hohoho..π
Keinginan pertama bikin bodysuit sudah ada lama, sejak Heather dari Closet Case Files pattern launched Nettie Bodysuit beberapa tahun yang lalu. Intinya, saya ingin jahit bodysuit.Tapi karena berbagai alasan, malah baru winter- Desember 2016 kemarin sempat jahit Tuuli V-neck bodysuit dari Named Clothing Pattern.
Untuk ke luar rumah saat udara Desember sangat dingin harus berlapis bajunya untuk menjaga kehangatan , ahh iyaa..saya tidak tahan dingin π£. Daripada pakai sous-pull, saya sebenarnya lebih suka pakai
bodysuit, sepertinya lebih praktis,ringkas dan tentu saja melindungi
dari suhu dingin itu.
Bodysuit bisa di pakai juga sebagai atasan/pengganti T-shirt.
Bodice
favorit saya ( utk musim dingin) perlu di ganti. Saya beli beberapa
tahun yang lalu & tidak menemukan lagi bahan yg sama seperti itu (
jersey wool) dan karena usang keseringan di pakai, jadinya aus π.
Memanfaatkan black friday sale, saya beli pattern PDF Tuuli bodysuit yang memiliki dua pilihan, bodysuit dan dress. Jenis kain jersey/knit yang tepat untuk Tuuli V-neck ini belum saya temukan yang cocok, walaupun tak sabar ingin coba jahit versi dress nya.
Untuk toile bodysuit, saya pakai kain jersey cotton beli online di LCSP dua tahun yang lalu ( saya beli 6 meter π, dengan tujuan memang jahit toile bahan jersey).
Kembali ke π Tuuli V-neck bodysuit.
Kain jersey cotton warna hitam dengan level elastisitas dua arah
sepanjang 1m30, saya beli online di LSCP. Sempat saya jahit juga Lark
Tee dari Grainline studio.
Size 38, swayback 3cm, shorten bodice '4cm dan shorten sleeves 2cm.
Proses jahit agak sedikit hati-hati waktu jahit facing neck (V-neck) . Kalau mengikuti petunjuk di booklet, harusnya di topstitch facing front neckline, tapi saya biarkan begitu saja, hanya jahit di bagian bahu supaya posisi facing tidak berubah.
Saya
sempat bingung dengan pemilihan interfacing untuk kain jersey ini π.
Di stok, saya hanya ada interfacing knit warna putih, akhirnya pilihan
jatuh di interfacing warna hitam yang bukan knit, vlieseline G785, katanya bisa
untuk bahan stretch juga π, betul ada sedikit stretch di G785 ini, untungnya sangat tipis sehingga facing neckline V
tidak begitu kaku.
Jumat, 03 Februari 2017
Sabtu, 21 Januari 2017
Blouse L'impatiente
Ada satu pola dari french indie pattern yang sudah lamaaa di stash dan baru sekarang saya sempat jahit. Naksir modelnya yang simple sejak di launching oleh MLM Patrons tahun 2015, tapi selalu tertunda untuk merealisasikan blouse L'impatiente ini. Pola yang saya beli adalah versi PDF, lebih murah. Petunjuknya standar, ada skema yang bisa membantu, level jahit kategori Easy.
L'impatiente ada dua versi lengan, pendek dan lengan 3/4.
Kain chiffon sekitar 1m40 dari Mondial Tissu ini termasuk 'reseh' π untuk di jahit. Tapi karena saya suka warnanya, jadi ya apa boleh buat. Untuk membantu handle kain yang lemas ini saya pakai ramuan spray starch andalan nan hemat π
Saya cut di size M, seam allowence saya tambahkan jadi 1½cm karena finishing pakai metode 'couture anglaise', tapi di bagian sleeve saya pakai mesin obras π¬ biar cepat ( bertepatan dengan tayangan pelantikan pak Trump πΊπΈ, mau nonton tv) π. Model lengan saya pilih lengan 3/4.
Beberapa alteration pola yang saya buat sebelum ✂︎ kain :
Sempat diskusi sama my bestie ( coucou π) kemudian saya diberi saran dan dibuatkan sketsa back facing. Dengan sisa kain yang tidak banyak, saya coba potong tapi salah potong π, akhirnya dengan sambungan kain yang masih tersisa saya buat binding tape sekitar 40cm. Rencana awal gagal, saya pake bias binding untuk finishing neckline π. Sebenarnya tidak ada masalah pakai bias, karena bila mengikuti pola memang finishing menggunakan bias tape. Tapi pada umumnya saya lebih suka pakai facing. Ini hanya masalah selera saja π
Kunci kerapian jahit bias di neckline bulat ini menurut saya adalah clipping sebelum di lipat di ke bagian dalam/wrong side blouse.
Yang pasti saya suka blouse l'impatiente ini. Terbayang untuk jahit lagi di jenis kain viscose atau bahkan di buat lebih panjang jadi dress, lengan pendek dan pakai belt ππ».
L'impatiente ada dua versi lengan, pendek dan lengan 3/4.
Kain chiffon sekitar 1m40 dari Mondial Tissu ini termasuk 'reseh' π untuk di jahit. Tapi karena saya suka warnanya, jadi ya apa boleh buat. Untuk membantu handle kain yang lemas ini saya pakai ramuan spray starch andalan nan hemat π
| bagian dalam depan |
Saya cut di size M, seam allowence saya tambahkan jadi 1½cm karena finishing pakai metode 'couture anglaise', tapi di bagian sleeve saya pakai mesin obras π¬ biar cepat ( bertepatan dengan tayangan pelantikan pak Trump πΊπΈ, mau nonton tv) π. Model lengan saya pilih lengan 3/4.
Beberapa alteration pola yang saya buat sebelum ✂︎ kain :
- Swayback 3cm
- Kurangi 4 cm panjang bodice, kurangi 4cm bagian curve hem, karena ingin tidak terlalu panjang bagian curvenya. Total memperpendek 8cm
- Sleeve total kurangi 5½cm ( di atas dan di bawah siku)
Sempat diskusi sama my bestie ( coucou π) kemudian saya diberi saran dan dibuatkan sketsa back facing. Dengan sisa kain yang tidak banyak, saya coba potong tapi salah potong π, akhirnya dengan sambungan kain yang masih tersisa saya buat binding tape sekitar 40cm. Rencana awal gagal, saya pake bias binding untuk finishing neckline π. Sebenarnya tidak ada masalah pakai bias, karena bila mengikuti pola memang finishing menggunakan bias tape. Tapi pada umumnya saya lebih suka pakai facing. Ini hanya masalah selera saja π
Kunci kerapian jahit bias di neckline bulat ini menurut saya adalah clipping sebelum di lipat di ke bagian dalam/wrong side blouse.
Yang pasti saya suka blouse l'impatiente ini. Terbayang untuk jahit lagi di jenis kain viscose atau bahkan di buat lebih panjang jadi dress, lengan pendek dan pakai belt ππ».
Labels:
blouse,
frenchindiepattern,
MLMPatrons
Rabu, 18 Januari 2017
Keana piped blouse
Satu lagi dari Named Clothing pattern, Keana Piped Blouse PDF version yang ingin saya jahit.
Blouse ini hampir sama dengan tiga blouse Juliette yang pernah saya jahit, di sini, ini dan ada satu Juliette yang belum saya posting. Entah kenapa, model seperti ini selalu cathing my eyes. Beberapa perbedaan antara Keana dan Juliette adalah, Keana pakai piping, ada vent di samping kiri dan kanan, lengan 3/4 plus cuff dan di center back ada pleat. Sedangkan blouse Juliette tidak ada semua yg saya sebutkan itu, lengan pendek.
Satu lagi pattern mirip seperti ini yang belum sempat saya jahit adalah piyama Carolyn. hohoho.. pattern nya sudah siap sejak 2 tahun yang lalu, tapi belum saya garap. Alasan nya,belum ketemu kain yang cocok.
Kembali ke keana !
Seperti semua pattern Named Clothing yang sempat saya jahit, pola Keana ini very well drafted. "Jatuh"nya cocok di saya. Petunjuk menjahit yang sangat jelas, sangat membantu dan benar-benar relaxing saat jahit.
Kain sepanjang crepe stretch 1m20 saya beli di Self Tissus jadi pilihan kali ini. Cut straight di size 40, tidak ada alteration sama sekali.yaayy ππ» . I π Named Clothing Pattern! π Proses jahit lancar jaya, karena petunjuk yang sangat jelas.
Nama polanya ada piped, tapi saya pilih tidak jahit piping dengan alasan biar cepat selesai, padahal saya sudah sempat jahit piping di saku , yang akhirnya tidak saya pasang juga.
Motif kain yang sudah cukup "ramai" takutnya tambah ramai dengan piping biru lagi. Kancing 4 biji stok beli di toko central, vlieseline yang saya pakai di collar dan facing adalah H180.
Kali berikut mungkin saya akan coba jahit lengkap dengan piping di kain tencel.
Blouse ini hampir sama dengan tiga blouse Juliette yang pernah saya jahit, di sini, ini dan ada satu Juliette yang belum saya posting. Entah kenapa, model seperti ini selalu cathing my eyes. Beberapa perbedaan antara Keana dan Juliette adalah, Keana pakai piping, ada vent di samping kiri dan kanan, lengan 3/4 plus cuff dan di center back ada pleat. Sedangkan blouse Juliette tidak ada semua yg saya sebutkan itu, lengan pendek.
Satu lagi pattern mirip seperti ini yang belum sempat saya jahit adalah piyama Carolyn. hohoho.. pattern nya sudah siap sejak 2 tahun yang lalu, tapi belum saya garap. Alasan nya,belum ketemu kain yang cocok.
Kembali ke keana !
Seperti semua pattern Named Clothing yang sempat saya jahit, pola Keana ini very well drafted. "Jatuh"nya cocok di saya. Petunjuk menjahit yang sangat jelas, sangat membantu dan benar-benar relaxing saat jahit.
Kain sepanjang crepe stretch 1m20 saya beli di Self Tissus jadi pilihan kali ini. Cut straight di size 40, tidak ada alteration sama sekali.yaayy ππ» . I π Named Clothing Pattern! π Proses jahit lancar jaya, karena petunjuk yang sangat jelas.
Nama polanya ada piped, tapi saya pilih tidak jahit piping dengan alasan biar cepat selesai, padahal saya sudah sempat jahit piping di saku , yang akhirnya tidak saya pasang juga.
Motif kain yang sudah cukup "ramai" takutnya tambah ramai dengan piping biru lagi. Kancing 4 biji stok beli di toko central, vlieseline yang saya pakai di collar dan facing adalah H180.
Kali berikut mungkin saya akan coba jahit lengkap dengan piping di kain tencel.
Sabtu, 14 Januari 2017
Paola Turtleneck Tee
Satu lagi pola dari Named Clothing yang sempat saya beli saat blackfriday sale kemarin, adalah Paola turtleneck Tee.
Kaos sangat basic, yang bisa di dapat dengan mudah di departemen store apalagi saat winter seperti sekarang ini , tapi sejak lama saya ingin bisa jahit sendiri dong π. Dengan pilihan kain sesuai keinginan, panjang lengan dan shirt sesuai kebutuhan. Tadinya saya ingin copy pola dari shirt turtleneck shirt Petit Bateau yang ada di lemari saja dengan sedikit proses hacking dari pola tshirt yang sudah ada juga, namun seiring dengan waktu kok malas ya π·, jadi ya beli pola saja.
Kain jersey katun sepanjang 1m20 beli di Self Tissus ( toko kain lokal), bila ingin tee nya lebih panjang, tambahkan lagi panjang kain. Kainnya agak spesial menurut saya, halus tapi cukup tebal di banding kain jersey katun yang pernah saya punya/jahit.
Pilih size 38, jahit 90% pake mesin obras saja, kecuali hemming saya jahit pake mesin jahit.
Petunjuk/instruksi di Named Clothing Pattern sangat jelas, detail dan lengkap dengan images yang jelas. Ini salah satu alasan kenapa saya suka beli pola dari mereka π.
Alteration pola :
Kaos sangat basic, yang bisa di dapat dengan mudah di departemen store apalagi saat winter seperti sekarang ini , tapi sejak lama saya ingin bisa jahit sendiri dong π. Dengan pilihan kain sesuai keinginan, panjang lengan dan shirt sesuai kebutuhan. Tadinya saya ingin copy pola dari shirt turtleneck shirt Petit Bateau yang ada di lemari saja dengan sedikit proses hacking dari pola tshirt yang sudah ada juga, namun seiring dengan waktu kok malas ya π·, jadi ya beli pola saja.
Kain jersey katun sepanjang 1m20 beli di Self Tissus ( toko kain lokal), bila ingin tee nya lebih panjang, tambahkan lagi panjang kain. Kainnya agak spesial menurut saya, halus tapi cukup tebal di banding kain jersey katun yang pernah saya punya/jahit.
Pilih size 38, jahit 90% pake mesin obras saja, kecuali hemming saya jahit pake mesin jahit.
Petunjuk/instruksi di Named Clothing Pattern sangat jelas, detail dan lengkap dengan images yang jelas. Ini salah satu alasan kenapa saya suka beli pola dari mereka π.
Alteration pola :
- swayback 2cm
- shorten sleeve 4cm
Jumat, 13 Januari 2017
Buku Menjahit 1
Dalam postingan kali ini saya hendak membagi informasi tentang dua buku menjahit yang sesuai untuk pemula yaitu :
- Sewing Machine Basics oleh Jane Bolsover
- Sew Step by Step oleh Alison Smith (versi yang saya miliki adalah yang berbahasa Perancis jadi untuk mengetahui cover depan buku versi Inggris-nya, silakan klik ke sini)
Sewing Machine Basics
Buku Sewing Machine Basics memberikan perkenalan kepada kita tentang bagian-bagian dari mesin jahit, prinsip kerja dan cara menggunakan mesin jahit portable yang standar (mekanik) serta beberapa teknik dasar menjahit. Topik-topik seperti ini umum ditampilkan dalam satu buku menjahit tingkat pemula. Tapi yang membedakan buku ini adalah adanya beberapa workshop atau project yang kesulitannya meningkat sesuai dengan materi atau teknik yang dipelajari misalnya: workshop pertama lebih untuk memperlancar dalam menjahit lurus jadi project-nya masih sangat sederhana yaitu membuat sarung bantal. Kemudian workshop terakhir adalah menjahit blus dengan pleats (lipit). Pola-polanya sudah disediakan dalam buku ini jadi kita bisa langsung pakai.
Daftar isinya:
Buku ini adalah buku pertama saya saat mulai belajar menjahit. Walaupun saya belum melakukan semua workshop yang ada, saya sudah membaca semua teknik yang dijabarkan di dalamnya. Menurut saya, sistemnya yang menggunakan workshop bisa lebih membantu kita untuk memahami teori.
Sew Step by Step
Buku kedua, Sew Step by Step, lebih mirip seperti buku ensiklopedia teknik menjahit karena di dalamnya berisi banyak teknik (dasar-menengah) dari beragam jahitan tangan sampai dengan jahitan dekorasi dengan mesin jahit. Kelebihan dari buku ini adalah ilustrasi foto yang sangat jelas dan benar-benar step by step.
Buku Alison Smith yang saya miliki ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis jadi baik cover maupun judul sudah berubah. Namun isi tetaplah sama walau ada beberapa istilah yang disesuaikan dengan bahasa setempat.
Dalam bahasa Inggris (bila tidak jelas, bisa dilihat juga di Amazon):
Kalau saya tidak salah, buku Alison Smith yang berjudul The Sewing Book lebih lengkap dibanding buku yang saya miliki ini. Kemudian ada juga bukunya yang lain namun lebih fokus pada dressmaking. Judulnya Dressmaking Step by Step.
***
Kedua buku ini (Sewing Machine Basics dan Sew Step by Step) sudah mencukupi bagi saya dalam mempelajari beragam teknik dan informasi seputar menjahit. Namun sebagai bahan pertimbangan bila Anda ingin mencari buku pemula yang sesuai, coba cek juga review buku menjahit sbb:
- Reader's Digest Complete Guide to Sewing
- Vogue Sewing
Di Amazon, kita masih bisa menemukan kedua buku ini (edisi lama namun lengkap) dalam kondisi bekas dan tidak mahal.
Selamat belajar!
Metropolitan Dress in Stretch Jacquard
Haiii... Ini postingan yang telat karena dress kecil ini selesai dikerjakan tepat di akhir tahun. Jadi untuk menyingkat waktu, postingannya pendek saja yaa...
Dress ini dibuat dari sisa kain Elisalex merah (blogpost yang ini). Dan karena bahannya tidak cukup, hasil akhir tidak terlalu mekar. Tapi ternyata oke juga. Polanya masih Metropolitan dress dari Lil Luxe Collection dalam size 7 tahun. Kain lining adalah katun jenis batiste berwarna senada. Kancing belakang ditiadakan, diganti dengan pengait.
Karena saya masih ingat proses pengerjaannya, jadi dengan waktu 3 jam saja saya berhasil menyelesaikan project ini.
VoilΓ !
Rabu, 11 Januari 2017
Patchwork and Quilting Project: Winter Blanket
Di tahun yang baru ini, kami merencanakan untuk mengerjakan beberapa project menjahit sesuai musim. Namun tidak hanya project baru, ada juga project yang penyelesaiannya tertunda sejak tahun lalu. Salah satunya adalah selimut patchwork quilt ini.
Rencana awal, selimut ini akan dibuat dalam ukuran single bed dengan model yang sederhana saja. Kalau tidak kotak-kotak bujursangkar, ya strip panjang-panjang. Kain-kain yang dipakai adalah stok lama yang dibeli di Bleu de Toiles sekitar tahun 2012. Waktu itu saya membelinya karena motif dan warnanya yang ke arah vintage, seri Odds and Ends dari Moda Fabrics. Sayangnya potongan kain yang saya miliki tidaklah cukup untuk membuat satu selimut (hanya ada 3 motif dan masing-masing setengah meter). Jadi akhirnya saya hunting lagi dan menemukan seri yang sama di Fabric Frieze UK. Dan karena seri ini adalah koleksi lama, jadi mereka sale sampai dengan 50 persen. Yippie!
Proses pengerjaan selimut ini dimulai sejak akhir bulan Agustus 2016. Banyak terpotong karena ada beberapa project menjahit garment yang saya kerjakan secara paralel. Selain itu, saya harus membeli kain pelengkap sampai dengan 3 kali hanya untuk project selimut ini. Pertama, di Fabric Frieze untuk beberapa potong kain tambahan dari seri Odds and Ends. Kedua, di Au Fil d'Emma untuk bahan backing (katun polos beige). Ketiga, kembali ke Fabric Frieze untuk bahan kain binding dengan seri yang sama, Odds and Ends.
Secara umum proses mengerjakan selimut patchwork quilt memang lama. Untuk memotong-motong kainnya menjadi pieces yang akan dijahit patchwork sudah memakan waktu. Apalagi kemudian menjahit pieces tersebut satu per satu menjadi top quilt. Setelah jadi, kita sandwich si top quilt dengan pelapis empuk (wadding, batting) serta backing fabric sebelum kita quilting. Proses menjahit quilting menggunakan mesin jahit dan mengikuti sambungan jahitan patchwork secara horizontal. Nah, di sini kesulitannya lebih besar karena lapisan batting yang saya pakai tergolong tebal. Walau sudah menggunakan walking foot, ada saja masalah jahitan yang muncul khususnya di bagian belakang (backing fabric). Dedel lagi, dedel lagi. Dari sini saya membuat note: 1. lain kali pakai lapisan batting yang lebih tipis saja, 2. jahitan quilt dimulai dari tengah ke pinggir supaya lebih rapi (kayaknya pernah lihat di satu video quilting tapi saya lupa dimana).
Setelah proses quilting selesai, tahap berikutnya adalah binding. Karena saya membuat bias binding sendiri, jadi ada tahap tambahan: membuat stripes sesuai bias grain. Ukuran yang saya pakai adalah 2.5 inches (lebar strip). Untungnya saya mulai terbiasa dalam membuat bias binding jadi proses ini agak cepat. Yang lama adalah, menjahit bindingnya. Jahitan di satu sisi (top quilt) menggunakan mesin jahit dan walking foot. Jahitan di satu sisi yang lain (backing) menggunakan tangan supaya lebih rapi. Alhasil, lebih dari lima jam saya melakukan slip stitch dan gemporrr...
Well, akhirnya selesai juga. Dua hari yang lalu, selimut ini kelarrr... Alhamdulillah, sujud syukur. Untung winter belum lewat jadi selimut ini bisa dipakai segera. Hangat sekali, cocok untuk winter. Ukurannya menjadi lebih kecil dari perencanaan semula (maklum amatir, jadi pasti salah perhitungan kebutuhan kain top quilt - tidak menghitung dengan cermat di bagian seam allowances). Tapi ya tetap bisa difungsikan sebagai selimut di sofa atau selimut untuk si kecil. Ah senang deh karena sudah selesai...
Jumat, 06 Januari 2017
Robe Amazone
Waah..2017!π Semoga semakin banyak jahit dan mencoba pola-pola jahit idaman yang belum sempat di realisasikan di tahun 2016 π.
Untuk mengawali tahun 2017, pola Amazone (12,50€) jadi pilihan saya. Simple! Itu yang buat saya naksir saat lihat pola hasil kolaborasi antara Coralie Bijasson dan My Dress Made.
Ini kesempatan saya juga untuk mencoba pola dari Coralie, saya memiliki beberapa pola nya, tapi belum sempat jahit. π°
Pola kertas yang saya beli, datang dengan penjelasan dan skema yang jelas. Kebetulan Amazone dress ini termasuk mudah di jahit, sehingga membuat saya semangat mencobanya.
Kain jersey milano warna hitam 1M70 saya beli di Tissus Self ( yaaay ! ada toko kain baru), saya potong di size 40..hmmh..agak sedikit besar, mungkin size 38 lebih tepat, tapi saya tetap suka Amazone ini walaupun gede, karena model cocooning-nya baju ini cocok sekali untuk musim dingin..bbrrr..tadi pagi suhu sempat -7°C dan ketika sore ini saya ke luar belanja mengenakan baju Amazone suhu -3°C, berbekal mantel dan collant + Amazone = anget aja π
Sebenarnya saya ingin mencoba pakai pipping di Amazone, tapi di stok piping warna gold saya kurang panjang, sehingga tidak akan cukup untuk dijahit di Amazone. Lain kali pingin coba aah pake piping.
Untuk mengawali tahun 2017, pola Amazone (12,50€) jadi pilihan saya. Simple! Itu yang buat saya naksir saat lihat pola hasil kolaborasi antara Coralie Bijasson dan My Dress Made.
Ini kesempatan saya juga untuk mencoba pola dari Coralie, saya memiliki beberapa pola nya, tapi belum sempat jahit. π°
Pola kertas yang saya beli, datang dengan penjelasan dan skema yang jelas. Kebetulan Amazone dress ini termasuk mudah di jahit, sehingga membuat saya semangat mencobanya.
Kain jersey milano warna hitam 1M70 saya beli di Tissus Self ( yaaay ! ada toko kain baru), saya potong di size 40..hmmh..agak sedikit besar, mungkin size 38 lebih tepat, tapi saya tetap suka Amazone ini walaupun gede, karena model cocooning-nya baju ini cocok sekali untuk musim dingin..bbrrr..tadi pagi suhu sempat -7°C dan ketika sore ini saya ke luar belanja mengenakan baju Amazone suhu -3°C, berbekal mantel dan collant + Amazone = anget aja π
Sebenarnya saya ingin mencoba pakai pipping di Amazone, tapi di stok piping warna gold saya kurang panjang, sehingga tidak akan cukup untuk dijahit di Amazone. Lain kali pingin coba aah pake piping.
Rabu, 28 Desember 2016
Metropolitan Dress in Batik
Kadang kita ingin membuat baju batik anak dengan model yang modern dan sesuai trend, tidak klasik atau simpel. Nah, minggu lalu saya menyelesaikan satu dress batik terkesan modern. Polanya menggunakan Metropolitan Dress dari Lil Luxe Collection. Brand ini membuat beberapa pola baju anak (juga dewasa) yang modern dan trendy. Sudah lama saya tertarik dengan beberapa model yang ditawarkan oleh mereka tapi karena format polanya dalam bentuk PDF, saya menahan diri. Terus terang, saya bukan penggemar pola PDF. Saya prefer pola konvensional dalam kertas lebar yang kemudian kita copi/trace di atas kertas pola transparan.
Well, pada akhirnya minggu lalu saya membeli juga satu pola Lil Luxe Pattern. Ngga tahan >_<
Metropolitan batik dress ini dibuat dalam ukuran 7 untuk anak usia 7 tahun yang kurus :D . Kainnya didapat dari Thamrin City (menurut yang beli), batik motif kopi.
Tingkat kesulitan ada pada proses penjahitan bodice dengan lengan karena ada bagian yang terbuka. Sistem penyambungannya mirip sekali dengan satu teknik yang saya pelajari saat menjahit Trimsies Trainers sekitar lima tahun yang lalu jadi saya langsung paham caranya (namun tetap harus hati-hati supaya hasilnya oke). Kemudian kesulitan berikutnya ada pada bagian jahitan melengkung di hem bawah skirt (yang tentu saja bisa kita rubah menjadi lurus saja kalau mau). Saya menggunakan narrow hem foot supaya lebih mudah.
Review secara umum untuk pola ini adalah, kalau kita terbiasa dengan pola Oliver + s, kita akan menemukan beberapa ketidakjelasan instruksi pada pola Lil Luxe ini. Untuk seamstress yang sudah cukup berpengalaman, pola ini bisa diwujudkan menjadi pakaian dalam waktu satu hari saja.
Tips untuk lengan: bila kita hendak menyatukan lengan utama dengan lining di bagian hem, ada baiknya bagian tersebut di-press dulu dengan setrika sesuai lebar hem. Jadi saat akan dijahit sambung, prosesnya lebih mudah dan lebih cepat.
Elisalex Red Dress
Sudah lama saya ingin membuat dress dari pola ini. Tapi memang agak maju mundur karena pertimbangan modelnya. Bodice dengan princess seam, skirt dengan tulip shape. Saya agak khawatir apakah akan cocok di badan.
Akhirnya setelah satu setengah tahun, pola Elisalex ini dipakai juga. Size yang diambil adalah 12/16. Kain utama yang digunakan adalah stretch jacquard berwarna merah. Sedangkan kain lining adalah sejenis viscose navy blue yang sangat adem. Keduanya dibeli sekitar Juni 2015 di Tissus Bennytex (Bobigny).
Berhubung kain utamanya tergolong stretch, saya harus melakukan cukup banyak modifikasi. Pertama, di jahitan samping bodice, saya ambil masing-masing 1.5 cm kanan dan kiri. Kemudian, di bagian princess seam belakang, saya ambil mengikuti lengkungan badan (jadi dicoba dulu bajunya, kemudian di-pin bagian mana yang akan diambil). Modifikasi ini hanya dilakukan di kain utama karena kain lining tidak terpengaruh (tidak stretch). Saya kurang tahu apakah cara saya ini tepat atau tidak (memadukan kain stretch dengan woven). Yang jelas, saya hanya mengkoreksi atau menyesuaikan sesuai hasil fitting yang dilakukan berulang kali. Pada proses tersebut, kain lining tidak memerlukan penyesuaian (mungkin karena tidak sebelumnya saya sudah membuat muslin dari kain katun poplin dimana hasilnya tidak menunjukkan perlunya modifikasi).
Di pola aslinya, lining dipasang hanya di bodice. Tapi saya ingin dress ini lebih nyaman dikenakan jadi lining pun dipasang di skirt.
Cara memasang lining di neckline sesuai dengan instruksi pada pola yaitu dijahit bersama sesuai panjang neckline. Kemudian saya jahit understitching supaya kain lining tidak "nongol" ke luar. Lalu di bagian lingkar lengan, saya satukan seam dari bodice-lengan kain utama dengan seam bodice kain lining dengan jelujur tangan. Setelah itu saya obras. Proses penjahitan kain lining ke kain utama pada bagian zipper (black 50 cm) adalah secara manual alias pakai tangan (slip stitch). Juga hemming pada lengan dan skirt dijahit dengan tangan (catch stitch) selebar 2 inches.
Hasilnya terlihat jadul ya? Hihi...
Langganan:
Postingan (Atom)





