Pages

Rabu, 04 April 2018

Salon Aiguille en Fête 2018

Di Perancis ada beragam acara craft show tahunan. Namun yang paling besar itu ada dua yaitu Salon Créations Savoir Faire (biasanya diadakan di musim gugur) dan Salon Aiguille en Fête (biasanya diadakan di musim dingin) dimana keduanya digelar di Paris. Saya sudah pernah mengulas sedikit tentang Salon Créations Savoir Faire jadi kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang Salon Aiguille en Fête (disingkat AEF).

AEF ditujukan bagi orang-orang yang memiliki kegiatan (profesional maupun hobby) seputar jarum dan benang. Beberapa di antaranya adalah menjahit (garmen, craft, patchwork, quilting), menyulam/embroidery, knitting dan crocheting. Untuk itu, stand promosi dan penjualan yang ada di acara itu terkait dengan kegiatan-kegiatan tersebut misalnya kain, benang jahit, benang sulam, benang knitting, jarum jahit, jarum knitting, tambur knitting, alat bantu penerangan dan kaca pembesar untuk kebutuhan craft, MESIN JAHIT (huruf besar karena mesin-mesin yang ditawarkan sangat menggoda selera :D ), mesin bordir, mesin quilting, mesin obras, sekolah mode, sekolah art embroidery, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setiap tahun, AEF memiliki tema yang berbeda. Misalnya untuk tahun 2016 temanya adalah budaya Maya (grup etnik), sedangkan tema tahun 2018 adalah Putih. Tema ini ditampilkan dalam bentuk pameran khusus di bagian depan setelah pintu masuk dimana AEF mengundang beberapa artis lokal maupun mancanegara untuk berpartisipasi. 

AEF 2016 : Maya

AEF 2016 : Maya

AEF 2016 : Maya

AEF 2016 : Maya


AEF 2018 : White, Passion and Tradition

AEF 2018 : White, Passion and Tradition

AEF 2018 : White, Passion and Tradition

AEF 2018 : White, Passion and Tradition

AEF 2018 : White, Passion and Tradition

Dalam AEF, ada beragam workshop yang menawarkan kelas-kelas dasar maupun intermediate misalnya menjahit tote bag, knitting basic, menyulam dasar, quilting dengan mesin, dan lain-lain. Ada kelas yang gratis, ada juga yang berbayar. AEF juga rutin mengadakan Speed Knitting yaitu lomba merajut dimana pemenangnya adalah yang paling cepat dan paling banyak hasil rajutannya (ada ahli yang bertugas menghitung jumlah ikatan rajutan).

Beberapa desainer pola menjahit indie kadang meluncurkan pola terbaru mereka di acara ini. Jadi beberapa hari sebelumnya mereka teasing di socmed, lalu pas AEF mereka launch produknya. Seru sih, terutama bagi para fan berat si desainer itu. Kadang ada desainer dan/atau produsen kain yang juga launch produk baru di situ, lalu bekerja sama dengan satu desainer pola untuk membuat kit khusus (pola plus kain dan notions).

Di acara ini kita juga bisa bertemu dengan beberapa selebriti di dunia crafting Perancis khususnya seleb blogger, penulis buku, pengajar kelas/workshop yang memiliki keahlian khusus, dan juga pemenang serta kandidat kontes sewing lokal (Cousu Main).

AEF berlangsung empat hari dan biasanya Sabtu Minggu sangatlah ramai sehingga antrian masuk sangat panjang. Jumlah stand juga sangat banyak sehingga bagi yang tidak memiliki cukup waktu hal ini bisa menyulitkan.

Maison Sajou, penyedia kebutuhan menjahit dengan tema vintage dan tradisional

Sashiko Ya, penyedia kebutuhan sashiko asli dari Jepang

Salah satu penyedia kebutuhan knitting dengan craft truck-nya

Nogent, merk populer penyedia gunting made in France

Sekolah mode

Penyedia kain

Patron les BG, penyedia pola menjahit khusus untuk pria

Mesin bordir elektronik

Workshop knitting

Lampu loupe untuk crafting

Mesin quilting Handy Quilter

Penyedia kain

Penyedia kain khusus linen untuk garmen

Pameran Stockman, merk terkenal patung manekin Perancis

Pameran dari satu asosiasi patchwork

Pameran karya satu artis Jepang

Penyedia kebutuhan embroidery tradisional Britanny

Dekorasi berupa hasil karya tangan dengan teknik crochet

Pauline Alice, desainer pola menjahit pakaian


Beberapa tips bagi Anda yang ingin berkunjung ke acara ini (atau acara lain yang sejenis) :
  1. Usahakan untuk datang di hari Kamis atau Jumat di jam baru buka (sekitar jam 9.30).
  2. Disarankan untuk membeli tiket masuk sebelumnya melalui internet atau tempat-tempat penjualan tiket seperti FNAC atau Carrefour Spectacles.
  3. Kalau tertarik untuk mengikuti workshop yang ditawarkan, book online di site AEF.
  4. Sebelum berangkat, print peta stand yang ada di site AEF. Cek daftar seller/stand yang kita minati, tandai, dan jadikan peta itu sebagai panduan di dalam AEF. Kunjungi terlebih dahulu stand yang benar-benar kita minati.
  5. Untuk menghindari antrian panjang untuk membeli makan siang, bawalah bekal sendiri dari rumah dan makan on-time jam 12. Ada beberapa tempat duduk yang disediakan namun kalau terpaksa bisa juga duduk di bawah (tenang saja, Anda tidak sendirian karena yang duduk di situ banyak sekali). Air minum dalam termos bisa juga dibawa masuk kalau kita prefer minuman hangat.


Harga tiket masuk? Bisa dilihat di site-nya. Kurang lebih sekitar 14 euros per orang. Untuk mendapatkan harga khusus atau diskon, bisa cek ke site vente-privée (mesti jadi anggota) atau ambil harga yang early bird di site AEF (beli jauh-jauh hari). Kalau mau, kita bisa mendapatkan tiket masuk secara gratis dengan cara mengikuti undian-undian yang diadakan oleh beberapa partisipan (stand) di akun social media mereka. 

Kalau pas ke Paris di tanggal AEF, jangan lupa ke sana ya...

PS. Untuk melihat lebih banyak foto AEF 2018, silakan meluncur ke Facebook Page Puspita Jewel.


Sewing Machine Needle Organizer

Halo ! Masih tentang organizer untuk jarum tapi kali ini khusus untuk jarum mesin jahit. 

Seperti yang kita tahu, secara berkala kita harus mengganti jarum mesin jahit dengan yang baru karena ujung jarum yang dipakai berulang kali akan berkurang ketajamannya. Jarum yang tumpul akan mempengaruhi hasil jahitan. Tentunya kita sendiri yang harus aware kapan waktunya mengganti jarum terutama bila kita melihat ada yang salah dengan hasil jahitan. Namun ada beberapa sumber di internet yang mengatakan bahwa sebaiknya mengganti jarum setiap 8-10 jam pemakaian, atau setiap habis dua gulung benang di bobin, atau ada juga yang bilang setiap selesai project (nah, ini akan tergantung project-nya karena kalau project kecil-kecil rasanya ya sayang untuk mengganti jarum segera, lain soal bila kita bicara tentang project patchwork quilting yang memang panjang dan lama). Pokoknya kalau menurut saya akan lebih baik kalau kita sendiri yang aware akan kebutuhan mengganti jarum karena pasti kita mengenal dengan baik si mesin jahit dan hasil jahitannya. Bagi newbies dan baru mulai berkenalan dengan mesin jahit, mungkin ada baiknya berpatokan dengan berapa lama jarumnya bekerja. Nanti lama-lama Anda akan bisa menilai dan menyesuaikan sendiri.

Nah, berhubung jenis jarum mesin jahit pun beragam, ada yang universal, jersey, jeans, topstitch, dan lain-lain, saya belakangan ini suka pusing sendiri kalau mencari jarum yang saya butuhkan karena tercampur di satu wadah. Demikian juga bila saya harus memeriksa apakah stok jarum tertentu masih mencukupi atau tidak. Sebisa mungkin saya mempunyai stok jarum untuk satu tahun dan ada beberapa jenis jarum yang stoknya lebih banyak dibanding yang lain karena lebih sering dipakai, misalnya jarum universal dan jersey.

Di internet ada beberapa model organizer untuk jarum mesin jahit. Pada intinya: transparan, sederhana dan rapi. Akhirnya saya membuat seperti ini.


Kain yang digunakan adalah sisa-sisa saja. Lalu plastik transparan menggunakan plastik sampul buku anak saya. Dalamnya ada dua lapisan yaitu Decovil Light dan quilt polyester batting tipis. Decovil light disetrika ke kain interior (bunga-bunga), lalu di atasnya ditempatkan quilt batting, lalu kain eksterior (jumputan biru namun tidak kelihatan di foto ini). Supaya rapi, organizer di-binding dengan bias tape warna senada.


Proses menjahit bagian yang berplastik menggunakan teflon foot yang kebetulan baru saya adopsi dari sesama penggemar sewing. Penjahitan akhir untuk bias yang biasanya saya lakukan dengan tangan, kali ini langsung pakai mesin saja karena saya ingin project ini tidak memakan banyak waktu dan organizer bisa segera digunakan. Oh iya, supaya bisa digantung, saya kasih dua D-ring dan short straps. Rencananya akan saya tambahkan juga kancing jepret supaya organizer ini bisa dilipat rapi dan disimpan di lemari.


Semoga menjadi ide untuk merapikan jarum Anda ya... Happy sewing !

Rabu, 21 Maret 2018

Needle Case untuk Menyulam

Ah, ini project kecil yang kelupaan diposting yaitu needle case atau needle organizer, khususnya untuknya jarum embroidery atau sulam. Saya mengikuti video tutorial yang ada di satu kelas di Creativebug, yaitu Keepsake Needle Case by Rebecca Ringquist.


Polanya mudah saja, hanya memanjang dan nantinya bisa dilipat menjadi 3. Di bagian dalam dipasang pita untuk menyisipkan jarum, lalu satu ujung pita akan menjadi loop yang fungsinya untuk menggantung needle case di tempat yang kita mau. Untuk case saya, saya menambah kancing snap plastik untuk penutup jadi akan lebih aman saat dibawa-bawa. Needle case ini bisa saya sisipkan di tengah organizer yang saya buat di postingan ini.

Case ini berguna untuk merapikan semua jarum sulam bila kita menggunakan beragam warna dan tentunya banyak jarum.



Kamis, 15 Maret 2018

Camisole

Berhubung ada pesanan berupa camisole dress, jadi saya trial dulu untuk diri sendiri. Pola dibuat menggunakan panduan dari buku Soekarno (tingkat dasar) di bagian pola dasar gaun dan pola sackdress. Namun ada beberapa modifikasi dari saya. Ukuran yang dipakai adalah ukuran standar dari buku itu juga, yaitu L besar.

Trial pertama menggunakan kain cotton silk hasil sale di Les Coupons de Saint Pierre entah tahun kapan dan menggunakan invisible zipper. Trial kedua menggunakan scarf Zara dua bahan (crepe dan jersey) yang dibeli tahun 2012 (tidak pernah dipakai) dan tanpa zipper.








Modifikasinya (diaplikasikan di trial kedua) dan beberapa catatan :
  • Kupnat di pundak dipindah ke samping sebelum pola dasar dibuat menjadi kamisol. Lalu kupnat samping itu bisa diabaikan (tidak dijahit) kalau mau. Secara umum, saya lebih suka tanpa kupnat (fyi, dari pola dasar di awal, saya juga meniadakan kupnat bodice depan dan belakang, jadi cenderung lurus dari titik lingkar badan/dada ke arah titik lingkar pinggul)
  • Bawah kerung lengan naik 1 1/2 cm. Ini sudah tertulis di buku Soekarno tapi hati-hati, di bagian front tertulis naik 1/2 cm sementara di bagian back tertulis 1 1/2 cm. Menurut saya ini salah cetak dan saya menaikkan semua 1 1/2 cm
  • Penempatan tali/strap digeser ke arah samping kanan kiri sekitar 1 cm
  • Desain pakai yang standar saja, tidak perlu ikut yang di buku
  • Bagian front antara ketiak dan tali/strap dibuat agak melengkung untuk menyesuaikan bentuk area itu yang juga tidak flat lurus
  • No zipper needed! Karena sudah bisa masuk kok ke badan
  • Kalau bahan light sekali, lebih bagus jahitan samping berupa french seam. Tapi tidak wajib juga
  • Sebagian kamisol yang beredar di pasaran menggunakan bias binding namun saya memilih memakai facing. Jadi polanya tinggal copy di bagian tersebut tapi lebih pendek tentunya. Jangan lupa understitching !
Hasil, fitting cukup ok, terutama di bagian dada dan bawah ketiak. So, bisa lah untuk dalaman baju atau untuk tidur, zzzz.... zzz...


Projects Half Done - Maret 2018

Jadi seperti yang terjadi pada sebagian penjahit yang membuat pakaian untuk diri sendiri, saya juga suka memulai satu project dan kemudian meninggalkannya karena berbagai alasan. Maksudnya, ya project tidak selesai. Minggu lalu saya menyelesaikan dua karena mulai "begah" dengan projects half done yang berserakan di rumah.

Yang pertama adalah atasan simple dengan pola yang sama seperti di postingan ini. Bahannya menggunakan sisa lining (satin polyester) dari project trench ini. Kebetulan minggu lalu saya menemukan toko yang menjual bias binding in satin dalam warna yang sesuai dengan keinginan. Maka, selesailah finishing atasan ini.

Note: bahannya yang licin dan super lemas agak menyulitkan jadi harus dikerjakan dengan hati-hati.



Kedua, light jacket dari bahan tenun Bali Endek dengan lining dari katun vintage. Pola aslinya dari veste Mona tapi saya modifikasi sedikit di bagian dekat leher (dibuat melengkung). Berhubung kain utama memiliki motif, jadi saya berusaha mencocokkan supaya harmonis dan itu tidak mudah, heu... 

Note: jahitan yang saya buat untuk menyatukan kain utama dan lining di bagian pergelangan tangan tampaknya harus dibuka lagi dan dibuat lebih baik (jatuhnya jadi tidak kaku, harus terlihat lebih organik).


Handy Stitching Organizer

Tahun ini, saya mulai belajar bordir dengan tangan. Niatnya sih hanya untuk menghias pakaian yang saya buat, misalnya sedikit bordir di kerah, di kantung atau di dada. Lalu bulan ini ada kelas dasar yang saya ikuti untuk persiapan kelas bordir tradisional Brittany di bulan Mei. Semua kebutuhan stitching untuk kelas tersebut dimasukkan ke satu pouch yang harusnya untuk kosmetik. Cukup memadai, tapi setelah dipikir-pikir, saya merasa butuh satu organizer ber-pocket yang bisa menampung beberapa kebutuhan dasar dan bisa dibawa-bawa. Maka dibuatlah organizer ini.


Kain yang digunakan adalah sisa-sisa dari project menjahit sebelumnya kecuali kain utama (dulu beli di garage sale - jadi itu sisa kain yang aslinya punya orang lain). Bias binding juga dari sisa project  yaitu selimut patchwork quilting di postingan ini. Kebetulan warnanya "nyambung" dan panjangnya pas dengan kebutuhan. Pelapis dalamnya adalah Decovil Light dan kain batting yang suka dipakai untuk project patchwork (bukan yang fusible ya, kebetulan saya ada sisa yang ukurannya pas). Jadi organizer ini cukup solid untuk menampung kebutuhan saya, namun tidak kaku. Soft organizer lah...

Detail di dalam organizer :
  • Pocket besar berkancing untuk menaruh apa saja. Di sini saya memasukkan beberapa benang bordir yang sedang digunakan untuk project bordir
  • Lalu di pocket berelastik di bawah, saya memasukkan needle threader, gunting bordir, jarum bordir & jahit dan benang untuk basting. Kantung ini memang terbatas ukurannya jadi benang basting disisipkan saja di elastik tanpa masuk ke pocket. Di pocket ini bisa dijepitkan beberapa clip (merah) dan kebetulan saya butuh dua saja
  • Karena kadang sewing pins juga dipakai, maka saya membuat 2 fitur tambahan, yaitu kain putih (sisa fleece) untuk menyimpan pin serta satu mini pincushion yang dipasang kancing (jadi bisa dilepas dan disimpan di pocket besar bila perlu
  • Di sisi sebelah pincushion, saya menaruh D-ring untuk menggantung satu thimble karena kadang berguna juga untuk bordir tangan


Jadi kalau Anda ingin membuat personalized & customized organizer untuk menjahit, sesuaikan desain dengan kebutuhan Anda. Listing dulu semua kebutuhan dasar yang diperlukan. Lalu nanti saat mendesain, Anda lihat lagi list itu.



Lumayan deh, saya sekarang kalau membordir atau menjahit tangan di depan tivi atau di perjalanan, saya bisa ambil organizer ini dan mulai bekerja. Paling saya tinggal menambah lampu & kaca pembesar saja, maklum mata tua.

Sekilas tentang project bordir saya ada di foto di bawah ini. Nanti Insya Allah akan diposting lagi kalau sudah jadi. Ini bakal lama karena, hiks, kecil-kecil stitching-nya. 


Sabtu, 03 Maret 2018

Rok Batik Wiron

Salah satu kesulitan kami yang tinggal jauh dari ibu pertiwi adalah saat kami memerlukan pakaian bernuansa tradisional untuk acara-acara tertentu. Karena kalau kami pesan ke kampung halaman, ongkos kirimnya jadi mahal. Belum lagi kalau ada kesalahan ukuran. Untuk itu, saya pribadi merasa harus bisa membuat sendiri pakaian bernuansa tradisional walaupun sederhana dan simple. Salah satunya adalah bawahan batik berwiron yang tentunya sekarang ini sudah banyak yang dibuat menjadi rok ber-zipper.

Niatan untuk membuat rok batik wiron sudah muncul sejak tahun 2016 namun akhirnya saya merealisasikannya tahun lalu saat seorang teman meminta bantuan untuk membuatkan satu. Dengan modal informasi terbatas dari internet, satu rok batik wiron milik teman sebagai contoh, plus satu lagi milik ibunda saya, akhirnya saya pun mencoba. Sejauh ini, saya sudah membuat 5 bawahan batik wiron. Dua di antaranya untuk saya sendiri, sisanya pesanan teman-teman (contohnya di bawah ini).



Beberapa panduan dasar yang saya temukan adalah:
  • Untuk wiron Yogya, bagian pinggirannya (tumpal) kelihatan dari depan, jadi dilipatnya ke arah luar. Sementara untuk wiron Solo, bagian pinggirannya itu dilipat ke dalam, jadi tidak kelihatan
  • Jumlah lipatan wiron ganjil
  • Wiron untuk perempuan, lipatannya di bagian kiri. Sementara untuk lelaki, lipatannya di bagian kanan. Bingung ndak? 
  • Lebar lipatan wiron sekitar 2 jari untuk perempuan, 3 jari untuk laki-laki
Lalu penerapannya, untuk lebar lipatan wiron, saya sendiri menerapkan 2-3 cm, tergantung panjang kain dan jumlah lipatan yang saya mau. Lalu jumlah lipatannya antara 5-9, juga tergantung panjang kainnya. Katanya, semakin banyak lipatan, penampakannya akan terlihat makin cantik. Tapi capek juga ya bok melipatnya...

Cara membuat rok batik wiron di sini adalah hasil dari observasi saya terhadap dua rok yang sudah jadi (seperti yang sudah saya mention di atas) dan beberapa modifikasi seperlunya. Jadi kalau memang cara saya tidak sesuai dengan pakem yang asli, mohon dimaafkan yaa... Yang jelas, pembuatan rok wiron di tulisan ini tidak memotong kain sama sekali. Jadi suatu hari, jahitan bisa dibuka dan kain batik bisa kembali utuh. Ya paling ada lubang-lubang kecil bekas jahitan :)

Pertama-tama, yang harus dipersiapkan adalah:
  • Kain batik panjang (perhatikan motifnya karena biasanya ada bagian atas dan bagian bawah, jangan sampai terbalik)
  • Zipper warna senada dengan kain, panjang 20 cm
  • Benang warna senada dengan kain
  • Kancing jepret (atau kancing kait seperti yang dipakai di rok dan celpan)
Lalu, yang harus diukur adalah:
  • Lingkar pinggang
  • Lingkar pinggul
  • Panjang rok (kalau panjang rok yang ingin dibuat ternyata lebih dari lebar kain yang tersedia - biasanya ini terjadi pada orang yang tinggi- maka kainnya harus ditambah dengan kain yang lain, umumnya polos, sebelum proses pembuatan lipatan wiron)
  • Panjang belahan wiron (ini sesuai preferensi saja, saya pakai sekitar 30 cm dari bawah)
Lalu, mulai lipat wiron sebanyak yang dimau. Gunakan setrika untuk menghasilkan lipatan yang rapi. Kalau sudah jadi, jepit wiron supaya tidak terbuka lagi. Penjepitan bisa menggunakan jepit rambut atau wonderclip-nya Clover. Atau, bisa juga diamankan dengan peniti.



Kembali ke ukuran panjang rok, bila ternyata kainnya kepanjangan, di tahap ini kita bisa melipatnya ke arah dalam. Setrika supaya rapi, jelujur sedikit untuk menjaga lipatan (atau bisa juga diberi pin, tapi saya pribadi lebih suka menjahit jelujur). Bagian yang terlipat wiron juga ikutan dilipat ke dalam ya. 


Sekarang kita akan membentuk kainnya menjadi rok dan dimulai dengan ukuran lingkar pinggung. Jadi misalnya:



  • Lingkar pinggul 94 cm
  • Lebar lipatan wiron 3 cm dimulai dari sisi kiri (garis-garis merah)
  • Lipatan dua kali di sisi kanan dengan lebar antara 3-5 cm (garis-garis hijau) - ini tidak wajib, saya hanya suka dengan adanya lipatan ini di sisi yang berlawanan dengan wiron, terkesan rapi cantik dan juga bisa membantu memperpendek panjang kain (bila terlalu panjang, sementara badan pemakainya kecil sekali)
Lalu, ujung sisi kiri akan menimpa ujung sisi kanan sebanyak 2 - 3 cm dan bagian yang tertutup akan dijahitkan zipper di sisi atas.



Optional: Saat melipat sisi kiri ketemu sisi kanan, kita bisa membuat agak miring ke atas. Tujuannya supaya hasil akhir bawah kain agak mengecil/menyudut. Tapi kalau kita mau membuat lurus-lurus saja juga tidak apa. Malah hasil akhirnya, kita lebih mudah untuk melangkah.

Di tahap berikutnya, kita bisa mulai memasang zipper di bagian sisi kain yang tidak ada wironnya. Cara penempatan zipper bisa langsung di ujung kain atau agak turun sedikit. Nanti bagian kosong antara ujung kain dan zipper diberi kancing jepret. 

Ini contoh pemasangan zipper di ujung atas kain

Di tutorial ini, cara kedua yang saya pilih karena kain terlalu panjang dan harus dilipat sehingga ada bagian lekukan lebih tebal (yang berwiron) dan akan membuat sulit dalam pemasangan zipper. Jadi saya menurunkan posisi zipper sampai ke bagian yang tidak kena lekukan wiron.

Ini pemasangan zipper yang turun dari atas sesuai posisi lipatan wiron (lihat di atas telunjuk saya)

Mari ke tahap berikut:
  • Ujung atas zipper dilipat sedikit dan dijelujur terlebih dahulu ke kain sebelum dijahit permanen dengan mesin
  • Jahit zipper ke bagian yang tidak ada lipatan wiron, dalam hal ini sisi kanan kain (jelujur dulu, baru kemudian dengan mesin)
  • Jahit zipper ke bagian yang satu lagi (jelujur dulu, baru lanjut dengan mesin), dengan melibatkan satu lipatan wiron yang paling bawah - maksudnya, lipatan terakhir itu yang dijahit dengan zipper (lihat foto di bawah). Lipatan terakhir itu sebaiknya menutupi keseluruhan zipper sehingga tidak terlihat dari luar setelah jadi
  • Buat jahitan untuk menutup bagian bawah zipper, lalu menyambung ke bawah sampai ke bagian bukaan belahan (dalam gambar di bawah, belahan adalah 30 cm dari bawah, namun panjang ini bisa disesuaikan dengan keinginan)

Lipatan terakhir menutup zipper

Setelah kedua sisi dijahit

Penjahitan di akhir zipper lalu turun ke bawah sampai ke batas belahan 30 cm dari bawah

Ilustrasi 30 cm dari bawah

Jahitan dari zipper sampai belahan ditandai dengan pink seam ripper dan panda tape measure 

Tampilan keseluruhan 



Tahap selanjutnya adalah membuat jahitan kupnat. Cara yang paling mudah adalah dengan mencobakan kain yang separuh jadi itu di badan calon pemakainya. Karena dari situ, kita tinggal menandai bagian yang akan dijahit kupnat plus pinggang yang mengecil. Tapi, kalau calon pemakai tidak ada di dekat kita, berikut ini cara yang saya pakai.

Lingkar pinggul dikurang lingkar pinggang, hasilnya didistribusikan untuk :

  • 2 kupnat depan
  • 2 kupnat belakang 
  • 2 pinggang kanan kiri

Secara umum, lebar kupnat adalah 3 cm. Jika lingkar pinggang adalah 70 cm, maka hitungannya :
94 - 70 = 24
24 - ( 4 kupnat x 3 cm) = 12
12 ini dibagi dua untuk pinggang kanan dan kiri = 6
Kalau saya perhatikan satu contoh rok wiron milik teman, jahitan kupnatnya ada 5, bukan 4. Jadi maksudnya, hitungan di atas hanya untuk panduan saja. Pada akhirnya kita bisa menyesuaikan sendiri.

Panjang kupnat, saya memakai 12 cm seperti di buku Bapak Soekarno. Semua saya tandai dengan kapur jahit, lalu saya jelujur dahulu. Setelah jahit jelujur, kita bisa mencobakan ke calon pemakai. Nanti penyesuaiannya dapat dilakukan lagi di situ.

Setelah jadi kupnat dkk, jangan lupa pasang kancing jepret (atau kancing kait) bila diperlukan. Saya lebih suka kancing jepret yang ukurannya agak besar, minimal diameter 12 mm. Jumlahnya tergantung kebutuhan. Di tutorial ini, saya pasang dua kancing jepret berukuran diameter 13 mm.


Optional tapi essential: Lipatan wiron perlu dijaga supaya tetap rapi dan tidak mengganggu kita saat menjahit. Jadi  kita bisa mengamankannya dengan jahitan kecil seperti di foto berikut. Jahitan kecil seperti itu bisa dibuat beberapa buah dari atas ke bawah.



Jahitan kecil seperti titik di atas jempol saya


Ok, sekian dulu ya... Kalau ada yang bingung, silakan tanya saja. Anda bisa juga merujuk kepada rok batik wiron yang ada di pasaran. Perhatikan cara penjahitannya dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Happy sewing !


Rabu, 07 Februari 2018

Nicole bolero

Pola Nicole bolero dari Coralie Bijasson sudah nangkring di container sejak Juni 2016 di antara koleksi pola. Seharusnya saya jahit dua tahun lalu untuk sebuah acara,tapi..tidak dijahit 😛
Awal bulan ini tiba-tiba saya teringat dan ingin mencoba jahit pola ini, mengingat ada potongan kain lurex  wool like  sekitar 1M30 di stash yang sangat cukup untuk jahit Nicole bolero.

Model Nicole bolero yang simple ini mirip model Chanel jacket . Gampang di padu padankan dengan dress basic atau di padankan dengan blouse/tshirt dan jeans.
Kalau mengikuti instruksi dari pola asli (yang menurut saya sedikit membingungkan di step pasang lining di bagian depan bolero🤔), tidak ada petunjuk untuk menambahkan interfacing dan sleeve head di kain yang akan digunakan. Tapi saya memilih menggunakan interfacing dan sleeve head di bolero ini sekaligus untuk latihan membuat jacket semi-tailor. Kainnya bahan polyester termasuk heavy weight 420gr/m², yang agak susah di ajak 'kerjasama 🤦🏻‍♀️, kainnya yang berjuntaian itu lho. Jadi cocoklah saya kasih interfacing, sedikit membantu supaya menjaga helaian benang kain tidak rontok , ujung-ujungnya bisa hilang seam allowence. Lihat detail di photo !
Saya pakai dua jenis interfacing, H180 dan G785. Pinggiran kain saya pasang stay tape fusible. Terlebih karena kain ini agak sedikit stretch, dengan stay tape menjaga supaya kain tidak 'melebar'.
click photo utk zoom


 Pola saya tambahkan panjang bodice 1,5cm, supaya tidak terlalu pendek karena saya kurang suka bolero jatuh di atas waist. Lengan saya kurangi 1,5cm dan lupa menambah sedikit width di ujung lengan akibatnya lengan bolero jadi agak ngepas di tangan saya. Noted, next time tambahkan sekitar 1cm di masing-masing ujung lengan.
Bolero ini menurut saya very well draft ! Fit nya nyaman di badan, jadi ingin mencoba jahit pola-pola lainnya dari Coralie Bijasson yang ada di stash.


Kamis, 01 Februari 2018

Ruri sweatpants

#latepost 
 Butuh celana panjang  h i t a m  - yang hangat untuk dikenakan di musim dingin.
Pilihan jatuh ke Ruri Sweatpants, salah satu koleksi Fall/Winter 2017 "Earth Science" dari Named Clothing Pattern, indie pattern Finlandia. Ruri merupakan satu-satunya pattern yang saya suka saat pertama lihat koleksi FW17.

Kebetulan kain sudah di potong, sehingga pagi tadi langsung di jahit, prosesnya tidak banyak memakan waktu, hanya bagian saku dan waistband yang memerlukan mesin jahit, sisanya bisa pakai serger saja.. yaaay ! 💃
Kain beli di Self Tissus, 1m20 cukup untuk Ruri ukuran saya  (sometimes I love being petite 👏😜), karena waktu beli kain ada kelebihan, sepertinya sisa kain akan cukup untuk jahit rok.  Jenis kain nya agak susah di describe, pokoknya seperti bahan knit , agak tebal,  tapi bukan jogging sweat 💆. Double face, salah satu sisinya berstruktur seperti kain crepe warna hitam, sisi satunya seperti kain knit warna abu-abu. Menurut keterangan kain  namanya jersey yogi 17€/m, baru kali ini saya lihat kain seperti itu. Apakah mungkin di sebut juga Crepe Scuba  fabric? whatever ! Pokoknya saya suka.
Dari pattern asli, satu-satunya alteration yang saya bikin hanya shortening pant -6cm 🙊, selain itu ikut pola aslinya. aaahh....Saara dan Laura pintar sekali bikin draft pattern yang kebetulan buat saya tidak perlu banyak modifikasi 😍.
Tingkat kesulitan Ruri sweatpants masuk di kategori Simple.  I y a ! Benar sekali, jahit Ruri dengan mengikuti instruksi jahit dari booklet yang lengkap dan jelas, menjadikan Ruri sangat fun di jahit. 
Saat selesai jahit, saya membiarkan tanpa snap button di bagian pergelangan kaki. Lebih suka modelnya seperti itu.  Pakai snap button juga bagus sih ( sudah sempat coba pakai pin), tapi saya lebih suka lihat model tanpa snap button. Selain itu, bagian outside seam saya ambil (kurangi) sekitar 0,5cm masing-masing side.
﹏﹏﹏﹏﹏
  • setelah beberapa kali di cuci karena sering mengenakannya, saya akan mengecilkan lagi pinggang celana yang sedikit kebesaran; karet di pinggang belakang  harus saya kurangi.
    next Ruri mungkin bisa size down sekalian.

Jumat, 26 Januari 2018

Bikin Petal pouch

hohoho...
Tahun baru, need booster baru !
iyuuup... pingin jahit dan di mulai dengan bikin pouch aja aah.
Kali ini untuk memanfaatkan kain yang ada di stok, pilihan jatuh di pola Petal pouch dari Noodle head pattern.
Large size
Untuk pouch yang ukuran small, saya pakai kain sisa saat bikin Maker's tote. Untuk size Large, pakai kain yang ada dan liningnya recycle apron  warna merah bahan canvas 😛
Zipper ada di stock compartment, intinya memanfaatkan bahan yang ada, warna gak matching, ya di matching-in aja 😛.
Small size

 
 

Untuk molleton ( pelapis empuknya), saya gabung dua jenis pelapis,  pakai vilene H180 dan H630. Sebenarnya lebih ingin pakai H640 saja, tapi tak ade di stok, yasuuud.
Proses jahit terbilang cukup mudah, dengan mengikuti petunjuk dari Noodle head yang sangat jelas.