederhana. Polanya menggunakan Pia dress dari Tessuti tapi hanya bagian atasnya saja. Ukurannya adalah M.

Karena warnanya kurang oke untuk kulit saya, maka saya berusaha menghias atasan linen ini dengan bordiran bunga-bunga cantik yang motifnya saya dapat dari satu buku Jepang karya Wakako Horai (bisa cek di Amazon ini). Bordirannya hanya di satu sisi saja yaitu dekat pundak kanan. 





Lumayan juga hasilnya walau tidaklah sempurna. Satin stitching belum terlalu saya kuasai, hik hik...



Minggu, 16 Februari 2020

Linen Tops

Tahun 2020 ini, saya bertekad untuk sedikit demi sedikit beralih kepada linen. Kenapa ? Karena proses produksi kain linen itu lebih ekologis dibandingkan katun atau viscose, dua serat alam yang sangat saya sukai. Tentunya saya tidak akan mengabaikan tumpukan kain yang sudah ada di rumah. Jadi semua harus digunakan pada waktu yang tepat.

Nah, karena tahun ini pun saya masih ingin aktif membuat sulaman di baju dan karena media yang paling enak untuk disulam itu menurut saya adalah linen, jadi kali ini saya membuat lagi pakaian linen yang nantinya akan disulam.

Satu potong kain linen putih mid-weight lebar 2.8 m dan panjang 1.10 m menghasilkan dua atasan. Linen ini sendiri dibeli dari toko Que du Lin

Yang pertama adalah tunik loose dengan pola dari majalah Coudre C'est Facile (sebelah kiri di foto). Majalah ini adalah versi terjemahan dari majalah menjahit Jepang yang berjudul Sewing Pochée. Ukuran yang dipakai adalah XL. Tunik ini bisa dikenakan di atas t-shirt lengan panjang atau langsung seperti itu.





Yang kedua adalah atasan tanpa lengan dengan pola dari majalah Modes et Travaux. Sesuai petunjuk di majalah tersebut, atasan ini full lining dan saya memakai katun voile sebagai lining. Penambahan renda di bawah itu merupakan keinginan pribadi saya. O iya, ukurannya adalah 42. 




Apakah nanti tetap akan disulam ? Kita lihat saja yah...

Rabu, 24 Juli 2019

Hermes Shirt Dress

Dulu saya pernah membuat muslin untuk pola Hermes by I Am Pattern ini dari bahan viscose. Sekarang saya membuat versi aslinya dari bahan linen berwarna hitam yang dibeli dari Ellen Troyes. 

Ukuran yang diambil adalah 42 dan bahan yang dipakai sebanyak dua meter (lebar 150cm). Sebenarnya bahan yang disarankan untuk shirt dress lebih dari 2 meter, jadi saya harus memodifikasi  panjang shirt ini dan mengusahakan supaya maksimal bahan terpakai.

Sebelum dijahit, saya menemukan ada sedikit lubang kecil di satu potongan yang sudah disiapkan untuk bagian depan. Akhirnya saya mengakalinya dengan membuat bordiran di bagian itu di atas potongan kain kecil menutupi lubang. Bordiran menggunakan pola dari satu majalah (Nina) dan benangnya dari silk. Hasilnya sih lumayan. Tidak sempurna tapi lumayan.


Modifikasi lainnya yaitu di posisi dart depan dan membalik lipatan bagian punggung belakang ke arah yang sebaliknya. Bingung? Lihat foto di bawah ini, shirt bagian belakang. Kalau di pola aslinya, lipatan yang terlihat dari luar ya seperti ini. Tapi saya justru membuat bagian itu untuk di bagian dalam. Hasilnya jadi mirip bagian belakang kemeja suami :)


Untuk isu yang saya utarakan di Hermes pertama yaitu yang terkait dengan finishing hem (curved), saya akhirnya menggunakan cara yang digunakan pada kemeja Melilot Deer and Doe. Jadi di-hem terlebih dahulu sebelum menjahit sisi kanan dan kiri kemeja.

Semua seam dijahit dengan menggunakan teknik french seam. Jadi, no serger.








Minggu, 30 April 2017

Yellow DD Mélilot shirt

Tak terasa sudah di penghujung April 2017.
Mélilot shirt linen jadi jahitan penutup bulan April. Ini merupakan Mélilot ke-dua di bulan april dan Mélilot ke-lima yang saya jahit 😀.
( aiih.. ciri-ciri saya jatuh cinta 😍 berat sama pola ini)


Mélilot di jahit di kain linen warna kuning , 1m only 💃 yang saya beli di Mondial Tissus.
Pola tidak ada perubahan, sama seperti Melilot yang ini.  Tapi shape nya agak berbeda karena kain linen yang agak stiff .
Finishing pake french seam semuanya, sehingga tidak ada yang di obras.
french seam inside the shirt
Semoga bulan Mei ini matahari ☀️ semakin rajin muncul biar cerah seperti Melilot kuning. 
Bye April 🌷and welcome May. 🌼🌻

Sabtu, 16 Juli 2016

Ann Normandy sleeveless shift dress

Saya naksir linen shift dress dari Ann Normandy design. Yang menarik karena contoh design yang di pajang semuanya menggunakan kain linen.hihihi...saya suka kain linen bingit, walaupun cepat kusut nya ;) Eh iya, di sini ada info menarik soal linen.

Setelah sempat chit-chat nanya-nanya sama Kim ( designer pattern AN), saya beli pattern PDF ( adanya cuma PDF)  Maxi dress yang bisa di modif jadi sleeveless shift dress .

Uniknya model dress ini adalah bentuk V-neckline dan shape armhole . Awalnya saya agak ragu untuk jahit karena model armhole yang agak segi empat ini, tapi keinginan untuk jahit kain linen bikin saya nekad coba jahit muslin wearable terlebih dahulu.

Ini baru pertama kalinya saya coba pattern dari AN. Cutting nya OK, tapi menurut saya instruksi yang di berikan kurang detail, tidak banyak schema, ada foto tapi hitam/putih dan tidak begitu jelas. Instruksi banyak di berikan hanya melalui kalimat, hiiikss.. Buat saya yang sering menggantungkan harapan pada image :) jadi agak tersendat :p.

Tapi designer pattern nya sangat mudah di hubungi dan memberikan respon e-mail yang cepat saat saya mengalami kebingungan, sehingga pada akhirnya berjalan lancar.



Maxi dress yang panjang dan ada vent di samping kiri kanan, saya skip alias saya hilangkan vent dan jahit dress yang lebih pendek untuk coba bikin muslin ini.

Kain linen 1m10 dari Mondial tissu, size M sebagai awal. Tidak ada adjustment, kecuali shortening dress saja. Kain 1m10 tidak mencukupi untuk facing armhole, sehingga lebih aman beli kain 1m25 ( hihihi..saya suka ngepas alias irit soal kain).

Sejak awal saya sudah agak 'curiga' sama V-neckline nya, akan terlalu ke bawah :) Short torso seperti saya dan juga alasan 'kenyamanan', saya lebih suka kalau V-neckline nya tidak terlalu dalam ;) Tapi karena saya malas modif pattern, saya biarkan apa adanya. Next time harus di naikkan sekitar 1,5cm.
Bentuk lengan nya yang unik ini, ternyata sangat memudahkan bila ingin membuat adjustment. Karena tidak shape curve seperti biasanya, sehingga mau membuat lebih besar/kecil, langsung menambahkan saja besar yang ingin di tambah/kurangi.

pocket
Saat proses jahit saya agak bingung cara pasang saku nya. Seharusnya ada dua saku, di sisi kanan dan kiri, tapi saya cuma jahit satu saku. Pattern saku cuma ada 'facing pocket' saja dan langsung di jahit di front dress, sehingga jahitan saku akan tampak dari depan dress. Karena biasanya saku terdiri dari dua potong kain, sehingga saya jahit masing-masing potong di front dan back dress, kemudian di gabung jadi saku di bagian inner :p. ternyata salah, bukan seperti itu kalo mengikuti cara dari pattern AN ini. Tak apalah, ini sebagai pelajaran buat saya ;)

Finishing semuanya pakai bias, lagi-lagi kain saya kurang dikit, jadi terpaksa ada bagian facing tertentu saya gunakan kain berbeda, tak apalah karena di bagian dalam baju ;)

Yang perlu di perhatikan dalam jahit dress ini, banyak di temukan teknik untuk jahit di bagian angle, juga jahit V-shape. Berikan perhatian saat melakukan clip di bagian2 ini!

Rabu, 13 Juli 2016

Willow tank

Woohoooo...
Cuaca summer beberapa hari kemarin terbilang sangat panas , suhu sempat sampai 36°C di hari tertentu😩, sehingga bikin semangat & pemacu untuk jahit Willow tank dari Grainline studio :) Ada kain linen light sekitar 80cm yang lebih dari cukup untuk jahit top simple ini. Versi dress Willow ada di sini, sehingga proses jahitnya terbilang sangat amat cepat.
willow tank linen
Size tetap di 8 ( iya, karena memang pakai pattern yang sama, yang sudah ready to cut). Finishing neckline dan armholes pakai bias yang sudah jadi dari toko, warna agak kontras, karena saya tidak punya warna bias senada dan seirama dengan warna linen.


Herannya, dengan pattern yang sama, kali ini keliatan bust dart nya agak jatuh ke bawah. hmmmh.. why ? apa karena jenis linen yang lighter di banding kain katun yang saya jahit untuk dresses ?
Kalau begini hasilnya, next time untuk jahit kain light harus naikkin bust dart sekitar 1,5cm.
Top ini saya jahit lebih panjang dari yang seharusnya demi memaksimalkan kain 80 cm :D, sayang kalo di buang potongan linen. Untuk ukuran saya dengan kain 60cm l(ebar 140cm) bisa untuk jahit top Willow ini.

Menurut saya top jenis ini termasuk garment basic. Bisa di padu dengan hampir semua bawahan, seperti pants, rok, short, kulot dan bila cuaca agak dingin, tetap bisa pakai willow tank dengan cardigan, jaket jeans, blazer/jacket.

Ini salah satu alasan saya suka pattern dari grainline studio yang rata-rata gampang di buat padu padan, easy to wear untuk daily clothing ( menurut pendapat saya lho ya.. ). Selain itu petunjuk di pattern nya sangat jelas dan sering tersedia sew-along buat yang memerlukan panduan lebih jelas lagi.

Jumat, 29 Mei 2015

Juliette linen

Ahaa..ini Juliette ke-2 yang saya jahit. Yang versi pertama muslin wearable dari kain viscose/rayon aka untuk coba size & fitting  yg sesuai dengan ukuran badan. Kali ini saya menggunakan kain linen yang ada di stash sejak 3 tahun yang lalu. Waktu beli niat awal untuk jahit simple dress,tapi .... ;)

Linen keluaran France duval stalla saya suka tekstur nya yang halus,  warnanya eerrmmhh...bukan warna yang cocok untuk warna kulit saya :p  & bukan warna  favorit pula ( ini pertama kali nya saya punya baju dengan warna nge-jreeeng seperti ini). Kok beli? Karena suka linen, karena suka tekstur kainnya & karena saat itu hanya ini satu-satunya warna yang ada di toko kain lokal yang saya kunjungi. Setelah di atur, kain 1m15 cukup untuk blouse ini - yeesss! versi pertama saya pakai kain 1m50 dan ada sedikit kelebihan kain. 

Kain 1m15 dengan lebar sekitar 145cm 



jahit lengan blouse
 

sempat bingung pilih kancing yang mana

Pattern yang sama seperti versi pertama, size 38-40 (grading).

Sedikit kesulitan waktu pemasangan kancing pression :(. ugghh...Ini teknik baru yang perlu saya pelajari lagi. Saat pasang pression "pearl" sempat retak, hihihi... karena pukulan martil tentunya ;). Tapi karena keterbatasan kancing tsb dan malas  sedikit repot untuk ganti, jadi saya biarkan saya satu kancing retak.
Final Juliette


Selain pemasangan kancing pression, saya kesulitan menempatkan button pression ini. Hasilnya, letak kancing tidak lurus vertikal seperti yang saya harapkan.
Note. Pelajari teknik pasang button pression tanpa retakin/rusakin head button nya ; cari tips dan trik letak button pression yang benar.





Senin, 30 Maret 2015

Dress Vanessa

Dress Vanessa pola PDF dari République du Chiffon kali ini saya jahit menggunakan kain linen agak tebal  dari Marché du Tissu saya beli tahun kemarin. Ini kedua kalinya saya jahit Vanessa, yang pertama pakai kain light wool waktu musim dingin kemarin.
Model nya yang simple bikin saya suka sekali dengan baju ini. Saya jahit versi yang simple, tidak menggunakan variasi kain seperti pola aslinya.

Ikuti petunjuk dengan cermat maka hasilnya akan bagus. Pola baju ini tidak terlalu susah (kalau sudah mengetahui beberapa dasar menjahit ;) ), karena tidak banyak memerlukan teknik "sulit".
Ada pasang bias di neckline, jahit dart, that's all ! Itu bila jahit sesuai petunjuk pola nya. :)
facing neckline

bias neckline di ganti facing & bust dart

Tapi saya bikin beberapa modifikasi di versi kedua ini.
  • Ganti biais dengan facing neckline (self-draft), untuk menghindari jahitan bias di bagian leher. 
  • Tambah satu saku, pola saku saya pakai dari sakunya rok chardon by deer and doe.
  • Pendekin baju 8cm
  • Pendekin lengan 6cm 
Lain kali mungkin saya akan jahit Vanessa ini tanpa jahit lengan, coba tambahin back dart & pendekin beberapa cm supaya bisa di pakai dengan blazer/jaket.
Inilah hasil akhir vanessa dress.

tampak dalam & luar