Pages

Jumat, 02 Juni 2017

Isla Trench Coat



Haiyaa... ini project yang baru kelar hari Senin lalu. Dan capeknya masih berasa sampai sekarang. Serius deh...

Jadi waktu Named mengeluarkan koleksi terbarunya di akhir tahun 2015 (fall winter), saya naksir beberapa pola mereka, terutama Isla Trench ini. Tapi tingkat kesulitannya, heyhoo... lima! Alias paling susye tuh *lap keringet*. Setelah maju mundur, akhirnya ketika mereka ada diskon akhir tahun 2015, saya ambil lah pola ini dalam versi PDF (16 euros di-diskon menjadi 10 euros). Dan tahun ini akhirnya project Isla bisa dilaksanakan dengan menggunakan bahan kain yang ada di stash.

Kalau kita melihat desainnya, dengan segala detail yang ada, tentu kita sudah bisa menduga kalau pola ini termasuk advance. Dan setelah saya memulainya (dengan mengumpulkan energi berbulan-bulan, haha... lebay...), semakin nyata bahwa project ini membuat saya bolak balik sakit pinggang *ouch*.

Persiapan pola (print, potong, tempel) sudah dikerjakan sejak beberapa bulan yang lalu (lupa tepatnya). Demikian juga dengan proses prewash bahan kain.  Kemudian cutting bahan baru bisa dilakukan tanggal 16 April di rumah mertua. Kenapa di sana? Karena di sana saya bisa menggelar tiga meter kain dengan leluasa (tempat tinggal saya sempit euy). Proses ini memakan waktu sekitar 3 jam dan ini baru kain utama (denim viscose), belum kain lining karena belum ada. Lalu Isla project ini sempat ditunda karena saya mendahulukan Jamie jeans plus berburu kain lining.


Awal Mei, saya melanjutkan project ini ke tahap konstruksi alias penjahitan. Tekad saya waktu itu, setiap hari kerja (Senin, Selasa, Kamis dan Jumat - hari kerja saya :D), saya harus mencicil dua sampai tiga jam. Setelah itu, tinggalkan, kerjakan project yang lain (permak, craft, dll). Dengan begitu, energi saya tidak habis di satu project yang sulit dan bisa berbagi dengan project yang lain. Cara ini juga membantu saya dalam mengelola emosi yang biasanya suka naik kalau ketemu dengan tahapan yang sulit. Dengan sistem mencicil ini, akhirnya Isla trench kelar juga. Kalau dihitung, dari awal menjahit sampai selesai sekitar sebulan lah.

Kesulitan yang saya temui:

Pertama adalah saat menyiapkan pola. Karena polanya PDF dan ada pieces yang bertumpukan di kertas pola (di site Named tertulis Overlapped pattern layoutYes), maka saya selain harus memotong pieces sesuai size yang diinginkan (42), juga saya harus meng-copy (atau kalau mau, print ulang) di bagian-bagian tertentu. Tahap ini sudah harus dikerjakan di lantai karena Isla ini panjang.
Pieces pola yang harus dipersiapkan banyak sekali! Karena ya itu, detailnya banyak.

Lalu di bagian pemotongan kain, walau sudah di atas lantai yang lebar, kainnya sendiri bukan jenis yang mudah dikendalikan. Seperti halnya viscose, denim yang saya pilih ini pun suka bergeser. Demikian pula dengan kain lining yang saya pilih: silk polyster. Tahapan pemotongan kain ini harus dilakukan dengan perlahan dan super hati-hati.


Nah, tahap penjahitan termasuk lebih mudah karena semua ada gambarnya. Jelas deh. Kadang tidak terlalu perlu untuk membaca instruksi kecuali utk cross check apakah pemahaman saya sudah betul. Tapi, walau terbilang jelas, tahap ini juga membutuhkan energi lebih karena: 1. lama (banyak sekali pieces yang dijahit), dan 2. begitu mencapai penjahitan bodice, bobot menjadi makin berat (panjangnya kain membuat bobot berat, apalagi kl sudah dijahit semua). Kalau saya tidak memposisikan dengan benar, kain yang sedang saya jahit bisa jatuh ke bawah karena bebannya itu.


Penjahitan bahan kain denim viscose dan silk polyster perlu perhatian khusus juga karena seperti yang sudah saya sampaikan di atas, jenis kainnya termasuk yang sulit dikendalikan. Penggunaan jarum pentul atau penjepit sangat disarankan tapi hati-hati untuk silk poly karena jarum bisa menimbulkan lubang yang kentara (kalau punya jarum pentul khusus untuk silk, lebih oke tuh).

Mungkin yang bisa saya tambahkan terkait konstruksi adalah proses setelah lining disatukan dengan bodice (mereka pakai istilah shell). Tapi karena saya sudah pernah membaca dan mempraktekkan teknik bagging dari buku High Fashion Sewing Secrets jadi dalam proses ini saya tidak lagi melihat instruksi secara detil.

Tahap pembuatan lubang kancing bagi saya agak menyebalkan karena saya harus menjaga dengan hati-hati supaya trench tidak tertarik ke bawah karena bobotnya. Ketebalan kainnya sendiri tidak menghambat tapi entah kenapa saat jahitan mundur (saya menggunakan mesin jahit mekanik Bernina dengan sistem pembuatan lubang kancing non-automatic) kainnya sempat tidak mau bergerak. Dan ini terjadi untuk beberapa lubang kancing sehingga saya sempat harus mengulang. Apa ada yang menyangkut atau tertahan di salah satu bagian mesin? Atau malah tertahan tanpa sengaja di ujung meja? Mungkin lain kali untuk project coat panjang saya harus memindahkan mesin jahit mekanik ini ke meja makan karena space lebih luas (mengurangi resiko kain stucked karena entah menyangkut atau jatuh ke bawah). Mesin jahit ini memang tempat mangkalnya hanya di meja ukuran standar (standar meja tulis). Catat ah untuk lain kali, pindahkan mesin walau beratnya luar biasa >_<

Trench ini memiliki beberapa tahapan topstitching jadi ada dua macam benang yang saya gunakan, benang jahit dan benang topstitching. Karena bahannya denim, jadi benang-benangnya tinggal saya ambil dari yang ada untuk menjahit celana jeans.

Modifikasi yang saya lakukan: Hanya memperpendek panjang trench 20 cm karena kainnya pas. Untuk ukuran 42 itu disarankan kain utamanya sekitar 3.5 meter untuk lebar kain 150 cm. Nah, karena kain denim saya itu hanya 3 m (dibeli sudah dalam potongan 3 m), maka trench ini harus diperpendek.

Voilà, voilà... Hasilnya not bad. Bangga juga sudah bisa menyelesaikan project sulit ini. Terlihat cukup rapi walau kain denimnya ada bekas-bekas lipatan yang tidak mau hilang, heu... Next time saya mau membuatnya dengan bahan kain cotton gabardine saja karena lebih mudah diatur, lebih menyenangkan dan tidak mudah lecek, hihi...




Bahan:

  • Denim viscose dan silk polyester dari Les Coupons Saint Pierre, Paris
  • Kancing besar dan kecil dari La Mercerie du Berry (eBay)
  • Benang jahit dan benang topstitching: Gutermann





Tidak ada komentar:

Posting Komentar