Pages

Tampilkan postingan dengan label Tessuti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tessuti. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2020

Linen Top with Embroidery

Another linen. Dulu kain ini dibeli di toko Eurodif dan sebagian digunakan untuk membuat craft. Sisanya untuk membuat rok bawah project muslin Burda tapi rasanya tidak pernah saya foto. Lalu baju Burda itu jarang sekali dipakai. Nah, daripada mubazir, saya dedel dari atasannya dan saya buat menjadi atasan sederhana. Polanya menggunakan Pia dress dari Tessuti tapi hanya bagian atasnya saja. Ukurannya adalah M.

Karena warnanya kurang oke untuk kulit saya, maka saya berusaha menghias atasan linen ini dengan bordiran bunga-bunga cantik yang motifnya saya dapat dari satu buku Jepang karya Wakako Horai (bisa cek di Amazon ini). Bordirannya hanya di satu sisi saja yaitu dekat pundak kanan. 





Lumayan juga hasilnya walau tidaklah sempurna. Satin stitching belum terlalu saya kuasai, hik hik...



Senin, 17 Desember 2018

Berlin jacket

Brrrrr....
Suhu di luar mulai terasa menurun, bahkan dua hari belakangan ini saya kedinginan dan lihat temperatur yang sempat menyentuh  -2°C. 😓 Ahh..karena kedinginan mendorong saya untuk menjahit pakaian yang hangat... pisang goreng keleeuss 🤭😉, intinya saya jadi semangat untuk mencoba jahit salah satu pola jacket yang saya impikan. 

Model jacket seperti ini saya belum pernah punya, bahkan belum pernah mencoba jacket model drop shoulders dan over size , karena menurut saya pasti akan terlihat aneh di badan saya. Cukuplah bathrobe saya saja 😂  yang punya model seperti ini.  Tapiii...karena lama-lama suka lihat model jaket ini, marilah kita coba. 
Pola pilih dari Tessuti pattern, yaitu  Berlin Jacket, yang sudah launch sejak tahun 2016 , bisa di lihat di sini deskripsi pola.

Selain modelnya yang bikin saya tertarik, teknik jahit yang menurut saya lain dari lain itu jugalah membuat semakin ingin mencoba Berlin jacket. Menjahit jaket dengan pinggiran jahitan terlihat di luar.
Kebetulan beberapa tahun yang lalu saya beli kain online, karena penasaran bagaimana jenis kain  dan juga harganya yang murah 😉. Iya doong, belajar otodidak sayang kalau beli kain yang mahal-mahal (bagi kantung saya) untuk di pakai sebagai toile wearable.  Ketika kain ini sampai pada waktu itu, sejujurnya saya agak kaget lihat jenisnya, kecewa karena kain tidak seperti yang saya bayangkan dan bingung akan di buat apakah jenis kain laine bouille aspect vélour ini ??  Sehingga selama beberapa tahun kain tetap dalam bungkusannya yang saya simpan di sudut lemari yang tidak terlihat 😁. Sampai pada akhirnya bulan November kemarin saya cuci mata dan lihat pola Berlin jacket, saya ingat bisa memakai kain yang 'tersingkir' itu 😁. Setelah di prewash, kain sempat menyusut  sekitar 8-10 cm. Untung saja belum di jahit baru cuci. 

Saya hanya menggunakan 1m50 dari 3m kain yang ada untuk jaket ukuran S. Panjang jaket ikut seperti pola original supaya bisa menutup lutut, saya hanya memperpendek lengan -5cm saja.

Membaca instruksi dengan seksama 💆🏻‍♀️, saya sedikit khawatir membuat kekeliruan, karena ini pertama kalinya saya menjahit jaket dengan menyatukan bagian lengan, facing sleeve dan facing  neckline tidak dengan cara seperti biasanya,di mana bagian right side together kemudian jahit di seam allowance yang ditentukan. Tetapi Berlin jaket di jahit dengan cara overlap dua pinggiran sisi kain dan jahit di setengah dari seam allowance yang di berikan. Misalnya, seam allowance ⅜", sisi wrong side satu bagian A di tumpukan di atas  sisi right side bagian B dengan jarak ⅜", kemudian jarum jahit untuk menyatukan  kedua kain A dan B tsb jatuh di jarak setengah dari ⅜", sehingga logika nya seam allowance hanya separuh dari ⅜". Do you see what I mean ? 🤔 hihihi.. saya juga bingung bagaimana menjelaskannya 🙈😁

Kecuali bagian belakang dan depan jaket di jahit seperti biasanya, yaitu dengan menyatukan  kedua bagian right side together.
bagian dalam jaket
Pola Berlin  merekomendasikan memakai kain yang pinggiran benangnya tidak berjumbai, sehingga  tidak membutuhkan mesin obras untuk merapikan sisi pinggir dan salah satu sisi pinggir akan kelihatan di luar jaket.
Mengenai pola Tessuti Berlin jaket versi digital merupakan pola pertama yang saya coba, draft polanya manual drafting, instruksi terbilang correct🤔, saya menginginkan instruksi yang lebih detail dan di sertai gambar yang banyak 😊. Tapi jangan khawatir sebab pola ini sendiri di buat untuk penjahit pemula sampai yang berpengalaman, karena memang mudah dan cepat.

Menjahit Berlin jacket dengan kain aneh ini juga memberikan kesempatan buat saya untuk mencoba walking foot. aaaah.... what a happiness 💃! Jahit tanpa kesulitan sama sekali, karena walking foot menarik dengan tepat kain di atas dan di bawah secara bersamaan. 
Jaket Berlin  sudah menemani saya beberapa hari, hangat sekali dikenakan saat udara dingin 😍. Saya sedikit kaget, bagaimana mungkin kain 'aneh' ini ternyata bisa sehangat ini 🤭.
Kalau saya menemukan kain laine bouillie yang bagus, sepertinya saya akan menjahit lagi Berlin jaket ini.

Kamis, 19 November 2015

Easy Top


Atasan ini sangatlah simple tapi cucok untuk sehari-hari. Bahkan kita bisa juga menggunakannya sebagai atasan kain batik untuk acara kasual. Cara membuatnya termasuk mudah karena menggunakan serger. Tapi bisa juga kok kalau mau pakai mesin jahit rumahan. Pilih jenis stitching yang zigzag atau kalau ada yang untuk bahan stretch ya. 

Oh iya, pola yang dipakai apa? Polanya dari Tessuti, namanya Our Fave Top pattern. Gratis lho! Tinggal daftar ke website Tessuti dan kemudian bisa download deh. Polanya cuma dua pieces yaitu bagian depan dan bagian belakang. Setelah kain dipotong, tinggal satukan, jahit bagian pundak, jahit bagian bawah lengan sampai ke bawah (ujung baju), hemming lengan, bawah baju serta neckline, jadi deh. Cuma ingat ya, pola ini ditujukan untuk bahan knit. Makanya disarankan untuk pakai serger supaya sret-sret... lebih cepat jadinya :)

Berhubung bahan jersey yang saya gunakan ini termasuk tipis, jadi harus pakai dalaman kalau ngga mau transparan. Sisa bahan sebenarnya bisa digunakan untuk membuat tanktop sederhana. Yuk! *eh*






  • Bahan: jersey viscose/rayon dari Bennytex
  • Size: All size

Rabu, 19 Agustus 2015

Pia Dress

Masih edisi musim panas, mari kita membuat dress yang lain. Kali ini pola dari Tessuti Australia yaitu Pia Dress yang disarankan untuk menggunakan kain linen, katun medium weight atau light denim. Susah atau tidak sih membuatnya? 

Pola ini tergolong mudah namun kita perlu memahami secara mendalam tahapan konstruksi kantungnya. Kenapa? Karena kantungnya memang didesain tidak umum, lebih lebar bagian dalam dibanding bagian luar. Di luar itu, semua sederhana saja. 



Namun ada bagian lain yang mungkin agak membingungkan. Paling tidak itu yang terjadi pada saya. Begini, pada tahap awal, kita harus melapis bagian neckline dan armhole dengan kain pelapis yang tertulis di instruksinya "tear-away vilene". Tujuannya untuk mempertahankan bentuk neckline dan armhole, tidak mudah tertarik sana sini saat dijahit. Karena saya tidak memiliki (dan tidak menemukan) tear-away vilene ini, jadi saya menggunakan pelapis vilene yang lain yaitu G700. Hasil akhir sih oke tapi karena vilene G700 bukan tear-away, maka pelapis itu tetap "stay happy forever" di bagian dalam (wrong side) Pia Dress saya sepanjang dan selebar pola aslinya. Kalau menggunakan tear-away vilene, pelapis ini pada tahap akhir bisa kita tarik/robet dan kita buang. Jadi kelihatan bersih lah bagian dalam baju. Pelapis G700 saya tidak kelihatan dari luar sih... Tapi rasanya akan lebih baik kalau pelapis ini tidak ada. Tear-away vilene ini mungkin tidak terlalu dibutuhkan bila kita menggunakan bahan katun yang masuk kategori medium weight seperti kain yang saya pakai. Entahlah... Pola ini berhak mendapatkan kesempatan kedua dengan menggunakan kain linen *celingak celinguk cari kain linen diskonan*.

Pia Dress ini bisa digunakan bersama ikat pinggang kecil namun bisa juga tanpa ikat pinggang (jadi seperti daster :D ).

Bahan: kain katun dari Les Coupons de Saint Pierre
Size: L tanpa modifikasi