Pages

Rabu, 27 April 2016

Sewing machine cover

Beberapa model mesin jahit jaman sekarang memberikan cover rigid (solid) sebagai bagian dari aksesoris standar. Namun ada juga beberapa model yang memberikan cover berbentuk plastik. Kalau mesin jahit jaman dulu, ada yang mempunyai cover solid (biasanya kayu), ada yang sudah menjadi satu dengan mejanya sehingga dapat dimasukkan ke dalam, namun ada juga yang hanya dilengkapi dengan koper penyimpan yang tidak berfungsi sebagai cover BILA kita memposisikan si mesin di atas meja (kalau bentuknya koper, mesin jahit harus diangkat dan dimasukkan ke dalamnya, bukan sekedar ditutupi - bingung ngga?).

Nah, kalau Anda mempunyai mesin jahit tanpa cover dan selalu/sering memposisikannya di atas meja, untuk menghindari debu, kita bisa membuat sewing machine cover berbahan kain. Ide-ide cover sudah banyak ditemukan di internet. Ada yang sederhana, ada yang berkantong, ada yang menggunakan patchwork dan quilting, dan ada juga yang satu set dengan sewing machine mat, thread catcher (tempat sampah khusus potongan benang) dan juga pincushion.


Cover yang saya buat cukup sederhana. Bahannya menggunakan 3 macam kain katun yang ada di rumah. Untuk bagian depan, atas dan belakang, saya menggunakan lapisan semacam dacron tapi hanya sisa-sisa dari project selimut. Untuk bagian kanan dan kiri, saya menggunakan lapisan kain keras (pislin?) - kode angkanya H250 di bawah merk Vlieseline/Vilene.

Satu kantong dibuat di bagian depan dan dibagi menjadi dua. Yang paling besar untuk menyisipkan meja sambungan mesin jahit sedangkan kantong yang kecil bisa untuk apa saja. Ada aksen sedikit di kantong, yaitu piping berwarna kuning mustard. Finishing di bagian bawah menggunakan bias tape warna coklat tua.



Project ini dikerjakan secara kilat karena tingkat kebutuhannya cukup tinggi. Jadi memang ada beberapa ketidaksempurnaan, hiks, tapi secara fungsi tetap memuaskan. Tinggal membuat sewing machine mat dan thread catcher yang matching-tching...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar