Pages

Selasa, 17 Mei 2016

Kimono Sleeve Tops

Bulan lalu saya membuat satu atasan/top sederhana berlengan pendek dengan menggunakan pola di majalah Tendances Couture Spring 2016. Entah kenapa saya suka dengan model sederhana seperti ini. Mungkin karena juga sederhana cara membuatnya dan cuma tiga pieces - satu depan dan dua pieces belakang - plus bias binding.


Untuk percobaan pertama, saya memakai bahan kain katun jenis popeline yang dibeli dari satu toko online di Indonesia (tapi sudah lupa namanya berhubung jaraknya kelamaan antara kain dibeli dan dibikin jadi baju). 


Review: asli simple banget. Di sini saya menggunakan bias tape yang dibuat dari bahan kain yang sama. Tapi kalau kita mau menggunakan bias tape yang tersedia di pasaran, bisa juga. Cuma ada sedikit note untuk next project kalau menggunakan pola ini, yaitu pemilihan bahan. Popeline rasanya kurang pas karena tidak "jatuh" alias cenderung kaku (memang biasanya popeline lebih dipakai untuk membuat kemeja).

Size: 44 (LD 96, LPinggang 78, LPinggul 102 - cm).

Modifikasi: tidak ada sama sekali, hanya penggunaan pengait sebagai closure (kl di majalahnya diinstruksikan memakai kancing).

Kemudian minggu lalu saya menyelesaikan satu atasan simple juga tapi dari pola yang berbeda yaitu dari majalah Prima tahun 1993. Modelnya mirip sekali dengan yang saya buat di atas, kimono sleeve simple top. Sebenarnya sudah lama saya tertarik dengan pola ini dan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dan berhubung minggu lalu ada sedikit waktu setelah menyelesaikan satu pesanan teman, saya segera menjahit atasan ini. Bahan yang digunakan adalah rayon atau viscose yang juga sudah teronggok lama di lemari saya. Kain ini dikirim oleh ibunda sekitar 3 tahun yang lalu. Motifnya bunga-bunga kecil yang tidak terlalu menonjol dari sisi warna.


Review: idem dengan di atas, simple sekali. Tapi berhubung kainnya jenis rayon maka agak sulit dikendalikan baik saat pemotongan bahan maupun saat dijahit (walaupun saya sudah menyemprotnya dengan starch khusus untuk memperkaku si kain). Namun hasilnya jatuh lebih bagus di badan (seperti pada umumnya pakaian dari kain rayon).

Size: 44 (LD 96, LPinggang 75, LPinggul 103 - cm)

Modifikasi: kalau melihat model aslinya, harusnya seperti ini nih (gambar di bawah). Tapi saya bikin persis seperti pola Tendances Couture di atas, jadi bagian belakang dibuat dua pieces plus closure berupa kaitan.


Kalau dibandingkan keduanya, untuk ukuran badan saya, terlihat bahwa pola dari Tendances Couture lebih lebar dan bagian leher lebih terbuka. Terus terang saya lebih suka bila bagian leher lebih ke atas (berarti lebih menutup). Jadi mungkin kalau nanti saya ingin membuat atasan model ini lagi, saya memilih pola yang dari majalah Prima.


Model atasan seperti ini katanya lagi jadi trend. Loose, tanpa kupnat, ala boxy top gitu deh. Kalau Anda mau mencoba membuat polanya, coba lirik tulisan ini. Penulisnya membuat atasan serupa dengan yang saya buat tapi men-draft polanya sendiri. Tapi kalau Anda mau cari pola jadi yang mirip, mungkin bisa lirik ke sumber-sumber berikut ini:

Masih banyak yang lain sih, coba deh googling... Selamat menjahit!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar