Pages

Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2019

Cielo Top

Bulan Agustus 2019 ini sepertinya saya addicted sama pola Cielo 😄, khususnya Cielo top.
Saya menyelesaikan empat pieces Cielo Top karena sangat suka modelnya 😍, gampang menjahitnya dan tidak membutuhkan kain yang banyak alias irit kain. Aslinya ini model crop, tapi saya kurang suka top crop sehingga saya perpanjang the series of Cielo top ini.


Dengan jenis kain yang berbeda akan memberi efek yang berbeda. Tiga Cielo top yang saya jahit menggunakan kain viscose/rayon kecuali yang warna mustard menggunakan kain cotton eyelette dan size bervariasi.
klik di foto untuk zoom

  • Yang pertama ( foto kiri atas),  jahit di kain rayon viscose seri Blossom Shell  (125 g/m²) dari Atelier Brunette di size 10, longten bodice 1". Kain ini sedikit transparant di bandingkan dengan top yang lainnya. Selain itu ini size terbesar dari seri cielo top saya. 
  •  Yang kedua ( foto kanan atas), jahit di kain viscose  warna putih medium weight dari toko kain lokal, size 8, lenghten 1½" plus saat potong kain saya tambahkan 2cm untuk memaksimalkan kain yang ada (1m20).
  • Yang ketiga (foto kiri bawah), jahit di kain cotton eyelette mustard dari toko kain lokal, size 8, model cropped. Awalnya proyek jahit Cielo dress, tapi di tengah proses jahit saya cut jadi top. Karena kain lebih stiff dibandingkan kain rayon viscose, sehingga 'jatuh'nya pun kelihatan berbeda daripada saudarinya 😉. Ini merupakan cielo top mendekati pola asli, yaitu model Cielo top crop, karena yang lainnya saya panjangkan bodice top.
  • Yang keempat (kanan bawah) jahit di kain viscose warna hitam, size 8 shoulder grading to size 10 waist dan hip, lengthen 1½". Hanya di model ini saya bikin topstitch di neckline facing nya, yang lainnya cukup buat stitch in the ditch di bagian shoulder sebagai jahitan pengaman facing  juga menggunakan french seam karena kain yang sangat tipis.

back shoulder menggunakan piece terpisah

Keempat cielo top menggunakan interfacing H180 di front dan back facing, menggunakan jarum universal #70 dan membutuhkan kain sekitar 1m-1m20 atau tergantung seberapa panjang blouse yang di inginkan. Saya tidak melakukan alteration apapun, kecuali memperpanjang blouse.
Cielo top ini bisa di kenakan dengan celana panjang, rok atau celana pendek, seperti yang saya padukan dengan pietra shorts ini. Semuanya sangat nyaman.

duuh...sebelum musim panas berakhir semoga terwujud untuk jahit lagi cielo top di kain light denim atau tencel atau linen ? aahh...banyak kain bisa di pakai untuk  bikin Cielo 😎

Rabu, 07 Agustus 2019

Cielo dress

Akhir bulan July 2019, Closet Case Pattern mengeluarkan  tiga  pola sekaligus "The Rome collection". Saya langsung jatuh hati begitu melihat pola Cielo Top & dress nya , model boxy top dan shift dress😍.  Menurut saya model seperti Cielo termasuk pola déjà vu, klasik. Ada beberapa pola dari designer pola lainnya yang sepintas atau sekilas ada kemiripan ( red. Named Clothing, Tilly and Buttons, Christine Haynes, etc).  Yes, I knew it ! Tetapi, ini adalah pola keluaran Heather by CCP 😉 yang termasuk salah satu designer favorit saya karena secara umum drafting dan terlebih instruksi jahitnya yang selalu bikin saya merasa percaya diri dan semangat untuk menjahit bila ada pola yang saya taksir 🤭.

Saya jahit dress Cielo ini sebenarnya yang kedua kalinya. Yang pertama jahitan dress Cielo berubah jadi top dikarenakan ada sesuatu hal yang saya kurang sreg bila di jadikan dress.Sehingga waktu itu saya putuskan untuk cut dari dress dan jadi top.
Dress cielo kedua ini saya jahit di kain viscose sisa jahitan beberapa waktu lalu, 1m50. Pola saya cut di size 8. Saya memilih jahit dress mixed Cielo view A (short sleeve) dan view D ( dress tanpa saku). Silahkan lihat langsung di website CCP bila ingin melihat detail pola.
Proses jahit sangat mudah dengan instruksi yang sangat jelas.

shoulder stitch
Bagian back shoulder di draft menggunakan piece terpisah, cocok jika ingin memberi aksen warna contrast di bagian back shoulder. Tapi saya memilih warna senada dengan semua bagian dress.
Untuk neckline, saya memilih pakai front & back facing ( interfacing H180) daripada pakai bias binding dan memilih tidak melakukan top stitching di neckline.
Cielo dress yang roomy ini sangat nyaman di kenakan di summer seperti sekarang, yang terkadang suhu bisa mencapai 40°C tahun ini .

Rabu, 15 Mei 2019

Willamette shirt

Sekitar 2 minggu yang lalu di kota saya ada pasar kain dan salah satu kain yang saya beli adalah sejenis viscose atau rayon crepe blend. Kainnya "jatuh" dan halus di kulit sudah saya rencanakan untuk membuat atasan. Sempat ragu saat itu untuk membeli lebih panjang kain tsb karena walaupun rayon tapi tidak transparan, tapi pada akhirnya saya hanya membeli kain sepanjang 1m50 😑 yang cukup untuk jahit willamette shirt ( salah satu model favorit saya). Ini adalah ke-tiga kalinya saya jahit Willamette shirt view A, yang pertama bisa di lihat di postingan ini.
inside shirt
collar dan facing menggunakan interfacing G785


Karena menggunakan pola yang sama, saya tidak membuat perubahan apapun, kecuali pada saat jahit plaket depan, saya memutuskan untuk membuat fake kancing. Plaketnya saya satukan dengan langsung jahit kancing di atasnya untuk menyatukan, tanpa membuat lubang kancing.

Kamis, 09 Mei 2019

Pola blouse gratis

Ingin jahit blouse dengan pola gratis ?

Yuuk coba The Drop Sleeve Top dari The Avid Seamstress pattern. Untuk mendapatkan pola cukup dengan Sign-Up di website The Avid Seamstress dan pola  digital akan di kirimkan ke e-mail kita.
Pola ini sangat cocok untuk pemula yang ingin jahit blouse simple.
Ada kain gingham sisa jahit Kalle shirtdress yang cukup untuk jahit blouse sepanjang 1m30.


Blouse ini menggunakan neckline facing, saya memilih pakai lengan 3/4, bisa juga tanpa lengan tersebut. Petunjuk menjahit cukup lengkap dan mudah di ikuti.
Mungkin kali berikut saya akan jahit tanpa lengan di kain yang agak lebih "drape" seperti viscose atau linen.

Rabu, 27 Februari 2019

Mint Green Light Top

Kain ini sudah lama ada di lemari saya, hasil dari sale di toko Mondial Tissus. Bahannya jenis knit dengan lapisan dalam bertekstur seperti handuk/terry tapi halus. Setelah berhasil mendapatkan rib knit dengan warna sama, saya mulai membuat atasan ini. Desainnya sederhana, model kimono sleeves namun lengannya agak panjang. Lalu bagian belakang dibuat juga lebih panjang dibanding depan. 




Secara umum hasilnya oke. Tapi rib knit yang dijahit di bagian bawah baju tampaknya agak membebani kain yang tergolong ringan. Mungkin juga karena modelnya yang melebar di bawah.  Next time, dibikin lurus standar saja. Rib knit akan memberi kesan melengkung ke dalam jadi sudah cukup manis.

Atasan ini cocok dikenakan di musim peralihan panas ke dingin atau sebaliknya. Namun bisa juga dipakai di musim panas. Kurang cocok dikenakan di musim dingin khususnya untuk saya yah.

Bahan kain :
  • Mint green knit dari Mondial Tissus
  • Rib knit dari Marché du Tissus




Selasa, 15 Mei 2018

Inari Tee

Ini merupakan Inari tee ke-tiga yang saya jahit, speed sewing project 😉. Pola dari Named Clothing - Inari tee pertama di sini pola asli tanpa modifikasi model crop, yang ke-dua jahit di kain linen putih lengthen 4cm (not blogged) dan Inari jersey blended kali ini saya panjangin lagi untuk memaksimalkan  kain 1m30 yang saya miliki supaya tidak tersisa.
Pola saya pakai yang sama, size 38.
Jahit kebanyakan menggunakan mesin obras, jadinya not respect seam allowance.  Keinginan untuk jahit Inari dress belum tercapai, semoga summer ini bisa mewujudkan keinginan mengenakan Inari dress di kain linen. 

Selasa, 10 April 2018

Duo Banksia blouse

Awal bulan April mendadak ingin jahit blouse Banksia, yang  polanya nangkring sejak beli & belum pernah di jahit. 
Pertama bikin toile wearable dulu pakai kain murmer dari toko online LCSP, beli sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, sisa jahit blouse Juliette. Saya pilih version A, lengan pendek, neckline pake binding untuk mencoba bagaimana ukuran pola Megan Nielsen ini.


Saya cut di size M, bikin swayback 1" &  shorten bodice 4cm.
Banksia ke-dua jahit di kain mousseline dari Mondial Tissu - toko kain lokal. Naksir warnanya, tapi kurang begitu suka bahannya. Kain polyester (130g/m²) ini mendapat label Oeko-Tex.
Tetap jahit menggunakan pola yang sama seperti yang warna biru itu, tapi untuk yang versi kuning, center front neckline nya dikembalikan sesuai pola asli, karena waktu jahit yang Warna biru, saya naikkan 1cm CF neckline. Ternyata hasilnya tidak terlalu dalam, jauh dari bayangan saya, jadi saya kembalikan seperti pola asal.

Jahit kedua Banksia menggunakan methode French seam, kecuali bagian sleeve saya pakai serger. Banksia biru neckline nya saya pakai strip binding dan Banksia kuning saya pakai facing neckline, di lapisi dengan vlieseline G785.
Termasuk proyek jahit yang simple, cepat dan tidak menggunakan banyak bahan kain

Minggu, 30 April 2017

Yellow DD Mélilot shirt

Tak terasa sudah di penghujung April 2017.
Mélilot shirt linen jadi jahitan penutup bulan April. Ini merupakan Mélilot ke-dua di bulan april dan Mélilot ke-lima yang saya jahit 😀.
( aiih.. ciri-ciri saya jatuh cinta 😍 berat sama pola ini)


Mélilot di jahit di kain linen warna kuning , 1m only 💃 yang saya beli di Mondial Tissus.
Pola tidak ada perubahan, sama seperti Melilot yang ini.  Tapi shape nya agak berbeda karena kain linen yang agak stiff .
Finishing pake french seam semuanya, sehingga tidak ada yang di obras.
french seam inside the shirt
Semoga bulan Mei ini matahari ☀️ semakin rajin muncul biar cerah seperti Melilot kuning. 
Bye April 🌷and welcome May. 🌼🌻

Sabtu, 08 April 2017

D&D Mélilot shirt

Ini ke-empat kalinya saya jahit Mélilot, pola indie french Deer & Doe. Salah satunya di sini & di video 👇
Uniknya, jahit karena lagi sedikit kurang sehat, batuk dan pilek 😷 yang datang menyapa, sehingga sulit tidur dan jam 4 pagi membuat inspirasi untuk potong kain, press interfacing di lanjutin keesokan hari sedikit demi sedikit di saat kondisi berasa enak.


Pola sudah siap dari jauh hari, saya pendekkan lagi dari pola sebelumnya dan kesempatan untuk jahit "Sparkle Melba gold" dari Atelier Brunette  yang kebetulan saya punya di stash 1m 💃.  Kain ini memiliki density  85g/m2 - 140 cm width, 100% cotton (hampir seperti voile cotton), halus dan sedikit transparan, untuk di buat atasan sangat OK, tetapi kalo untuk jahit bawahan ( rok atau dress) saya lebih suka menambahkan lining. Saat summer nanti bisa asyik pakai kain sejenis ini.
Atelier Brunette mengeluarkan banyak kain delicious...huummm..enak di mata & di kulit pokoknya tapi tak enak di dompet saya😋, ini adalah salah satu designer kain di Prancis yang lumayan terkenal di kalangan penjahit Prancis *tsaaaaah 😎😉 dan di temukan juga di online shop luar prancis juga..
Mélilot pakai kain  hanya 1m 💃, 7 kancing dari toko central ( memanfaatkan yang ada), interfacing saya pakai  vlieseline G785. 🤔 hmmm..mungkin kurang stiff untuk kain ini ? seperti nya sama weight, kalau ingin kerah yang tidak terlalu stiff, cocok vlieseline G785. Tapi kalau ingin mendapatkan kerah yang lebih stiff saya lebih suka pakai vilene H180.

Proses jahit lancar...walaupun saya pakai french seam, karena kainnya pun terbilang gampang di ajak 'kerja sama' , jadi tidak menyulitkan. Saya langsung jahit collar pakai mesin, saat itu kepala lumayan pening, proses hand basting yang biasanya saya pakai terlebih dahulu saat proses jahit collar,  saya tinggalkan, pilih tidur dan kemudian saya putuskan langsung jahit pakai mesin jahit saja.
Well...mélilot kali ini bisa di pakai untuk mengenang 'menjahit di kala sakit' 😀
Hatsyyiiiiiiii....😷 opsss...👉lunch dan istirahat lagi aaah..
____
update . new one here 

Senin, 03 April 2017

Atasan Tenun

Masih ingat dengan kimono sleeve top yang dulu saya buat? Nah, saya bikin lagi nih, haha... Bosen ngga sih.

Tapi kali ini bahannya bukan viscose atau katun biasa melainkan katun tenun dengan motif gerimis. Niatnya untuk dikenakan di atas bawahan batik atau kain tradisional Indonesia lainnya. Namun tidak tertutup kemungkinan untuk dipasangkan dengan celana jeans.

Yang saya suka dari atasan ini adalah warnanya yang koneng kencur, eh, kunyit. Selain itu, saya nge-fans juga sama finishing neckline-nya yang menggunakan bias binding polyster yang cukup lemas. Tidak terasa kaku di kulit.



Udara masih cukup dingin, jadi atasan ini dikenakan bersama cardigan hitam di atas rok batik jenis wrap skirt dari Mirota Yogyakarta. Ih, matching sama jendela!

Bahan tenun dari @jumput_jumpit (IG)





Sabtu, 25 Februari 2017

Inari Crop Tee

Akhirnya saya tergerak juga untuk jahit Inari crop tee, kain jersey milano yang sudah lama saya potong tapi kurang mood untuk jahit 😑.

Pola dari Named Clothing yang terbilang basic dan mudah ini datang dalam 2 option, crop tee dan dress. Simple dan saya suka. Kalau googling di inet, banyak sekali versi yang telah di jahit menggunakan kain woven ataupun non-woven. Kain yang di sarankan menggunakan knit/jersey, sehingga sayapun untuk pertama kalinya ingin jahit di kain jersey milano warna camel yang ada di stock , sekalian di jadikan toile wearable karena saya berencana untuk jahit Inari dress di kain linen 💃💃.
Inari shirt ini agak sedikit roomy untuk Inari tee ini, tapi OK menurut saya. Saya pilih tidak crop, sehingga panjang pola saya tambahkan 1,5cm demikian juga panjang sleeve 1,5cm. Kain sepanjang 90cm yang saya pakai, bisa masuk kategori proyek jahit kain 1m nih .👌

Proses jahit terbilang mudah, karena tidak  ada teknik khusus yang di perlukan.
Pola aslinya finishing neckline pakai facing, tapi saya ganti pakai bias, metode yang harus saya jadikan 'teman' 😏, karena sejujurnya saya kurang suka finishing pakai bias binding 😜.

Rabu, 18 Januari 2017

Keana piped blouse

Satu lagi dari Named Clothing pattern, Keana Piped Blouse PDF version yang ingin saya jahit.
Blouse ini hampir sama dengan tiga blouse Juliette yang pernah saya jahit, di sini, ini  dan ada satu Juliette yang belum saya posting. Entah kenapa, model seperti ini selalu cathing my eyes. Beberapa perbedaan antara Keana dan Juliette adalah, Keana pakai piping,  ada vent di samping kiri dan kanan, lengan 3/4 plus cuff dan di center back ada pleat. Sedangkan blouse Juliette tidak ada semua yg saya sebutkan itu, lengan pendek.

Satu lagi pattern mirip seperti ini yang belum sempat saya jahit adalah piyama Carolyn. hohoho.. pattern nya sudah siap sejak 2 tahun yang lalu, tapi belum saya garap. Alasan nya,belum ketemu kain yang cocok.
Kembali ke keana !
Seperti semua pattern Named Clothing yang sempat saya jahit, pola Keana ini very well drafted. "Jatuh"nya cocok di saya. Petunjuk menjahit yang sangat jelas, sangat membantu dan benar-benar relaxing saat jahit.

Kain sepanjang crepe stretch 1m20 saya beli di Self Tissus jadi pilihan kali ini. Cut straight di size 40, tidak ada alteration sama sekali.yaayy 💃🏻 . I 💘 Named Clothing Pattern! 😉 Proses jahit lancar jaya, karena petunjuk yang sangat jelas.
Nama polanya ada piped, tapi saya pilih tidak jahit piping dengan alasan biar cepat selesai, padahal saya sudah sempat jahit piping di saku , yang akhirnya tidak saya pasang juga.


Motif kain yang sudah cukup "ramai" takutnya tambah ramai dengan piping biru lagi. Kancing 4 biji stok beli di toko central, vlieseline yang saya pakai di collar dan facing adalah H180.
Kali berikut mungkin saya akan coba jahit lengkap dengan piping di kain tencel.

Jumat, 09 Desember 2016

Sointu kimono tee


Sejak Named Clothing  ( indie pattern dari Finlandia) meluncurkan pola jahit koleksi Fall/Winter 2016 "Evolution Theory"  saya jadi sering cuci mata ke blog mereka. Beberapa dari koleksi nya saya suka 😍, salah satunya adalah Sointu Kimono Tee ini ( dua versi, PDF/Digital pattern dan Paper Pattern). Pola sederhana yang saya yakin bisa di dapat dengan free di internet dan atau bagi yang pandai menjahit bisa membuat sendiri pola ini.
Memanfaatkan sale Christmas, saya beli Digital Pattern 5€ saja. yaaay ! 👏
Kain yang di sarankan adalah kain bahan knit/jersey, tapi baca di beberapa blog, kain woven juga bisa. Lirik fabric stash, saya ketemu kain katun ( Mondial Tissu) sepanjang 1m20 yang pas untuk kebutuhan Sointu Kimono Tee ini. Cut di size 36/38, pendekkan bagian bust 3cm, pendekkan bagian bawah hips 4cm and that's all ! Total -7cm, karena semua pattern Named Clothing pada dasarnya di design untuk stature min 172cm 😝, di mana saya berada di bawah range stature ini. 😸 ( hello my bestie, it's for you 👋!)
Proses jahit termasuk mudah, tidak banyak teknik yang di butuhkan. Kecuali, saya sempat stuck di proses pasang belt loop. Mengikuti instruksi, saya kurang suka hasilnya. Mencoba cari baju RTW yang ada untuk lihat contoh, tapi saya tidak punya baju yang ada belt loop seperti ini.
Sempat curhat sama bestie soal ini, di saranin untuk mengurangi panjang loop and I did it ! merci...dan kembali ke laptop  mesin jahit!

belt loop

Hasil akhir saya suka Sointu ini. Karena jahit di kain woven, tentunya agak sedikit kaku, akan berbeda kalau jahit di kain jersey atau viscose atau kain yang lebih 'jatuh'.

Minggu, 04 September 2016

Aime comme mordue

ahaaaay..😄

Pattern ACM Mordue  (14€) saya beli kurang lebih setahun yang lalu, tepat saat ACM ganti "kemasan". Berharap lebih banyak "penjelasan" alias instruksi yang lebih detail dan mungkin hand drafted line pattern di ganti dengan digital drafted, ternyata....kenyataan berkata lain.  Bref! intinya, saya naksir pattern ini, saya sempat bikin toile wearable alias muslin wearable tahun yang lalu. Tidak begitu sempurna karena waktu itu saya masih belum tahu cara handle kain viscose yang 'bandel' itu. Bahkan  saya tidak pakai sepanjang summer tahun lalu ( karena lupa), dan baru summer tahun ini saya pakai😄.
Saat cuaca panas Agustus kemarin, saya ingat ACM Mordue dan timbul keinginan  untuk jahit lagi ACM Mordue secara "benar" :)


Kain viscose 1m30 ( beli di Mondial Tissu) , kancing 6 biji ( beli di toko central), thermocollant H180 dan pattern ukuran M, saya gunakan pattern yang sama seperti tahun lalu.
ACM Mordue 2016
Teknik yang di butuhkan, pasang collar, bikin buttonholes, gathering, that's all.
Instruksi di booklet yang "sngkat" dan "padat" 😛 ini membuat saya kadang-kadang harus membuka catatan juga supaya tidak salah jahit.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Blouse Nadine

woohoooo...Summer mood still here ;) cuaca walaupun kadang menurun, tapi tetap cerah lah. Bikin baju baru yuuk aah.
Di stash masih ada sisa kain katun 'berbunga'  1,6m beli di  LSCP tahun 2015.  Cukup untuk jahit dua top buat summer. Karena saya ingin punya lagi blouse nadine seperti ini, maka jahitlah blouse nadine.
Kain sekitar 1m , pattern size 40, tambahkan panjang blouse 4cm. Butuh 6 biji kancing dan vlieseline H180 untuk pelapis collar. Saya pilih vlieseline H180 karena tidak ingin collar nya terlalu kaku.
Versi pertama saya jahit tanpa modifikasi pattern, agak pendek buat saya.. hohoho..perut bisa masuk angin ;)
blouse nadine
collar
Proses jahit blouse ini terbilang mudah ( untuk saya), karena ini ketiga kalinya saya jahit blouse Nadine. Teknik yang di butuhkan di sini seperti menjahit collar (kerah), buat buttonholes, jahit kancing (handsewn) dan jahit bias binding untuk armholes nya. Bila kalian sedikit menguasai teknik tsb, maka pasti bisa jahit blouse nadine atau blouse sejenis ini.

Sekaligus tambahan, saat jahit blouse nadine kali ini, saya jadi ada kesempatan untuk mencoba pertama kalinya 'gadget' jahit baru, stretch expanding gauge ( coucou,bestie..TFYI), yaitu sewing gauge untuk penempatan lubang kancing, seperti ini. aiiihh...terasa lebih menghemat waktu pakai alat ini. Tinggal meregangkan alat ini sesuai dengan jarak penempatan  lubang kancing yg di inginkan, tandai jarak tsb di baju/kemeja et voilà ! Dalam hitungan detik selesai proses penandaan lubang kancing.
Add caption
Sejauh ini saya belum explore kegunaan angka-angka yang tertera di gauge ini atau cara penempatan yang " tepat dan benar", selain melihat satu video di internet dan googling beberapa review di blog.


Rabu, 13 Juli 2016

Willow tank

Woohoooo...
Cuaca summer beberapa hari kemarin terbilang sangat panas , suhu sempat sampai 36°C di hari tertentu😩, sehingga bikin semangat & pemacu untuk jahit Willow tank dari Grainline studio :) Ada kain linen light sekitar 80cm yang lebih dari cukup untuk jahit top simple ini. Versi dress Willow ada di sini, sehingga proses jahitnya terbilang sangat amat cepat.
willow tank linen
Size tetap di 8 ( iya, karena memang pakai pattern yang sama, yang sudah ready to cut). Finishing neckline dan armholes pakai bias yang sudah jadi dari toko, warna agak kontras, karena saya tidak punya warna bias senada dan seirama dengan warna linen.


Herannya, dengan pattern yang sama, kali ini keliatan bust dart nya agak jatuh ke bawah. hmmmh.. why ? apa karena jenis linen yang lighter di banding kain katun yang saya jahit untuk dresses ?
Kalau begini hasilnya, next time untuk jahit kain light harus naikkin bust dart sekitar 1,5cm.
Top ini saya jahit lebih panjang dari yang seharusnya demi memaksimalkan kain 80 cm :D, sayang kalo di buang potongan linen. Untuk ukuran saya dengan kain 60cm l(ebar 140cm) bisa untuk jahit top Willow ini.

Menurut saya top jenis ini termasuk garment basic. Bisa di padu dengan hampir semua bawahan, seperti pants, rok, short, kulot dan bila cuaca agak dingin, tetap bisa pakai willow tank dengan cardigan, jaket jeans, blazer/jacket.

Ini salah satu alasan saya suka pattern dari grainline studio yang rata-rata gampang di buat padu padan, easy to wear untuk daily clothing ( menurut pendapat saya lho ya.. ). Selain itu petunjuk di pattern nya sangat jelas dan sering tersedia sew-along buat yang memerlukan panduan lebih jelas lagi.

Selasa, 17 Mei 2016

Kimono Sleeve Tops

Bulan lalu saya membuat satu atasan/top sederhana berlengan pendek dengan menggunakan pola di majalah Tendances Couture Spring 2016. Entah kenapa saya suka dengan model sederhana seperti ini. Mungkin karena juga sederhana cara membuatnya dan cuma tiga pieces - satu depan dan dua pieces belakang - plus bias binding.


Untuk percobaan pertama, saya memakai bahan kain katun jenis popeline yang dibeli dari satu toko online di Indonesia (tapi sudah lupa namanya berhubung jaraknya kelamaan antara kain dibeli dan dibikin jadi baju). 


Review: asli simple banget. Di sini saya menggunakan bias tape yang dibuat dari bahan kain yang sama. Tapi kalau kita mau menggunakan bias tape yang tersedia di pasaran, bisa juga. Cuma ada sedikit note untuk next project kalau menggunakan pola ini, yaitu pemilihan bahan. Popeline rasanya kurang pas karena tidak "jatuh" alias cenderung kaku (memang biasanya popeline lebih dipakai untuk membuat kemeja).

Size: 44 (LD 96, LPinggang 78, LPinggul 102 - cm).

Modifikasi: tidak ada sama sekali, hanya penggunaan pengait sebagai closure (kl di majalahnya diinstruksikan memakai kancing).

Kemudian minggu lalu saya menyelesaikan satu atasan simple juga tapi dari pola yang berbeda yaitu dari majalah Prima tahun 1993. Modelnya mirip sekali dengan yang saya buat di atas, kimono sleeve simple top. Sebenarnya sudah lama saya tertarik dengan pola ini dan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dan berhubung minggu lalu ada sedikit waktu setelah menyelesaikan satu pesanan teman, saya segera menjahit atasan ini. Bahan yang digunakan adalah rayon atau viscose yang juga sudah teronggok lama di lemari saya. Kain ini dikirim oleh ibunda sekitar 3 tahun yang lalu. Motifnya bunga-bunga kecil yang tidak terlalu menonjol dari sisi warna.


Review: idem dengan di atas, simple sekali. Tapi berhubung kainnya jenis rayon maka agak sulit dikendalikan baik saat pemotongan bahan maupun saat dijahit (walaupun saya sudah menyemprotnya dengan starch khusus untuk memperkaku si kain). Namun hasilnya jatuh lebih bagus di badan (seperti pada umumnya pakaian dari kain rayon).

Size: 44 (LD 96, LPinggang 75, LPinggul 103 - cm)

Modifikasi: kalau melihat model aslinya, harusnya seperti ini nih (gambar di bawah). Tapi saya bikin persis seperti pola Tendances Couture di atas, jadi bagian belakang dibuat dua pieces plus closure berupa kaitan.


Kalau dibandingkan keduanya, untuk ukuran badan saya, terlihat bahwa pola dari Tendances Couture lebih lebar dan bagian leher lebih terbuka. Terus terang saya lebih suka bila bagian leher lebih ke atas (berarti lebih menutup). Jadi mungkin kalau nanti saya ingin membuat atasan model ini lagi, saya memilih pola yang dari majalah Prima.


Model atasan seperti ini katanya lagi jadi trend. Loose, tanpa kupnat, ala boxy top gitu deh. Kalau Anda mau mencoba membuat polanya, coba lirik tulisan ini. Penulisnya membuat atasan serupa dengan yang saya buat tapi men-draft polanya sendiri. Tapi kalau Anda mau cari pola jadi yang mirip, mungkin bisa lirik ke sumber-sumber berikut ini:

Masih banyak yang lain sih, coba deh googling... Selamat menjahit!


Rabu, 30 Maret 2016

Blouse Cézembre

Pattern Anneka Couture, salah satu french indie pattern, mengeluarkan pattern Blouse Cézembre tahun 2015 yang lalu. Saya baru 'tergerak' untuk mencobanya awal tahun ini.
Kain crepe dari Mondial Tissu sudah saya potong sejak bulan Januari 2016, tapi baru saya jahit sekitar minggu yang lalu :p


Pilih jahit di size 40, lengan 3/4, shorthen front dan bodice 4cm ( model blouse pendek di depan, panjang di belakang), 2cm swayback dan saya kurangi 2cm lengan nya.




Karena jahit di kain light crepe ini sedikit tricky, saya "mudahkan" dengan operasi starch homemade sebelum potong kain dan jahit, saya semprotkan di semua permukaan kain :D. Semuanya jadi terasa mudah kembali ;)

Selasa, 29 Maret 2016

Chemise Mélilot

Saya langsung jatuh hati begitu pertama kali melihat pattern Mélilot Shirt (Chemise Mélilot) 14€ paper pattern dari french indie pattern Deer and Doe (D&D). hohoho.. iyaaa, karena ini model kemeja ;)
Chemise Mélilot adalah salah satu pattern koleksi Spring/Summer yang saya tunggu dengan tak sabar, karena koleksi Autumn/Hiver 2015 kemarin tidak ada yang bikin saya jatuh hati.
D&D mengeluarkan pattern dalam dua bahasa, inggris dan prancis. Petunjuk dengan gambar yang cukup jelas hadir dalam bentuk booklet, pattern di kertas tebal yang bikin pattern ini bisa 'awet', tidak gampang sobek. Walaupun pada dasarnya pattern D&D di design untuk type body hourglass, tidak seperti type body saya , tapi saya pikir cocok aja tuh buat saya :p. Saat buat adjustment patron, bila di perlukan, di bagian waist tinggal di tambah beberapa cm dan simsalabim...jadilah pattern not only for hourglass type !



Kemeja mélilot datang dengan dua model, model A lengan panjang dan model B lengan kimono. Karena ini adalah muslin wearable, saya pilih jahit model B, dengan menambahkan collar, yaa..saya suka collarnya yang agak oval.
Kain plumetis (swiss dot) warna hitam, beli di Mondial Tissu sepanjang 1m20, cukup untuk ukuran 40 yang saya pilih. ( ada sedikit kelebihan, untung saja, karena saya sempat salah jahit stand collar :D).
Vlieseline saya pakai H180, pilihan yang tepat, karena kain plumetis ini tipis, sehingga tidak kaku dengan pilihan vlieseline H180.
Adjustment yang saya bikin, hanya mengurangi panjang bodice depan dan belakang -8cm. Selain itu, mengikuti pattern original. Karena lengannya model kimono, sehingga tidak perlu mengurangi panjangnya lengan, seperti kebiasaan saya.
Proses jahit bagi saya terbilang lancar, tanpa ada kendala berarti, kecuali stand collar yang saya jahit sebelum sandwich sama collar, potong ulang patter nya, diberi interfacing lagi, lanjuuut.
Karena belum lama ini saya jahit Archer Popover, sehingga proses jahit collar dan buttonholes, etc, masih segar di ingatan saya, sehingga tidak perlu sering buka catatan ;)
Blouse mélilot berikutnya, saya ingin coba model A lengan panjang & kembali jahit lengan kimono ini pakai kain viscose.
yaaayy!

Jumat, 22 Januari 2016

Larktee Roaaaarr

Butuh jahit sesuatu!
Setelah lihat stash pattern & kain,pilihan jatuh di Lark Tee model leher V lengan panjang. Saya belum pernah jahit yang ini,walau pattern nya sudah siap.
Dari pattern original saya bikin beberapa adjustment standar :p,swayback,shorthen bodice & sleeve.
Kain knit motif sekitar 1m50,diskonan -70% di Mondial tissu. Yaaay!
Size 6,tapi di bagian waist ke bawah saya grading ke size 8,biar agak loose.
Kain ini agak ribet untuk jahit, tipis & sedikit slippery di bawah jarum.
Awalnya saya agak deg2an jahit neckline band, takut kurang rapi,tapi saya "akalin" terlebih dahulu dengan jahit tangan di bagian V seperti tips di inet & hasilnya rapi setelah pakai mesin. Pakai jarum stretch size 75, straight stitch saja, mungkin harusnya pakai stitch 'zigzag no.4' ?



Selain jahit neckline band & hemming yang pakai mesin, sisanya saya jahit pakai serger, lebih cepat sekaligus rapi.
Petunjuk di booklet grainline studio yang lengkap dan detail ( seperti biasanya, yang bikin saya suka) mempermudah proses jahit tshirt Larktee ini.